Kategori
buku

Cecilia & Malaikat Ariel; Kisah Indah Dialog Surga Dan Bumi ( Review Buku)

“Banyak orang bilang, kami akan pergi ke surga setelah kami mati. Benarkah?”

Sebenarnya niat membeli buku ini untuk bahan bacaan anakku karena awalnya aku mengira ini adalah cerita untuk anak. Sebuah buku terjemahan. Pertama lihat cover dan judul, Sarah putriku yang berusia 9 tahun begitu antusias untuk membaca. Namun beberapa saat kemudian, aku melihat dia berhenti membaca dan beralih ke buku lain. Sewaktu ditanya kenapa tidak lanjut, dia hanya menjawab tidak apa-apa, seperti biasa dia memang tidak terlalu terbuka tentang apapun itu.

Karena dia tidak membaca lagi, maka aku pun membacanya.

Judul pertama dalam buku adalah Aroma Natal. Sesuai dengan judulnya, hal tersebutlah yang terlukis di sana. Membaca bab ini seolah sedang menonton film Barat dengan cerita natal yang biasanya diawali dengan penampakan salju, hiasan natal, pohon natal, hadiah natal dan segala kesibukan natal. Persis seperti dalam film-film tersebut.

Namun sayangnya, ada yang berbeda. Cecilia, gadis kecil yang menjadi tokoh utama sedang berbaring sakit parah di lantai atas. Begitu lemah sampai tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Hanya berbaring dan sesekali menulis diary yang dia sembunyikan di bawah tempat tidur. Tetapi walaupun raganya terbaring lemah, dia bisa membayangkan semua aktifitas di lantai bawah. Sampai akhirnya semua kesibukan selesai, keluarganya sudah pulang dari gereja. Saatnya merayakan natal keluarga dan membuka kado. Dia pun digendong ayahnya ke lantai bawah, bergabung bersama dan menerima hadiah impiannya.

Selesai acara, Cecilia digendong kembali ke kamarnya di lantai atas. Tertidur dan tiba-tiba terbangun dan mendengar satu sapaan, “Nyenyak tidurmu?”

Pertanyaan yang menjadi awal dialog panjang antara Cecilia dan Ariel, malaikat yang bertanya tadi. Malaikat yang diutus untuk menemani dan menghibur Cecilia yang sedang sakit parah.

Dialog demi dialog pun bergulir. Ariel yang mempertanyakan tentang kedagingan manusia dan Cecilia yang mempertanyakan tentang surga, Tuhan dan malaikat.

Dialog yang terkadang lucu dan mengharukan tetapi sebenarnya cukup pelik. Pantas anakku menutup buku ini dan memutuskan tidak membacanya lagi. Ini memang terlalu berat untuk bacaan anak. Salahku juga kenapa tidak membaca duluan. Sedangkan aku seorang dewasa yang membacanya terkadang merasa berat dengan dialog mereka yang bolak balik dan agak rumit.

Selain berbalas tanya dan jawab, pada beberapa pertemuan, Ariel menemani Cecilia melakukan hal-hal yang ingin dia lakukan. Bangkit keluar dari tempat tidurnya bermain ski, mengendarai tobbogan (kereta luncur salju), menyaksikan semua yang selama ini hanya ada dalam pikirannya.

Buku ini tidak terlalu tebal, namun membaca dialog demi dialog mereka perlu konsentrasi juga. Alur cerita cukup menarik dan dituturkan dengan kata-kata yang enak dibaca.

Sebenarnya banyak dialog menggelitik yang ingin aku tuliskan sebagai kutipan dari buku tersebut. Tetapi sepertinya tidak enak kalau sepenggal-sepenggal tanpa saling berbalas seperti di buku. Jadi hanya beberapa kutipan yang aku tuliskan di sini.

  1. “Mungkin kita sedih ketika merasakan keindahan karena kita tahu itu tidak akan berlangsung selamanya. Kita tertawa melihat sesuatu yang jelek karena kita tahu itu cuma canda.”(hal. 20)
  2. “Kebanyakan orang dewasa sering kali menjadi amat terbiasa dengan dunia sehingga mereka menganggap seluruh alam semesta ini biasa-biasa saja,” komentar Ariel.” Kalau kau merenungkannya, hal itu cukup lucu, karena mereka hanya ada di dunia ini untuk kunjungan singkat saja.” (hal. 44)
  3. “Kadang-kadang saat kami membicarakan keadaan segala sesuatu dan bagaimana segala sesuatu dapat dibikin berbeda, Tuhan hanya berkata, ‘Aku tahu, banyak hal bisa dibikin berbeda, tapi semua sudah terjadi, dan Aku sudah berbuat sebisa-Ku.” (hal. 62)
  4. Cecilia tersenyum. ” Itu sama seperti pikiran-pikiranku. Pikiranku juga tidak butuh sayap untuk terbang menjelajahi dunia.” (hal. 84)
  5. “Tapi, pasti bukan misteri bagi Tuhan, kan? Karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu.” (hal. 93)
  6. “Nah, jadi kau pasti bisa paham bahwa ada beberapa macam cara melihat. Ada orang-orang yang buta matanya. Mereka harus menggunakan mata batin mereka. Itulah mata yang kau pakai untuk melihat dalam mimpi indahmu.” (hal. 97)
  7. “Banyak orang amat menderita, sehingga mungkin mereka sudah mati karena kesedihan seandainya saja mereka tidak memimpikan sesuatu yang indah di sela-sela penderitaan mereka.” (hal.146)
  8. “Banyak orang bilang, kami akan pergi ke surga setelah kami mati. Benarkah?”                                                                            Ariel mendesah dalam-dalam. “Kalian semua sekarang sudah berada di dalam surga. Sekarang, di sini. Jadi menurutku sebaiknya kalian berhenti bertengkar dan berkelahi. Lagi pula, sangat tidak sopan berkelahi di hadapan Tuhan.” (hal.165)
  9. “Semua bintang suatu saat akan jatuh. Tapi, sebuah bintang hanyalah sepercik kecil bunga api dari mercusuar agung di langit sana.” (hal. 184)


Judul Buku : Cecilia & Malaikat Ariel; Kisah Indah Dialog Surga Dan Bumi
Judul Asli : Through a Glass, Darkly
Penulis : Jostein Gaarder
Penerjemah : Andityas Prabantoro
Penerbit : Mizan
Tahun Terbit : Cetakan 1, Desember 2008
Jumlah Halaman : 210 halaman



Gassmom, 070820

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

6 replies on “Cecilia & Malaikat Ariel; Kisah Indah Dialog Surga Dan Bumi ( Review Buku)”

kalo dilihat dari judul dan pengarangnya (yang ngarang Dunia Sophie), kayaknya jelas genrenya bukan untuk anak kecil, tapi kadang ada anak yang memang entah karena bosen atau apa menyukai genre yang lebih berat semacam ini.
dianggap investasi saja, nanti kalo sudah gede mungkin mau baca lagi (apalagi untuk anak yang sudah terbiasa baca buku dari kecil, susah untuk menghilangkan kebiasaan itu).

Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s