Kategori
movie Movie Review

Crash Landing on You

Ada yang percaya bahwa takdir itu ada, termasuk takdir cinta. Walaupun banyak juga yang tidak percaya takdir. Tetapi bagi yang percaya dan sedang menantikan takdir cinta, maka drama ini sangat recommended. Untuk menghibur hati sekaligus memberi semangat bagi jiwa. Karena drama ini mengisahkan bagaimana takdir akan mempertemukan, walaupun berada di tempat yang sangat tidak memungkinkan.

Iklan
Kategori
Inspirasi motivasi

Teruslah Bermimpi ala Choky Sitohang

Teruslah bermimpi, punya imajinasi

Miliki iman

Kerjakan yang benar

Andalkan Tuhan, berserah pada-Nya

Karena jalan orang benar itu diterangi oleh cahaya firman Tuhan.

Choky Sitohang
Kategori
Review Buku

The Secret-Rhonda Byrne ( Review Buku)

The Secret, sebenarnya buku ini sudah lama aku baca. Adik bungsuku memberikan ini sebagai kado ulang tahun pada tahun 2014. Kemarin dia menghubungi dan menanyakan buku ini dan memberi saran bagaimana kalau buku ini diberikan lagi ke adikku nomor 3. Kebetulan saat ini, adik perempuanku itu sedang dalam kondisi tidak baik terkait kesehatan. Jadi, adik bungsuku berharap kalau dia membaca buku ini maka semangat untuk sembuh muncul. Atau harapan kami, kesembuhan itu muncul sebagai mukjizat.

Kategori
Daily Stories

Bunga Di Postinganku, Suatu Kebetulan?

Tanggal 1 Januari kemarin aku menulis sebuah tulisan berjudul “Selamat Tahun Baru 2020, Haholongan” dan aku post di Komunitas Ikatan Kata untuk menuntaskan tugas dari Komunitas yaitu #Ketik10.

Semula bukan itu yang akan aku tuliskan. Tetapi entah bagaimana, tiba-tiba ide itu muncul begitu saja dan dalam hitungan menit aku selesaikan dan langsung post.

Terus terang tulisan itu terinspirasi dari berpulangnya seorang teman satu kelas sewaktu SMP pada November 2019 kemarin. Aku sering menemukan status istrinya yang sangat sedih dan kehilangan di beranda medsos. Dan menimbulkan ide untuk membuat tulisan tersebut.

Dalam tulisan tersebut aku menuliskan tentang bunga krisan putih dan mawar kuning yang mana dalam tulisan tersebut aku menyebutkan bahwa bunga-bunga tersebut adalah bunga kesukaan almarhum. Hal ini murni adalah bumbu yang aku tambahkan untuk tulisan tersebut.

Tetapi, kemarin aku terkejut. Buka medsos dan melihat postingan istrinya yang sedang ziarah. Ada foto suasana makam dan bunga yang dia bawa ke sana. Bunga yang dia bawa adalah bunga krisan putih dan mawar kuning. Dia menuliskan bahwa warna putih dan kuning adalah warna kesukaan almarhum. Dan aku semakin terkejut karena rangkaian bunga itu sekilas persis gambar rangkaian bunga di postinganku padahal gambar itu hanya gambar yang aku ambil dari Pinterest. Kenapa jadi seperti apa yang aku tuliskan di tulisanku itu ya?

Entahlah, kebetulan atau bagaimana. Tapi kenapa bisa kemiripan itu terjadi? Sampai sekarang aku tak habis pikir kenapa bisa. Sebelumnya aku juga tidak tahu tentang bunga itu, inspirasi muncul begitu saja di benakku sewaktu searching gambar bunga di Pinterest dan kemudian aku kaitkan dengan ide yang muncul di kepala. Aku sama sekali tidak tahu tentang segala kesukaan almarhum. Walaupun kami teman satu kelas sewaktu SMP, sebenarnya sejak SMP kami tidak pernah bertemu lagi. Pertemuan pertama dan terakhir hanyalah waktu melayat kemarin. Kami memang terhubung di medsos, tapi hanya sekedar like dan sesekali inbox kalau ada hal yang tidak biasa. Aku memang merasa kehilangan karena dia adalah sosok baik, pintar dan multitalenta. Selain itu, walaupun tidak ada perbincangan panjang lebar, almarhum merupakan orang yang paling aktif merespon postinganku di Instagram maupun akun lain yang ku miliki. Sekedar like tapi dengan intensitas lumayan tinggi.

