Kategori
Kecantikan tulisan Bebas

Rahasia Awet Muda

Beberapa hari yang lalu seseorang memberi nasehat kepadaku. Konon katanya nasehat itu warisan dari Ibunda beliau dan sudah dibuktikan oleh sang Ibunda dan pemberi nasehat.

Nasehat itu adalah perihal awet muda dan supaya tidak gampang pikun. Nasehat yang sederhana tapi masuk akal juga.

Jadi menurut beliau bila ingin awet muda dan tidak cepat pikun, kuncinya adalah jangan mau berteman dengan orang yang lebih tua dari usia kita. Tetapi bertemanlah dengan yang usianya di bawah kita.

Kalau kita berteman dengan yang sudah tua apalagi sudah masuk kategori nenek, bagaimanapun kita pasti akan menyesuaikan diri dengan sikap, tindakan dan polah mereka. Dalam proses adaptasi maka lama kelamaan kita pun akan menjadi seperti mereka. Itu sebabnya Sang Ibunda tersebut sangat menghindari berteman dengan yang seusia beliau apalagi di atas usianya. Tapi dalam arti tetap bergaul, menjalin komunikasi dan ikut perkumpulan. Namun untuk komunikasi intens beliau lebih memilih dengan yang usianya lebih muda.

Beliau sudah menerapkan hal tersebut dan pada usia sudah lebih dari 80-an beliau tetap energik dan tidak pikun.

Menurutku pendapat tersebut ada benarnya. Aku juga sudah membuktikan hal tersebut. Di pekerjaanku dulu, didominasi orang muda. Usiaku merupakan tertua nomor 3 di tim kami. Tetapi kalau orang melihat sekilas kadang salah kaprah dan tidak percaya dengan usia yang kusebut. Menurut mereka aku belum nampak setua usiaku. Berarti bisa jadi hal itu terjadi karena saban hari berada di antara mereka yang muda.

Berarti teori Ibu tersebut terbukti. Tetapi yang menjadi masalah saat ini adalah, situasi kerjaku sekarang. Sejak April 2018, aku pindah kerja dan ternyata yang terjadi adalah kebalikan dari pekerjaanku sebelumnya. Aku menjadi mahluk dengan usia termuda dengan usia yang lain jauh di atasku. Dan itu artinya ….

-Gassmom-
Pematangsiantar, 241218

Pict. Pribadi

Iklan
Kategori
orangtua Renungan story of my life Tentang anakku tulisan Bebas Uncategorized

Ulang Tahun Yang Tidak Adil

“Bou, tadi malam Sean ulang tahun.” cerita Sean kepada Bou yang mengasuhnya bila mamanya kerja.

“O, ya? Selamat ulang tahun Sean. Sudah besar Sean ya? Jadi mama beli apa untuk Sean?” tanya Bou.

“Kue cantik. Enak bou.” jawab Sean yang baru genap berusia 3 tahun tapi sudah pandai bercerita kepada orang lain.

“Tapi Bou, nggak ada kado. Chio ulang tahun banyak kado.” lanjut Sean lagi dengan bahasa kanak-kanaknya menyebut nama abangnya yang berusia 2 tahun diatasnya.

“Kalau Chio ulang tahun banyak kado?”

“Iya. Mama kasih kado. Kak Sonia kasih kado. Kak Sarah kasih kado. Semua kasih kado.” jawab Sean dengan mimik lucu wajah khas kanak-kanak.

“Jadi Sean?”

“Sean cuma kue. Abang juga dikasih kue. Tapi kado Abang banyak.” ujar Sean lagi sambil merentangkan kedua tangannya seolah memperjelas “banyak” versi dia.

Demikian percakapan antara Sean, bocah yang baru genap berusia 3 tahun dengan Bou pengasuhnya. Merasa lucu dengan percakapan mereka si Bou pun menceritakan hal tersebut kepadaku. Sean sambil mesem-mesem juga mendengarkan Bou bercerita.

Akupun tertawa sambil berkata kepada Sean,”Tapi Sean kemarin kan Mama belikan juga pakaian dalam yang banyak?”

“Iya, tapi nggak kado.” sahutnya tak mau kalah. “Kado pakai bungkus cantik. Itu kado.” sambungnya lagi.

Tak urung kami tertawa terpingkal-pingkal melihat gaya Sean yang lucu dan polos menerangkan tentang kado.

