Kategori
Puisi

Selamat Jalan Ibu Ani Yudhoyono

Paras cantik nan ayu

Keibuan sarat senyum

Tutur kata lembut

Anggun terpancar

Sumber inspirasi dengan hobby kekinian

Sosok ibu panutan penjuru negeri

Sosok itu telah berpulang sudah menghadap Sang Khalik

Indonesia berkabung kini

Selamat jalan Ibu Ani Yudhoyono

Tenanglah di rumah yang baru

Kiranya keluarga besar tabah dan ikhlas

Raga memang telah tiada namun kenangan dan inspirasi pasti akan abadi.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 010619

Nb. RIP Ibu Ani Yudhoyono, 01 Juni 2019 😢😢

Iklan
Kategori
Cinta Indonesia

Ketika Aku Terpaksa Komentar

Aku bukanlah orang yang aktif di WA grup termasuk grup alumni. Hanya ada 2 yang kupertahankan itupun hanya grup sewaktu sekolah menengah yang berisi kami 1 angkatan dan 1 lagi berisi semua angkatan termasuk beberapa guru yang mana grup tersebut terdiri dari lintas suku dan agama yang ada di Sumatera Utara. Grup yang kedua kupertahankan untuk antisipasi sarana berbagi info tentang dunia kesehatan dan rumah sakit bila dibutuhkan. Walaupun sudah banyak yang lari jalur tapi mayoritas masih mengabdi di dunia keperawatan yang tersebar di berbagai daerah. Aku pribadi juga sering memberi informasi bila ada yang membutuhkan informasi atau bantuan tentang rumah sakit dan pelayanan medis di Pematangsiantar.

Kecuali ada info yang bisa kubantu, aku hampir tidak pernah komentar di grup tersebut. Biasanya percakapan didominasi oleh para senior.

Tetapi kemarin aku benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak memberi komentar.

Seorang senior yang merupakan aparat sebuah kesatuan mengirim beberapa video. Pertama dikirimkan bagaimana perlakuan Kepolisian yang menghajar perusuh, video kedua juga masih tema yang sama. Video ketiga berisi kebaikan tentara yang membagi-bagikan makanan dan minuman kepada para demonstran.

Sontak jiwa nasionalisme dalam diriku pun bergejolak. Kalau tadi yang mengirimkan itu sipil biasa mungkin aku tidak terlalu ambil pusing. Tapi karena yang mengirim itu aparat maka aku tidak bisa diam. Beliau memang senior jauh di atasku dan menurut pengamatanku beliau cukup sering meramaikan suasana grup dan termasuk yang disegani. Tapi menurutku apa yang dilakukan kali ini tidak bisa dibenarkan begitu saja. Sudah beberapa jam sejak kiriman itu hanya ada satu orang menanggapi dan bertanya, ” Koq gitu Bang?” dan dibalas lagi dengan kalimat yang memojokkan pihak yang ada di video pertama.

Akhirnya aku tak bisa menahan diri. Awalnya aku hanya mengetik kalimat singkat bernada menyindir yaitu, “Tiba2 aku ingat wejangan orangtua : Jadilah yang terbaik tanpa harus menjatuhkan orang lain.”

Namun setelah menulis itu aku merasa belum cukup dan berpikir kalau hanya begitu belum tentu dimengerti. Akhirnya aku mengetik lagi, “Maaf Bang xxxxx, aku hargai Abang sebagai aparat xxx, tapi tolong jangan ikut2an memprovokasi masyarakat dgn menampilkan keburukan pihak lain. Abang aparat xxx lho,yg harusnya lebih bisa membantu kami masyarakat awam ini untuk semakin bersatu padu mempersatukan Indonesia yang hampir terpecah belah ini. Jangan menjadi sebaliknya. Maaf Bang, aku memang junior dan bodoh tapi aku cinta Indonesia dan tidak ingin negara ini hancur.”

Tak berapa lama notifikasi pun berbunyi terus. Ternyata apa yang kutulis dibalas para kakak senior di sana dengan jempol. Sebagian menulis, ” Pas itu.”, “betul itu” Nah, kenapa dari tadi tak ada yang mengatakan, pikirku. Dan seperti biasa aku pun hanya memantau tanpa komentar lagi. Biarlah mereka para senior yang meramaikan seperti biasa. Tak berapa lama si Abang senior pun muncul dengan satu kata, ” Mikir …” yang dibalas lagi oleh para kakak senior. Ada juga cerita sedih dari seorang kakak yang bekerja di sebuah rumah sakit di Jakarta yang mana karena peristiwa tersebut mereka terpaksa berjaga terus. Karena sungguh dampak dari segala peristiwa ini pasti berdampak ke semua aspek kehidupan. Makanya aku tidak habis pikir mengapa sang Abang senior yang seharusnya bisa menjadi panutan kami tetapi malah begitu.

