Kategori
Anak

Pertanyaan Pelik Anakku

Dunia anak adalah dunia belajar yang dipenuhi dengan pertanyaan demi pertanyaan. Sebagai orang tua wajib memberikan jawaban yang “terbaik”. Dan itulah yang selama ini berusaha aku lakukan.

Kategori
celoteh anak Cerita Anak

Di Handphone Mamaku

“Hari ini cerita Alkitab kita tentang Kain dan Habel. Di mana pada suatu hari Kain dan Habel mempersembahkan korban Bakaran kepada Tuhan. Tuhan berkenan kepada korban bakaran Habel tetapi sebaliknya Tuhan tidak berkenan kepada korban bakaran Kain.” Bang Jhon sang guru sekolah minggu pun membuka cerita khotbah di hadapan anak-anak sekolah minggu yang mendengarkan dengan serius.

“Sebelum kita memulai cerita, Abang ingin bertanya, siapa yang pernah melihat api kurban bakaran Kain?” Tanya Bang Jhon.

Dan Sachio pun tunjuk tangan.

“Oh, Sachio katanya sudah pernah melihat. Di mana kamu lihat apinya Sachio?”tanya Bang Jhon.

Dengan penuh percaya diri, Sachio pun menjawab, “Di Handphone mamaku.”

Seketika ruangan sekolah minggu pun dipenuhi dengan tawa mendengar jawaban dari Sachio. Hal itu membuat Sachio semakin sumringah karena merasa sudah membuat semua senang karena dia berhasil menjawab pertanyaan dari Bang Jhon.

***

Sesampai di rumah, Sonia sang kakak yang menemani Sachio sekolah minggu pun menceritakan kepada mama tentang Sachio yang menjawab pertanyaan Bang Jhon dan menjawab bahwa dia sudah pernah melihat di handphone mama. Sonia juga menceritakan bagaimana anak-anak sekolah minggu yang lebih besar menertawakan jawaban Sachio. Sachio yang ikut mendengarkan pun langsung menceletuk, “Iya dong Ma, mereka semua tertawa karena mereka senang Sachio sudah menjawab. Dan memang benar Sachio sudah pernah melihat api di handphone mama.”

Tak ingin membuat Sachio patah semangat, mama pun menjawab, “Bagus dong Sachio sudah tunjuk tangan. Dan itu artinya Sachio memperhatikan guru bercerita. Buktinya pertanyaan yang ditanyakan bisa dijawab.”

Mendengar jawaban itu, wajah Sachio pun semakin berseri-seri. Tinggal mama dan Sonia yang tersenyum menahan tawa.

***

Catatan.

Cerita ini adalah sebuah draft dari 2017, berdasarkan kisah pengalaman Sachio sewaktu masih berusia 4 tahun.
Kain dan Habel adalah kisah Alkitab yang tertulis di Perjanjian Lama yaitu kitab Kejadian 4:1-16.

Api Korban Bakaran Kain dan Habel.(Pict. Pint)

Kain dan Habel adalah anak Adam dan Hawa. Kain menjadi petani dan Habel menggembala kambing domba. Suatu hari Kain dan Habel mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan. Kain mempersembahkan sebagian hasil tanah dan Habel mempersembahkan dari anak sulung dombanya. Korban bakaran Habel berkenan kepada Tuhan tetapi sebaliknya korban bakaran Kain tidak diindahkan Tuhan.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 071219

Iklan
Kategori
Anak

Ketika Monyet, Cacing dan Burung Berkumpul di Gereja

“Anak Sekolah Minggu yang Tuhan cinta, sekarang siapa yang ingin bernyanyi?” tanya Bang Jhon, guru sekolah Minggu yang bertugas hari ini.

Sean yang duduk berdampingan dengan Sonia kakaknya, mengangkat tangan seperti ingin tunjuk tangan namun seolah ragu. Kemudian dia menarik tangan Sonia dan berbisik, “Kak, Sean mau nyanyi.”

“Benar Sean mau nyanyi?” tanya Sonia sambil memandang tak yakin kepada Sean yang masih berusia 3 tahun. “Nyanyi lagu apa?”

“Anak monyet.”

“Betul ya? Biar kakak bilang sama Bang Jhon.”

Melihat Sean mengangguk dengan yakin, Sonia pun memanggil Bang Jhon.

“Bang, adekku Sean mau nyanyi.” ujar Sonia kepada Bang Jhon.

“Oh, ya? Sean mau nyanyi lagu apa? tanya Bang Jhon sambil menghampiri Sean.

“Anak Monyet.” jawab Sean.

“Oke, kalau begitu kita dengarkan dulu Adek kita Sean akan menyanyikan lagu ‘anak monyet’, diharap yang lain jangan ribut.” ujar Bang Jhon.

Sean pun melangkah maju dan mulai bernyanyi.

Anak monyet dalam gereja …”

Ha ha ha…
Anak-anak lain pun tertawa terbahak- bahak.

Anak cacing dalam gereja …”

Ha ha ha…
Ruangan sekolah Minggu pun semakin riuh dipenuhi tawa anak-anak lain. Bang Jhon memberi isyarat supaya anak-anak tenang kembali.

Anak burung di dalam gereja …”

Ha ha ha …
Tawa kembali meledak. Anak-anak tak perduli lagi dengan isyarat Bang Jhon menyuruh untuk diam.

“Sudah selesai Sean?” tanya Bang Jhon melihat Sean sudah diam dengan wajah sumringah

“Sudah Bang.”

“Oke, terima kasih Sean telah bernyanyi. Anak- anak lain juga harus berani seperti Sean. Sean yang masih kecil saja berani, harusnya kalian lebih berani lagi.” ujar Bang Jhon. “Nah, Sean sudah bisa kembali ke tempat duduknya supaya kita menutup kebaktian kita dengan doa.”

Sambil senyum-senyum karena Bang Jhon memuji dia, Sean pun kembali ke tempat duduknya diiring tawa dan bisik- bisik anak lain. Hal itu membuatnya semakin senang karena merasa sudah membuat orang lain senang tanpa Sean tahu apa yang membuat anak-anak Sekolah Minggu yang usianya jauh diatasnya itu tertawa terbahak-bahak.

***

note.
Lagu ‘Anak Monyet’ adalah salah satu lagu anak Sekolah Minggu yang sering dinyanyikan di gereja. Saking sering dinyanyikan sampai Sean yang berusia 3 tahun pun hapal. Tapi entah grogi atau bagaimana, di depan anak sekolah Minggu yang lain dia menyanyikannya dengan kata berbeda sehingga anak lain merasa lucu sampai tertawa terbahak-bahak.

Lirik lagu yang sebenarnya adalah:

Anak Monyet’

Anak monyet di atas pohon
Anak cacing di dalam tanah
Anak burung di dalam sangkar
Anak Tuhan di dalam gereja

Panjang muka namanya kuda
Panjang hidung namanya gajah
Panjang tangan itu pencuri
Panjang sabar itu anak Tuhan

-Gassmom-
Pematangsiantar, 250119

Sebenarnya tema ini sudah pernah kutulis dan kuunggah di platform lain. Tapi berhubung platform tersebut sudah tidak aktif, jadi aku tulis ulang dengan sedikit perubahan.