Tapi mau tidak mau pembicaraan kami membekas juga dalam hatiku.

Sebagai cowok satu-satunya, mau tidak mau Sachio memang harus dibelikan perlengkapan serba baru. Ulang tahun pun kerap menjadi waktu yang tepat untuk memberi yang baru kepadanya. Demikian juga kedua kakaknya tidak mau kalah memberi sesuatu yang baru kepadanya.

Sementara Sean, si bungsu dari 4 bersaudara dan memiliki 2 kakak perempuan. Semua kebutuhan dia selalu tercukupi dari warisan kakaknya. Jadi hanya sebagian kebutuhannya yang harus baru. Dan kalau memang butuh tidak harus menunggu ulang tahun pasti dibeli.

Tetapi ternyata Sean, bocah yang baru genap berusia 3 tahun itu sudah merasakan ketidakadilan dalam hidupnya dan curhat ke Bou pengasuhnya.

Yah, sebagai orangtua aku memang masih harus lebih banyak belajar lagi. Apa yang menurutku sudah baik dan adil tetapi ternyata bocah 3 tahun pun sudah merasakan kesenjangan.

Semoga hari-hari kedepan, aku bisa semakin bijaksana dalam menghadapi dan memahami anak-anakku.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 241218

Pict. pribadi
note: Bou/amboru/polu (bahasa Batak)= amboru, bibi, Tante

Kategori
Renungan Renungankoe tulisan Bebas

Karena Zona Waktu Setiap Orang Berbeda

“Usia ibu berapa? ”

“Jadi anak ibu berapa?”

“Yang paling besar berapa usianya?”

Awalnya aku bertanya hanya sebagai pengalihan karena melihat ibu tersebut masih menahan sakit walaupun sudah diberi anastesi lokal di lengan untuk pemasangan kontrasepsi Implant. Tetapi jawaban ibu tersebut ternyata cukup membuatku sedikit kaget dan tanpa sadar aku memperhatikan wajahnya lagi.

Ibu itu berusia 38 tahun, memiliki 3 anak dan sudah memiliki 1 cucu berusia kurang dari 1 tahun. Bahkan ternyata putrinya juga ada diantara mereka yang mengikuti pelayanan kontrasepsi Implant hari ini. Sementara kalau melihat penampilan ibu itu masih seperti gadis karena body juga lumayan terawat.

Perbincangan dengan ibu tersebut mengingatkanku dengan artikel yang pernah kubaca. Bahwa setiap orang memiliki zona waktu yang berbeda.

Ibu itu yang usianya lebih muda 1 tahun dariku ternyata sudah memiliki cucu padahal anakku yang paling besar masih kelas VII. Sementara itu masih ada temanku yang usianya jauh diatasku tapi sampai saat ini masih tetap berada distatus belum menikah.

Yah, setiap orang memiliki zona waktu yang berbeda. Dimana bila kita berpikir dengan akal manusia kadang bisa menimbulkan pertanyaan demi pertanyaan mengapa, mengapa dan mengapa. Bahkan bisa menimbulkan rasa iri dan dengki. Atau bahkan bisa menghadirkan rasa sepele bila yang kita lihat seperti tidak lebih baik dari kita.

Tetapi sebagai orang yang memiliki iman, kita tidak boleh membiarkan iri, cemburu ataupun hal -hal semacam itu muncul dalam pikiran. Juga jangan menghina mereka yang kita lihat situasi kondisinya berada di bawah kita. Setiap orang punya zona waktu yang berbeda. Kita harus tetap berada di jalur kita, melakukan yang terbaik dalam hidup, tetap percaya bahwa Tuhan punya rencana yang berbeda untuk setiap orang. Semua akan indah pada waktunya. Waktu Tuhan selalu tepat.Rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 240918

(Tulisan ini sebelumnya sudah pernah diunggah di PlukMe.)

note:
Implant adalah salah satu metode kontrasepsi jangka panjang, mengandung hormon Progesteron, di pasang di bawah kulit. Lazim disebut susuk.
Pict. Pribadi

Kategori
Cerita Mini Cermin Renungan Tentang anakku tulisan Bebas

Baju Biru (Cerita mini Tentang Natal)

Acara sudah dimulai ketika kami tiba. Ruang gereja sudah penuh karena Natal Paud tahun ini ternyata disatukan dengan Natal anak sekolah Minggu jemaat gereja tempat PAUD berada.