Apapun itu, aku menuliskan itu murni tanpa maksud apa-apa. Hanya sekedar terinspirasi dari sebuah kisah dan sebuah gambar. Untuk temanku almarhum, tenanglah di sisi Bapa di surga. Untuk istri almarhum, tetaplah menjadi pribadi kuat.

Bunga di postingan, bunga di makam dan screenshot percakapan di medsos.

Gassmom-
Pematangsiantar, 080120

Kategori
Inspirasi Renungan

Cerita Lucu Tentang Hikmat (Kisah Mahatma Gandhi)

“Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.”
Pengkhotbah 10: 10

<!–more–>

Itu adalah kutipan ayat khotbah Minggu kemarin yang membuatku ingin menuliskan cerita tentang hikmat.

Apa itu hikmat?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), hikmat artinya: hikĀ·mat n 1 kebijakan; kearifan; 2 kesaktian (kekuatan gaib).

Tapi di sini aku bukan mau membahas tata bahasa hikmat tetapi menuliskan pengertian hikmat yang kudapat dari khotbah Minggu kemarin.

Ada beberapa pengertian hikmat, dan yang paling indah adalah hikmat seperti yang dimiliki oleh Raja Salomo di mana hikmat adalah kemampuan untuk memahami dan mengatasi masalah-masalah kehidupan sehari-hari.

Banyak orang yang pintar secara ilmu tetapi belum tentu memiliki hikmat. Hendaknya di dalam menjalani kehidupan kita juga memiliki hikmat yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Aku tidak hendak berpanjang lebar membahas hikmat karena sesungguhnya aku belum pantas dan pemahamanku juga minus soal itu.

Di sini aku hanya ingin menuliskan ilustrasi tentang hikmat yang pernah kudengar dari seorang pendeta (aku lupa pendeta siapa).

Cerita itu berkisah tentang Mahatma Gandhi semasa mengikuti perkuliahan di sebuah universitas di London. Di Universitas tempat beliau menimba ilmu ada seorang Profesor yang entah bagaimana seperti kurang suka melihat beliau dan selalu berusaha menjatuhkan beliau. Mungkin karena beliau dikenal sangat bijaksana.

Alkisah pada suatu hari sewaktu jam makan siang. Mahatma Gandhi belakangan masuk ke kantin. Kantin sudah penuh dan tidak ada tempat untuk duduk lagi. Satu-satunya kursi yang kosong hanya di sebelah Profesor yang juga sedang makan.

Mau tidak mau walaupun enggan karena tahu bagaimana sikap Profesor kepada beliau, namun Mahatma Gandhi menghampiri tempat itu dan duduk di sebelah Profesor.

Melihat hal tersebut, Profesor pun merasa tidak senang dan berkata, “Sungguh tidak pantas seekor babi duduk berdampingan dengan seekor burung.”

Mendengar kata-kata tersebut, Mahatma Gandhi pun berdiri dan dengan tenang berkata, “Oh, saya mengerti. Jangan khawatir Prof, saya akan terbang sekarang juga.”

Mahatma Gandhi pun berlalu dan meninggalkan Profesor yang terdiam menanggung malu. Niatnya semula ingin mempermalukan tetapi karena hikmat yang dimiliki Mahatma Gandhi ternyata kenyataan menjadi terbalik.

Kemudian pada suatu hari di dalam kelas, Profesor sengaja memberikan pertanyaan kepada Mahatma Gandhi.

“Seandainya dalam perjalanan kamu menemukan satu tas penuh berisi kebijaksanaan dan satu tas lagi penuh berisi uang. Tas yang mana akan kamu ambil?”

Mahatma Gandhi pun menjawab, “Saya akan mengambil uang.”

Mendengar itu, dengan sinis dan seolah mengejek Profesor mengatakan, ” Jika itu aku, aku akan memilih kebijaksanaan.”

Dengan santai Mahatma Gandhi berkata,” Seseorang akan mengambil apa yang tidak dia punya.”

Dan Profesor pun kembali menanggung malu oleh karena hikmat yang dimiliki Mahatma Gandhi.

Demikian ilustrasi tentang hikmat yang aku dengar dari khotbah seorang Pendeta. Mungkin cara penyampaianku tidak sama persis tapi semoga intinya dapat. Sebenarnya sudah lama ingin kutuliskan tetapi selalu tertunda. Khotbah tentang hikmat kemarin mengingatkanku kembali.

Siapa tahu berguna bagi orang lain dan bila ternyata tidak berguna paling tidak berguna bagi diriku sendiri.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 150119 (Saat berteduh dari hujan yang sangat deras).

Pict.Pinterest