Kategori
story of my life

Deadline (Sebuah Akrostik)

Degupan jantung mendadak tak normal

Kategori
Tulisan Ngawur

Klepon Yang Terzolimi

Ada sebuah kutipan dari orang-orang bijak yang mengatakan:

Majulah tanpa menyingkirkan orang lain
Naiklah tanpa menjatuhkan orang lain
Berbahagialah tanpa menyakiti orang lain”
Kategori
Daily Stories

Bukan Tentang Kamu

Bukan tentang kamu
Bukan tentang aku
Apalagi tentang dia
Tidak ada kamu atau aku
Yang ada hanya kita
Tentang kita
Ya, ini tentang kita

Hanya kita …

***

Kategori
cerpen

Hasrat Yang Berbeda

Ada yang berbeda bila itu menyangkut tentangmu. Hasrat yang berbeda. Gejolak rasa yang tidak bisa kupendam begitu saja. Hasrat di luar kewajaran diriku sebagai manusia lembut dan pengasih. Bukan hanya sekedar hasrat yang mampu diredam begitu saja. Namun suatu hasrat yang begitu bergelora dan butuh pelampiasan.

Dan, itu hanya terjadi bila menyangkut tentangmu.

Ya, tentangmu.

Segala sesuatu tentangmu.

Jangankan wujudmu, bahkan mendengar suaramu dari kejauhan saja membuat rasa itu semakin membara.

Dari dulu sampai sekarang, hasrat yang sama tetap melekat padaku. Entah sampai kapan bisa berubah. Namun sepertinya tidak akan berubah lagi. Mungkin seumur hidup akan melekat pada diriku.

Dan, kau yang telah bersalah membuat hasrat itu tumbuh, berkembang dan semakin hari semakin kuat tak bisa terbendung lagi.

Kau …

Ya, kau … nyamuk yang menyebalkan, yang telah membuatku memiliki hasrat membunuh yang tidak bisa ditoleransi lagi.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 240619

Iklan

Kategori
tulisan Bebas Tulisan Ngawur

Jangan Tanyakan itu

Mereka:

Jadi,
Apa keuntungan kami?
Kami dapat apa?
Hanya lelah dan lelah tak ada tambahan pundi-pundi.
Dulu, program begini seharusnya ada pembagian.
Kalau begini, tak usah dikerjakan

Kami (Hanya mampu dalam hati):

Hah, terperangah diri ini.
Jadi yang mengalir lancar ke rekening itu apa?
Setiap bulan tak pernah kenal tidak dan terlambat.
Untuk apa itu kalau masih berhitung kali dan bagi?

Ingin rasanya berdiri seketika,
Sambil berseru lantang utarakan sebuah kutipan:
Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!

-Gassmom-
Pematangsiantar, 060519

ps. Speechless, mendapat curhat dari beberapa teman tentang di sana, ya di sana, di sana, di sana dan di sana.

Kategori
nostalgia pengalaman story of my life Tulisan Ngawur

Belum Ada Judul (Sebuah Catatan Tahun 2012)

Akhir-akhir ini rasanya malas untuk berselancar di medsos, hanya sesekali itupun sekedar membuka kenangan yang ditampilkan, mengulik memori dan nostalgia bahwa ternyata aku pernah begitu dan begini. Bahkan untuk sekedar membuat status singkat pun rasanya enggan.

Tadi siang tak sengaja membaca sebuah blog dari https://finafindows.wordpress.com/ yang berjudul Karya Tulis Ilmiah. Tulisan tersebut mengingatkanku bahwa aku pernah punya niat seperti itu pada tahun 2012. Entah bagaimana ide itu muncul di tengah kegalauan menentukan judul skripsi. Banyak yang mendukung tetapi akhirnya tak jadi karena aku malas ribet dan malas mencari referensi. Hmm, dasar aku memang pemalas ya, buktinya di tulisan ini saja sudah beberapa kali aku menuliskan kata tersebut.

Tulisan tersebut pun memaksaku membongkar akun medsosku dan mencari catatan tersebut. Ketemu dan … taraaa, aku pun terpesona dengan penulisanku yang alay dan lebay. Padahal saat itu aku sudah emak-emak beranak dua yang tak sengaja berstatus mahasiswi. Ha ha ha, mau tak mau aku pun tertawa membaca tulisan itu. Secara makna dan isi menurutku dapat dimengerti. Hanya penulisan itu…yah, tetapi sungguh berterima kasih kepada Facebook karena kenangan itu tersimpan rapi di sana.