Percakapan pun berlanjut terus. Tadi pagi aku cek, ada juga seorang senior yang mengirim forward dari Komisi Penyiaran Indonesia yang intinya mengatakan supaya penyampaian informasi seharusnya bersifat menyejukkan dan konstruktif. Diakhiri dengan kalimat, “( di Group WA ini Marilah kita jaga, pelihara & ciptakan bersama Kedamaian & perdamaian untuk NKRI yg kita cintai ini, INDONESIA adalah RUMAH KITA BERSAMA,….)” Kemudian dijawab juga oleh seorang guru senior dengan kata-kata yang tak kalah nasionalis.

Eh, tak berapa lama aku cek lagi ternyata ada seorang yang keluar dari grup dan itu adalah Abang Senior yang kemarin. Nah lho, …

Gassmom-
Pematangsiantar, 260519

Nb. Ketika akal sehat masih dipertanyakan

Kategori
Cinta Indonesia Puisi Bebas

Selamat

Selamat

Sang pilihan rakyat

Terbaik dari antara terbaik untuk pengemban amanat

Atas izin Sang Kuasa yang telah memberi rahmat

Kembali pimpin bangsa berdaulat

Untuk wujudkan harkat

Tinggikan derajat

Menjadi semakin bermartabat.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 220519

Note.

#Sah
#Tuhan berkati negeri kami🙏

Kategori
Cinta Indonesia Indonesia Puisi Bebas

Untuk Sebuah Perubahan

Kasak kusuk di sana

Pertunjukan demi pertunjukan sarat makna

Jiwa-jiwa merana nan kecewa

Sarat gejolak butuh lampias

Picu resah undang nestapa

Rentan prahara

Jiwa-jiwa itu, tak bisakah merenung sejenak?

Halau ego pandang sekitarmu

Tak sadarkah engkau sedang menghancurkan dirimu sendiri?

Satu tubuh satu kesatuan yang berdaulat telah tersakiti,

Hanya demi sebuah kepentingan yang katanya untuk sebuah perubahan …

Sadarkah engkau, perubahan itu tidak harus untuk apa yang kau perjuangkan itu?

Bila ingin perubahan, mulai dari diri sendiri …

Berpikir yang terbaik, berbuat yang terbaik, beri yang terbaik …

Untuk sebuah perubahan.

Gassmom-
Pematangsiantar, 210519

Kategori
Cinta Indonesia Indonesia Puisi

Puisi “Ampuni Kami Tuhan” -Yenni Wahid

Tadi malam dapat kiriman video di WA group. Ternyata Ibu Yenni Wahid yang sedang membacakan puisi pada acara Pray For Indonesia di sebuah stasiun televisi swasta. Puisi yang dibuat dengan bahasa simple dan mudah dipahami tetapi memiliki makna yang cukup dalam. Dibacakan oleh Yenni Wahid dengan penuh penghayatan. Menghujam hingga ke jiwa dan tak urung membuatku menitikkan air mata.
Aku suka puisinya dan pesan yang terkandung di dalamnya serta doa yang terbersit di dalamnya. Karena sesungguhnya walaupun keyakinan berbeda tetapi sebagai umat Kristen, itu juga yang menjadi doa kami, supaya bangsa ini tetap bersatu dalam setiap perbedaan. Kiranya perbedaan bukan memisahkan tetapi menguatkan. Kiranya Tuhan memberkati Bangsa dan Negara Indonesia tercinta ini, menjadi bangsa besar dan bermartabat di mata dunia.

Di sini aku menyalin kembali bait demi bait puisi tersebut beserta video.

Ampuni Kami Tuhan”

Karya: Yenni Wahid

Kitab suci ku mengatakan
Bahwa membunuh satu manusia tak berdosa sama dengan membunuh seluruh umat manusia.

Nabiku memberi tauladan
Bagaimana akhlak dalam memperlakukan orang lain
Bahkan mereka yang memusuhinya
Yaitu dengan kasih sayang dan perikemanusiaan.

Tuhanku mengatakan
Kalau Ia ingin menciptakan umat yang satu,
Mudah bagi-Nya untuk mewujudkan
Namun Ia sengaja menciptakan manusia bersuku, berbangsa, berbeda
Agar mereka saling kenal satu sama lainnya.

Jadi ketika kau meledakkan dirimu di rumah Tuhan
Nabi mana yang kau ikuti ajarannya?

Dan ketika kau justru mencabut nyawa sesama mahluk Tuhan dengan cara yang biadab,
Jangan-jangan kau sedang merasa sebagai Tuhan?
Siapa sesungguhnya yang kau sembah?
Tuhanmu?
Atau nafsu angkaramu?

Tuhan, bangsa ini sedang menangis
Karena ada mahluk- mahlukMu yang disakiti atas nama-Mu

Tuhan, kami sedang berduka
Karena ada segelintir orang yang tega menyakiti sesamanya, saudara sebangsanya
Tuhan, beri bangsa ini kekuatan
Agar tetap bisa bersatu menghadapi segala cobaan.
Hadirkan cahaya Rahman dan Rahimmu
Untuk jadi penerang setiap langkah kami
Jadikan kami alatMu untuk selalu menebar kebaikan.

