Kategori
movie

Cerita Tentang Bendera di film Siap Gan!

Dulu, Pakde paling bangga kalau pakai atribut merah putih. Tapi beda ya sekarang.
Dulu, setiap rumah punya tiang bendera sendiri. Sekarang hanya pakai bambu.

Kata-kata Pakde Sakiran dalam film “Siap Gan!” tersebut hanya keluhan sederhana tetapi aku mendengarnya serasa tertampar juga.

Sekarang orang-orang merasa lebih keren jika memakai pernak pernik dengan bendera negara-negara maju, misalnya tas, kaus, gantungan kunci dan lainnya. Bahkan aku sendiri hampir tidak pernah melihat orang memakai pernak pernik merah putih selain dalam rangka merayakan hari kemerdekaan. Aku sendiri hanya memiliki masker merah putih, pernak pernik lain tidak ada.

“Kurang keren, kurang fashion,” kata tokoh Vivi dalam film tersebut.

Demikian juga dalam hal tiang bendera. Benar sekali, sekarang sudah jarang orang memilik tiang bendera. Padahal dahulu, aku masih ingat rumah kakek nenek di kampung pun memilik tiang bendera khusus di tempat yang terhormat. Betapa orang dulu sangat menghargai bendera merah putih.

Apalagi Pakde Sakiran dalam film ini, teramat sangat menghargai bendera merah putih. Terlepas dia adalah seorang veteran, ternyata juga merupakan salah seorang saksi mata sewaktu terjadi perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya.

Sebenarnya film ini bukan khusus bercerita tentang bendera. Akan tetapi lebih luas lagi, yaitu pesan moral untuk menumbuhkan rasa cinta kebangsaan serta nasionalisme. Akan tetapi pembicaraan tentang bendera tersebut entah kenapa melekat kuat di benakku.

Film Siap Gan! merupakan film drama remaja yang dirilis tahun 2018. Bercerita tentang tokoh utama Nina Pertiwi, seorang remaja putus sekolah dari SMP yang mengikuti temannya bernama Vivi ke kota Surabaya. Dia bermaksud mengubah nasib dan mencari pekerjaan.

Akan tetapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Sudah beberapa bulan mencoba namun tidak juga mendapat pekerjaan. Sementara ibu kost sudah menuntut pembayaran uang kos. Nina pun akhirnya memutuskan mengikuti jejak Vivi sebagai wanita tuna susila.

Akan tetapi, ternyata tidak segampang yang dibayangkan. Beberapa kali transaksi masih gagal karena keluguannya. Sampai akhirnya razia satpol PP datang dan Nina melarikan diri dari lokasi. Dia bersembunyi di satu tempat sampai keesokan harinya. Suatu kebetulan ternyata, dia berada di tempat pendaftaran Paskibra untuk tingkat provinsi. Kebetulan demi kebetulan membuatnya terjebak, menjadi salah satu peserta karantina anggota Paskibra dan terdaftar dengan nama Putri Andini.

Dia pun akhirnya ikut dalam latihan demi latihan yang begitu keras. Pada awalnya dia selalu melakukan kesalahan-kesalahan karena memang dia tidak mengerti. Hal yang membuat semua personil bolak balik mendapat hukuman. Tetapi akhirnya dia dilatih oleh Pakde Sakiran, sehingga menjadi salah satu yang terbaik. Walaupun pada akhirnya dia ketahuan dan sempat ditahan di kantor polisi.

Walaupun ini film remaja tapi aku lumayan menyukainya. Menurutku dikemas dengan begitu apik, sehingga saat serius benar-benar serius tetapi saat lucu kita pun bisa terbahak-bahak. Unsur Komedinya sangat terasa, tetapi dibuat dengan alami tanpa pemaksaan.

Dan yang paling penting, unsur moral, menumbuhkan cinta kebangsaan serta nasionalisme bisa ditangkap dengan jelas.

Film ini diperankan dengan apik oleh artis-artis muda, yang terus terang aku tidak terlalu hapal karena jarang mengikuti perkembangan dunia keartisan.

Satu lagi quote yang aku suka dari film ini yaitu:

Kemerdekaan bukan untuk dinikmati tapi untuk diperjuangkan.

Gassmom, 22/08/2021

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s