Niat awal tulisan itu aku copy dan paste di blog ini tetapi ternyata tulisan tahun 2012 belum dilengkapi fitur salin. Jadilah aku mengandalkan screenshot. Dan inilah screenshot tulisan itu.😀

Gassmom-
Pematangsiantar, 300419

Kategori
Tulisan Ngawur

Dilan dan Adian

Akhir-akhir ini tulisan tentang Adian Napitupulu sering muncul di timeline medsosku. Video tentang Adian baik acara debat dan wawancara dengannya juga sering muncul di YouTube.

Menulis tentang Adian, aku tidak mau membahas tentang politik. Aku hanya ingin menuliskan apa yang kubayangkan ketika membaca dan menonton tentang Adian.

Entah bagaimana, setiap melihat segala sesuatu tentang dia maka yang kubayangkan adalah sosok Dilan yang diperankan oleh Iqbal Ramadhan. Bukan, bukan wajahnya yang kubayangkan karena kalau dari segi wajah pastilah menang si Iqbal Ramadhan, idola cewek zaman now gitu lho. Kalau aku menyamakan dengan Dilan pasti bakal banyak yang menjadi barisan sakit hati nanti.

Jadi aku melihat kemiripan mereka dari gaya selengekan dan nyeleneh mereka. Dilan yang digambarkan easy going, kadang usil namun sebenarnya baik. Terlepas dari penampilan yang begitu ternyata Dilan juga pintar dan berprestasi. Dilan tidak senang melihat ada yang tertindas. Bahkan rela berkorban untuk melawan ketidakadilan. Dilan juga orang yang setia kawan.

Membaca tentang sepak terjang Adian sewaktu menjadi mahasiswa tahun 1998 yang menorehkan sejarah baru bagi bangsa ini, membuatku benar-benar salut dan kagum. Ketika akhirnya berhasil duduk di kursi DPR, Adian tetap berjuang di jalur yang sama. Walaupun kesannya santai dan asal tetapi opini dalam setiap debat tidak asal. Sama seperti Dilan yang selalu pakai jaket jeans, Adian juga memiliki jaket favorit jaket kulit yang selalu menjadi pelengkap busana wajib ala mereka.

Dalam pemilihan tahun ini, Adian juga berhasil duduk kembali sebagai wakil rakyat di Senayan. Semoga Adian selalu diberi khidmat dalam amanat yang diemban demi bangsa ini.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 250419

Ps. Tulisan receh dan dadakan di warung Depan Depag karena mendengar video yang ditonton si Ibu yang punya warung. Tentang sesuatu yang jauh dari akal sehat.

Kategori
Tulisan Ngawur

Tulisan Menunggu

Panas terik, sinar matahari sepertinya tidak mau kompromi dengan manusia jalanan sepertiku. Kalau hati ini ditanya, aku tidak ingin kemana-mana.

Tapi apa boleh buat, harus bergerak. Dari kantor Gurilla nun jauh di pedesaan aku pun bergerak ke kantor Camat karena ada janji dengan seorang teman yang katanya mau copy file dari flashdisk. Ku pilih kantor camat karena itu titik tengah yang paling mudah bagi kami. Aku bergerak dan dia pun bergerak (katanya).

Tetapi entah apa yang terjadi, sudah hampir satu jam menunggu tapi tak muncul juga.

Akhirnya aku pun bergerak lagi ke sebuah lokasi dimana ada pertemuan pukul 13.30 WIB. Bergerak dengan rasa was-was karena merasa sudah terlambat.

Tiba di lokasi, eh koq sunyi? Apa aku salah lokasi? Akhirnya kubuka kembali pesan yang terkirim di WA dan memang benar disini.

Aku pun masuk dan menemui Ibu yang disana sambil bertanya, “Memang disini kan Bu pertemuannya? Nggak salah kan?” dan beliau pun mengiyakan.

“Kenapa belum ada yang datang ya? Di WA pukul 13.30 lho?”

“Oh, sengaja itu Bu biar yang lain jangan jam karet.” kata mbak yang cantik itu.

Aku pun tertawa dan mencari tempat duduk. Iseng buka gadget dan baca-baca kiriman orang.

Dan, akhirnya sekarang pukul 14.08 WIB tertera di gadget tapi belum mulai juga. Yang datang juga masih sedikit.

