Kategori
Tulisan Ngawur

Klepon Yang Terzolimi

Ada sebuah kutipan dari orang-orang bijak yang mengatakan:

Majulah tanpa menyingkirkan orang lain
Naiklah tanpa menjatuhkan orang lain
Berbahagialah tanpa menyakiti orang lain”

Walau pun itu sudah petuah lama namun masih tetap berlaku, tidak hilang tergerus zaman. Bagi yang berakal budi dan berperasaan pastilah memahami ungkapan tersebut dan berusaha menjalankan dalam kehidupannya.

Tapi, tidak selamanya hal yang baik itu dilaksanakan. Karena kalau semua manusia juga baik, takkan menarik lagi dunia ini. Semua pasti monoton, tanpa seni tanpa riak-riak pergolakan.

Ternyata ungkapan tersebut juga tidak berlaku untuk klepon. Klepon yang beberapa hari belakangan ini mendadak viral karena terzolimi.

Klepon, mungkin hampir sebagian besar penduduk Indonesia apalagi golongan menengah ke bawah seperti diriku bisa dipastikan mengenal klepon. Klepon, penganan khas nusantara yang terbuat dari ketan, gula aren dan kelapa.

Selama ini si Klepon bebas terhidang di mana saja, bebas dinikmati siapa saja. Sampai akhirnya ada sebuah pernyataan yang mengungkapkan bahwa Klepon bukan jajanan yang sesuai dengan keyakinan tertentu. Si pembuat ungkapan pun kemudian mengatakan bahwa kurma yamg sesuai dengan keyakinan tersebut.

Yups, si klepon dijatuhkan untuk menaikkan si kurma. Klepon berusaha disingkirkan untuk mengorbitkan si kurma. Padahal tanpa mengungkapkan semua hal tersebut, semua juga sudah mengenal kurma. Sudah familiar, bahkan bagi orang yang sebenarnya tidak mensucikan kurma.

Sebenarnya bukan salah kurma juga sampai hal itu terjadi. Hanya ulah oknum yang berada di balik suatu kepentingan. Dan, kali ini klepon yang harus menjadi korban. Nasibmulah Klepon, entah mimpi apalah dirimu sampai bisa terzolimi begitu.

Pict. Pint

Gassmom, 280720

Cat. Hanya sebuah tulisan ngawur yang terlambat post dari seorang emak yang lagi bingung mau menulis apa. Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung siapa pun.

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

26 replies on “Klepon Yang Terzolimi”

saya doyan kurma dan juga klepon…
Di beberapa tempat, klepon dan kurma dijual di tempat yang sama. Banyak yang suka kurma dan tak sedikit yang suka klepon.

Penjual kurma dan penjual klepon yang baik hidup rukun menunggu lapak mereka masing-masing, melayani pembelinya atau malah kadang saling tukar uang kembalian, saling bercanda…

Si penjual klepon sudah ada di lapak itu lebih lama dari penjual kurma. Kedatangan penjual kurma tidak ia anggap sebagai ancaman karena malah bikin tempatnya tambah rame, tambah menyenangkan, tambah berwarna juga…
Begitu pula ketika datang penjual anggur, penjual martabak, penjual gorengan.., si penjual klepon menyambut mereka semua dengan sukacita..

Lalu…

Saya capek nerusinnya.., gak usah diterusin karena ini juga hanya komen ngawur dari pemakan klepon dan kurma

Disukai oleh 1 orang

Ha ha ha,,, sedikit lagi bapak teruskan maka sdh lebih panjang komennya daripada tulisan yg dikoment.
Btw, sdh bisa jadi satu tulisan juga itu Pak😁
Terima kasih sdh mampir di tulisan ngawur itu PakπŸ™πŸΌπŸ˜

Suka

Eh, sorry mbak. ternyata aku salah…,πŸ™πŸΌ Atau mungkin malah WPku yg bermasalah?πŸ€”πŸ€” Kalau ketemu status mbak di beranda memang begitu tapi ternyata setelah bertandang khusus,,, ternyata si sana normal2 saja.😁

Suka

Haduh saya tak tau mbak Sondang ada apa dg blogku πŸ˜‚πŸ˜‚
Ada beberapa yg bisa komen mbak. Kadang saya juga kalau ga bisa komen, buat lagi terus sebelum di send saya copy dulu, baru kirim lagi. Saya sering mengalaminya πŸ˜‚

Disukai oleh 1 orang

Oh, awal tahun kemarin aku sempat juga mengalami begitu mbak. kolom koment hilang, jadi harus buka WP dari web dan atur izinkan komentar dari sana. Sempat juga beberapa kali begitu. Tapi, akhirnya bagus sendiri dan sepertinya tak pernah kejadian lagi

Disukai oleh 1 orang

Setuju sekali, Mba. Terbaca sekali upaya false flag operationnya. Semoga banyak dari kita yang tak terpancing untuk bertengkar dan bisa memandangnya lebih jernih. Lelah melihat negara ini terbelah terus πŸ™‚

Disukai oleh 1 orang

Wah, salut lihat anak sekolah yang mau jualan gitu. Tapu memang klepon enak sih, biasanya juga laris.
Di rumah kami juga favorit, anak2ku saja sdh bisa buat ini. Iya, booming dia sekarang ha ha ha

Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s