Kategori
Anak celoteh anak Tentang anakku

Mama Suka Menonton TV?

Mama baru saja tiba di rumah sepulang jalan sore. Seperti biasa, santai dulu di teras depan sekedar melepas lelah dan mengeringkan keringat.

Tak berapa lama terdengar suara tawa cekikikan dari dalam rumah. Sepertinya ada sesuatu yang seru, membuat anak-anak tertawa-tawa begitu.
Setelah tawa mereka berhenti, satu persatu berpencar dengan kesibukan masing-masing. Ada yang bermain dengan temannya, ada yang sekedar keluar memantau suasana senja.

Iklan
Kategori
celoteh anak Cerita Anak

Menghormati

“Ma, hari Senin dan Selasa kami libur. Jadi Sarah tidak sekolah.” lapor Sarah begitu pulang sekolah.

“O, ya? Kenapa bisa libur?” tanya Mama.

“Iya dong Ma. Hari Senin mulai puasa. Jadi kami libur untuk menghormati agama Islam yang berpuasa.” jelas Sarah.

“Tapi khan kalian tidak puasa?”

” Memang tidak, kita khan bukan Islam. Khan sudah Sarah bilang, … menghormati lho Ma.” jelas bocah siswa kelas 2 SD di sebuah sekolah yayasan Katholik tersebut.

“Ooo, menghormati. Apa rupanya menghormati itu?” tanya Mama lagi.

“Mama ini lho, masak tidak tahu menghormati apa. Menghormati itu, kalau Islam hari raya yang Kristen juga libur. Kalau Kristen bernatal maka yang Islam juga libur. Seperti yang Mama bilang itu, kalau sedang ada wirid kita tidak boleh ribut. Jadi kalau kita Natal, mereka juga tidak boleh ribut. Begitu lho Ma.” jelas Sarah panjang lebar.

“O, ya? Tapi di sekolah kalian khan tidak ada yang beragama Islam?”

“Iya lho Ma. Coba dibalikkan kita jadi Islam dan mereka jadi Kristen. Bagaimana kalau tidak dihormati? Makanya kami libur hari Senin dan Selasa. Biarpun tidak ada yang Islam. Pokoknya menghormati lho Ma.”

“Okelah kalau begitu, gantilah bajumu itu.” ujar Mama tanpa berpanjang lebar lagi. Karena tadinya pun Mama hanya berniat menguji sejauh mana pemahaman siswa kelas 2 SD tersebut tentang menghormati. Mendapat jawaban begitu rasanya tidak usah diperpanjang lagi. Biarlah waktu yang akan memperkuat pemahaman dan praktek menghormati dari seorang Sarah.

Sarah

Gassmom-
Pematangsiantar, 040519

Kategori
Cerita Anak Cerita Mini Tentang anakku

Rak Handuknya Mahal (Sarah dan Sachio)

“Aduh! Kak, Kak Sarah! Bantuin … ”

“Apa? ”

“Tolong Abang kak. ”

Sarah si kakak pun bergegas menemui Sachio yang sedang susah payah mempertahankan jemuran handuk bongkar pasang yang sudah setengah tumbang. Tapi bukan semakin kokoh, rak handuk tersebut pun semakin terpisah satu sama lain.

Melihat situasi tersebut, Sachio bocah lelaki usia 4 tahun itu pun bergegas menemui mama mereka yang sedang sibuk menyetrika, yang pura-pura tidak tahu dengan apa yang sedang terjadi.

“Ma, beli lagi rak handuk kita ya Ma.” ujar Sachio dengan wajah penuh harap.

“Nggak, uang mama nggak cukup.” jawab sang Mama.

“Berapa rupanya harganya?” tanya Sachio lagi.

“Satu juta. ”

“Oh … ” Sachio pun bergegas ke halaman lagi menemui Sarah si kakak yang masih setia di dekat rak handuk.

“Kak, kata mama harganya satu juta. Mahal … Mama nggak mungkin beli yang baru.” lapor Sachio dengan suara pelan kepada Sarah.

Tak berapa lama, tok tok tok … Suara batu yang ditokok ke rak handuk pun riuh terdengar. Sang mama pun penasaran dan mengintip dari jendela. Ternyata Sarah dan Sachio sedang bekerjasama bahu membahu memperbaiki rak handuk yang nyaris tercerai berai itu. Sambil tersenyum si Mama pun kembali larut dengan kesibukannya dan tetap bersikap seolah-olah tidak perduli.

Setengah jam kemudian Sarah dan Sachio masuk ke rumah dengan wajah riang. Sarah membawa rak handuk yang sudah bersatu kembali dan merapikan kembali handuk yang sudah jatuh bersama Sachio.

“Ma, rak handuknya sudah bagus ya. Mama tak usah beli yang baru lagi. Mahal kan Ma? “ujar Sarah dengan senyum terkulum.

“Oke, makasih ya Boru.” jawab sang mama singkat. Sambil melanjutkan menyetrika sang mama pun tersenyum bahagia sambil bergumam, “Iya, rak handuknya memang tidak mahal tapi yang mahal itu persaudaraan dan kerjasama kalian.”

The end.

note.
– boru= panggilan sayang orang Batak kepada anak perempuannya.
– Tulisan ini sudah pernah diunggah sebelumnya pada tanggal penulisan di platform Plukme

-Gassmom-
Pematangsiantar, 230918

Sumber Gambar: foto Pribadi