“Khan ada acara MTQ Kecamatan sekarang Bu, mungkin mereka masih disana.” kata ibu yang duduk di sebelahku.

Oh, iya juga ya…

Waduh, aku lupa. Berarti mereka memang masih disana dan aku sudah sempat suudzon. Tapi berhubung tulisan ini sudah selesai kuketik dan belum mulai juga jadi kuunggah saja deh …

😊🙏🙏😊

-Gassmom-
Pematangsiantar, 210219

Kategori
story of my life

Karena Wanita Selalu Ingin (Terlihat) (Dikatakan) Muda

“Masih muda ya ibu yang pulang barusan itu.” ujar ibu pendamping pasien peserta MOW (Metode Operasi Wanita) yang berada di ruangan yang sama dengan tempatku membantu teman mengurus pasiennya.

“Iya. Dan ke depannya dia pun pasti akan nampak semakin muda karena tidak ada beban lagi untuk takut hamil. Dia bisa fokus mengurus anak dan dirinya saja.” ujar ibu yang satu lagi.

“O, iya? Tapi aku kenapa tidak merasa tambah muda ya?” celutukku spontan.

“Maksudnya? Aku kan cerita tentang wanita yang sudah operasi tutup tadi.” kata ibu yang pertama. ” Kalau kamu yang masih gadis, ya pasti masih muda. Jadi ngapain dibahas?” sambungnya lagi.

“Aku juga sudah tutup koq Bu. Sudah lama malah, sudah 3 tahun.” jawabku kalem.

“Ah, masa? Tak kirain tadi kamu masih gadis lho. Makanya dari tadi aku panggil adik gitu. Sudah berapa anakmu?”

“4 …” jawabku.

“Wah, tak disangka sama sekali. Padahal masih muda ternyata anakmu banyak juga ya he he he.”

“Umurku nggak semuda ibu tadi koq Bu. Umurku sudah tua.” ujarku kalem.

“O, Iya … Tadi kupikir memang masih gadis lho … ”

Sebenarnya aku sudah lumayan lelah. Karena alasan background mereka dan karena kebetulan aku dekat dengan mereka, ada 1 tim yang minta bantuanku memberi tindakan yang tidak bisa mereka lakukan. Pekerjaanku pun menjadi double. Walaupun sebenarnya aku enjoy saja melakukan itu karena bukan pekerjaan sulit dan akupun senang melakukannya. Dan lebih senang lagi ketika mendengar mereka mengucapkan terima kasih. Dan, ketika ada yang mengatakan bahwa aku masih kelihatan seperti gadis, … pastinya aku lebih senang lagi dong. Lelahku pun berkurang, semangatku membuncah he he he

Ya, sama seperti wanita-wanita lain, aku juga senang dibilang masih muda, dibilang belum nampak seperti mami-mami rempong. Lelah letih bisa hilang dalam sekejap, semangat langsung melonjak setinggi-tingginya bila ada perkataan begitu.
Lebay ya?
Tapi itu memang kenyataannya koq. Hampir semua wanita yang kukenal bila ada yang mengatakan dia nampak muda, awet muda, semakin muda, tak perduli si wanita itu yang seumuranku, atau yang 50-an bahkan yang sudah 60-an pun pasti akan sumringah mendengar perkataan seperti itu, wajah pun langsung berseri -seri.
Ya, itulah wanita. Karena wanita selalu ingin dikatakan terlihat muda, cantik dan menarik.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 220918

Pict. Pribadi

Kategori
Renungan Renungankoe Tulisan Ngawur

Aku Aneh?

Sepertinya ada yang aneh dengan diriku

Saat emak-emak lain asyik memilih menawar

Mencocokkan warna dan gaya

Saling berlomba tak mau kalah

Tapi aku

Jangankan ikut memilih tapi tertarik pun tidak

Sibuk dengan gadget dan pikiran

Menyahut sesekali bila ditanya saran

Padahal aku juga emak-emak seperti mereka

Yang harusnya perlu gonta-ganti mode

Punya suami dan anak yang juga perlu dibelikan baju baru

Tapi entah bagaimana aku seolah apatis

Tidak heboh seperti mereka

Dari dulu pun begitu

Apa aku memang aneh ya?

-Gassmom-
Pematangsiantar, 121218

Pict.https://pin.it/rvct2qmxfnincw