Dan Tuhan,
Satu permintaan kami kepadaMu,
Anak-anak yang ikut orangtuanya dalam aksi mematikan
Selimuti mereka
Selimuti mereka di surgaMu
Bersama dengan anak-anak lainnya yang jadi korbannya
Karena sesungguhnya mereka tak berdosa.

Ampuni kami semua ya Tuhan
Ampuni kami ya Tuhan.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 260419

Kategori
Cinta Indonesia Indonesia Puisi Bebas

Menjelang Pesta (Demokrasi)

Ada yang berbeda malam ini

Ada keriuhan yang kentara

Ada kesibukan di berbagai penjuru

Mengingatkan akan suasana menjelang pesta

Ya, ini memang malam menyambut pesta

Besok, Rabu 17 April 2019 adalah pesta

Pesta untuk seluruh rakyat Indonesia, pesta demokrasi

Pemilu, pesta rakyat dari masa ke masa

Pesta untuk tunaikan kewajiban sebagai warganegara yang baik

Menggunakan hak memilih untuk masa depan bangsa

Mari, hai segenap putra Putri Pertiwi

Jangan sia-siakan hak yang kita miliki

Hak suara, satu suara sangat berarti

Satu suara untuk Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kota

Pilih sesuai hati nurani bukan sekedar ikut-ikutan

Semua pasti punya kebaikan dan keburukan

Tetapi hidup harus memilih dan pilihlah yang terbaik menurut diri sendiri

Sebisa mungkin jangan tidak memilih

Karena mencoblos itu keren

Nggak mencoblos nggak keren.

☺️☺️☺️☺️☺️

(Edisi pinjam slogan untuk 2 kalimat terakhir)

-Gassmom-
Pematangsiantar, 160419

Kategori
Cinta Indonesia Indonesia nostalgia

Mars Pemilu (Zaman Aku Masih Kanak-kanak)

Tadi dapat kiriman video ini dari seorang teman. Lagu Pemilihan Umum zaman kanak-kanak dahulu. Dulu lagu ini begitu familiar. Di sekolah juga sering dinyanyikan makanya tak heran aku sendiri hapal mati sampai saat ini.
Lagu tersebut adalah ciptaan dari Mochtar Embut, seorang komponis dan penulis lagu.
Ini dia lirik lagunya.

-MARS PEMILU-

Pemilihan umum telah memanggil kita

Sluruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi Pancasila

Hikmah Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya

Pengemban ampera yang setia

Di bawah Undang-Undang Dasar ’45

Kita menuju ke pemilihan umum.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 160419

Kategori
Indonesia Puisi Puisi Bebas Uncategorized

Istimewa

Aku memang tidak mengenalmu secara dekat

Bahkan bersua pun belum

Namun kisah tentangmu begitu istimewa

Tersiar indah di penjuru negeri

Pujian demi pujian tersemat untukmu

Sumber berjuta inspirasi

Asa tertanam untukmu

Rindu tercetus lewat lagu dan syair

Istimewa sungguh

Harap kami

Istimewa selalu abadi

Istimewa segala hal

Jangan biarkan istimewa tercoreng

Bahkan walau hanya karena secuil sampah tak jelas

Biar istimewa abadi

Menjadi kebanggaan

Menjadi panutan

Selamanya.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 201218

Kategori
Puisi

Indonesia, Maafkan Aku

Indonesia Tanah Airku Tercinta Kan Kubela Sepanjang Masa

Ada haru membuncah kala membaca ulang dan merenungkan kalimat itu. Kalimat yang tertulis di baliho yang terpancang megah di Lapangan Adam Malik hari ini Rabu, 19 Desember 2018 dalam rangka Upacara Peringatan Hari Bela Negara & Peringatan Hari Nusantara Kota Pematangsiantar Tahun 2018.

Indonesia

Aku bangga menjadi bagian bangsa ini

Bangga terlahir menjadi putra putri Pertiwi

Namun

Banggaku hanya sekedar bangga

Penuhi rongga dada membuncah jiwa

Bangga tapi tidak tahu berbuat apa

Untuk membuat Indonesia bangga akan keberadaanku

Prestasi tiada

Sumbangsih tiada

Aku hanya butiran debu diantara 260an juta jiwa yang mengaku Indonesia

Indonesia, Maafkan aku

Tidak kupunya keahlian untuk mempersembahkan medali dan prestasi kepadamu

Tidak kumiliki harta berlimpah

Tidak ada talenta lidah jago orasi

Tidak ada nyali untuk menegakkan paham …

Yang kupunya hanya cinta dan bangga

Berbalut doa yang selalu kupanjatkan

Kiranya berkat turun untuk bangsa ini

Menjadi bangsa yang semakin besar bermartabat di mata dunia

Menjalin persatuan dan kesatuan dalam keanekaragaman

Menjalin toleransi antara sesama

Mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi, kelompok, golongan, ormas atau partai politik

Bersatu padu menuju Indonesia Maju dan Jaya

Indonesia, maafkan aku.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 191218

Pict.Pribadi