Kategori
harapan Kisah di balik foto

Mimpi dan Sebuah Foto (1)

Lama tak menulis akibat kemalasan dan hari ini aku bulatkan tekad harus menulis kembali.

Kali ini aku mau menuliskan sedikit kisah di balik foto yang ada di tulisan ini. Tidak terlalu menarik sebenarnya tetapi secara pribadi aku menuliskan ini supaya suatu hari nanti aku membaca tulisan ini kembali.

Foto ini diambil kemarin sore pada acara ibadah bulanan ibu-ibu PKK Kota. Aku baru pertama kali hadir dalam kegiatan tersebut. Awalnya aku tidak berniat ikut berfoto. Malahan aku sudah melakukan orderan ojek online dan tinggal menunggu driver menjemput.

Namun seorang ibu minta tolong supaya aku mengambil foto mereka memakai gadget ibu tersebut. Dan akhirnya akupun mengambil foto mereka.

Setelah banyak foto yang kuambil, aku yang dasarnya juga hobby dijepret begitu pun menjadi tergelitik ingin ikut berfoto (tapi karena newbie aku menahan hasrat tersebut ha ha ha). Kebetulan ada seorang ibu berdiri di dekatku tapi sepertinya tidak berniat ikut. Jadi aku minta tolong ibu tersebut untuk mengambil foto dan aku pun berbaur bersama yang lain.

Begitu aku berbaur ternyata Pak Pendeta, Ibu Pendeta dan Ibu Wakil Walikota berganti posisi. Mereka bertiga duduk di tengah kami. Sambil berfoto, Bapak Pendeta pun berkata, “Ini adalah rombongan peserta wisata rohani yang akan berangkat ke Yerusalem.” Spontan kami mengaminkan, termasuk aku mengaminkan dengan sungguh.

Mungkin bagi ibu lain itu hanya seloroh karena bagi mereka itu bukan mimpi dan bukan suatu kemustahilan mengingat siapa mereka. Berbeda halnya denganku, bagiku berangkat ke Yerusalem adalah sebuah mimpi mengingat bagaimana kehidupanku. Tapi walaupun begitu, aku tetap menyimpan harap untuk itu mengingat tiada yang mustahil. Suatu hari nanti, itu mimpiku.

Dan foto ini sengaja kuabadikan disini, sebagai pengingat untuk sebuah mimpi.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 090219

Iklan
Kategori
Cerita Anak Cerita Mini Cermin

Sachio dan Gadget

“Jadi, ketika kita menganggap ibadah itu adalah sesuatu yang sakral sudah seharusnyalah kita juga berlaku hormat dan tertib dalam pelaksanaannya. Contohnya para remaja, jangan pada saat ibadah tetapi tangan memegang gadget dan sibuk membalas pesan WA dari gadget. Sungguh itu bukan suatu sikap menghormati.”

Sontak Sachio mengangkat wajahnya dan memandang ke Bapak Pendeta yang sedang berkhotbah di altar. Kemudian si bocah 4 tahun itu melirik mamanya dan dengan perlahan namun pasti dia kemudian memasukkan gadget milik mamanya ke tas si mama. Setelah gadget itu dia simpan, Sachio pun memasang sikap sempurna dan serius memandang ke arah Pendeta.

Si mama sebenarnya mengetahui apa yang Sachio lakukan. Tetapi si mama diam saja walaupun sebenarnya dalam hati sudah geli dan kalau tidak ingat sedang berada ditengah ibadah pasti akan tertawa terpingkal-pingkal mengingat raut wajah Sachio saat kaget seperti tertangkap basah mendengar kata-kata Pendeta itu. Tetapi dalam hati terbersit rasa senang juga, berarti si bocah 4 tahun itu mendengarkan juga khotbah Pendeta terlepas dari dia memahami atau tidak tetapi pasti akan ada paling tidak sedikit hal-hal baik yang lengket di memori bocah itu.

Si mama memang paling senang membawa Sachio ikut kebaktian dewasa karena dia termasuk anak yang tertib saat mengikuti kebaktian. Tetapi sebagaimana halnya anak-anak lain pasti dia akan mengalami bosan juga. Dan itu paling sering dia alami di sessi acara khotbah. Untuk mengatasi bosan itu biasanya dia pinjam gadget si mama dan membuka aplikasi di gadget itu.

Terlepas dari Sachio yang masih bocah yang sibuk dengan gadget saat kebaktian berlangsung, saat ini para remaja memang sering melakukan itu. Saat berada ditengah kebaktian tetapi malah sibuk berselancar di dunia maya melalui gadget di genggaman. Hampir setiap kebaktian ada saja yang seperti itu. Jangankan remaja, kadang orangtua seperti diriku juga khilaf.

Kiranya khotbah pendeta tersebut bisa menyadarkan banyak remaja (atau orangtua) yang selalu sibuk dengan gadget saat kebaktian, kiranya bisa berubah. Sachio si bocah 4 tahun saja langsung sadar dan membuat perubahan.Masak yang lebih dewasa kalah dari Sachio …

-Gassmom-
PematangSiantar, September 2018

note.
Tulisan ini sudah pernah diunggah ke PlukMe.
Pict. Pribadi