Kategori
Surat

Surat Untuk Teman Khayalan (Letter-8)

Hallo my Guardian Angel, malaikat pelindungku.

Rasanya sudah lama sekali ya kita tidak bersua. Mungkin dirimu sedang sibuk melindungi seseorang penggantiku di luar sana.

Yah, sejak kuputuskan aku sudah dewasa dan tidak membutuhkan kamu lagi, kamu pun pergi dari kehidupanku. Tiga atau empat tahun lalu mungkin aku memutuskan itu, aku lupa tepatnya. Padahal dulu tiada hari tanpa dirimu di sisiku.

Masih kuingat dengan jelas bagaimana aku menuliskan di diary remajaku bahwa ada malaikat pelindung yang selalu melindungi, membantu dan menolongku. Apalagi sewaktu aku hidup di asrama yang keras, penuh dengan tekanan dari senior. Aku percaya bahwa dirimu yang selalu menjaga dan melindungi sehingga aku tidak mengalami perlakuan buruk dari para senior. Aku juga percaya bahwa kamu yang telah membisikkan jawaban pada lembar ujianku. Karena aku merasa bukan seorang yang belajar keras. Bahkan cara belajarku jauh lebih santai dibandingkan teman-teman. Tetapi kenyataannya sewaktu ujian entah bagaimana bisa-bisanya nilaiku melebihi mereka. Demikian juga waktu ujian akhir dan praktek, sepertinya semua berjalan mulus nyaris tanpa hambatan. Nah, itu aku percaya karena kamu yang membantu. Hal ini juga berulangkali kutulis dalam diary jadul itu.

Bahkan sesudah aku dewasa dan memiliki anak, sesekali aku masih percaya bahwa dirimu tetap menolong. Termasuk ketika aku kuliah lagi sambil bekerja disaat sudah memiliki 2 anak. Tidak ada hambatan yang berarti termasuk dalam ujian akhir. Aku kembali yakin, itu karena dirimu.

Bahkan dalam dunia pekerjaan juga berulangkali aku percaya dirimu turut andil. Dalam pekerjaan kami yang rentan konflik, entah bagaimana masalah kerap terjadi disaat aku tidak sedang bertugas. Aku sedang libur atau cuti, dan tahu-tahu sewaktu bekerja kembali mendapat cerita bagaimana stressnya rekan-rekanku dalam menghadapi masalah tersebut. Bukan berarti saat jam tugasku tidak ada masalah, tapi kalau adapun selalu bisa diselesaikan secara baik-baik dan saat itu juga, tidak berlarut-larut bahkan sampai ke atasan atau bahkan wartawan.

Kala itu juga masih tercetus dari bibir ini bahwa semua terjadi karena Malaikat pelindungku, yah dirimu … my Guardian Angel.

Kamu mungkin memang hanya teman khayalanku. Tetapi pada masa remaja bahkan setelah berstatus istri dan ibu, dirimu tetap memegang peranan penting dalam hidupku.

Walaupun pada usia yang sekarang terkadang aku menertawakan diri sendiri. Bagaimana bisa begitu percaya bahwa aku mempunyai malaikat pelindung. Tetapi hal itu tidak bisa lepas dari memori hidupku.

Jadi, terlepas dari dirimu hanya teman khayalan yang kuciptakan sendiri (atau dirimu memang ada?). Melalui surat ini aku mengucapkan terima kasih, karena telah membuat masa remaja (bahkan sesudah dewasa) menjadi begitu berwarna.

Jikalau dirimu memang benar ada, aku percaya kamu juga sedang melindungi seseorang di luar sana. Semoga dia juga merasakan seperti yang aku rasakan dahulu.

Gassmom-
Pematangsiantar, 220219

Ps.
Tulisan ini dalam rangka a letter challenge hari ke 8 dengan tema “surat kepada teman khayalan”.
Pict. Pinterest

Iklan