Kategori
Pematangsiantar Tentang Kotaku Pematangsiantar

Hari Ini Pembukaan Puasa

Senin yang sesuatu. Sama seperti Senin yang sebelum-sebelumnya. Menghabiskan setengah hari dengan rapat dan rapat.

Begitu juga hari ini, diawali dengan rapat pembinaan dipimpin oleh pimpinan dilanjutkan oleh para kepala bidang. Sesudah itu rapat koordinasi lagi menentukan jadwal kegiatan.

Ada yang berbeda hari ini. Bila biasanya rapat disuguhkan air minum kemasan tetapi hari ini tidak ada karena kebetulan hari ini pembukaan puasa.

Begitu juga waktu rapat di ruangan pimpinan, entah kebetulan atau tidak ternyata air minum kemasan yang biasanya selalu tersedia pun hari ini hanya tinggal 2 buah.

Begitu selesai rapat, sudah tengah hari. Kami pun mengakhiri dengan bincang bebas ala kami. Seorang teman mengatakan bahwa dia sangat haus. Rapat hari ini membuat lupa minum. Aku pun menyahuti ucapan itu dan mengatakan kalau aku juga sebenarnya sudah sangat haus dan sudah dari tadi ingin minum tetapi tidak jadi karena kebetulan aku berada satu kursi dengan ibu Bintang dan Ibu Santi. Kedua temanku yang berhijab tersebut sedang menjalankan puasa dan aku tak mungkin minum di depan mereka.

Ternyata ibu Bintang mendengar ucapanku dan menjawab, “Nggak apa-apa lho Bu. Kalau ibu minum bukan berarti tidak menghormati kami. Karena memang situasinya yang begitu. Kami juga tidak apa-apa koq. Bahkan sesungguhnya itulah arti puasa itu. Bisa menahan diri walaupun ada godaan. Lain halnya kalau Ibu sudah tahu kami puasa tetapi ibu malah mengajak kami makan, nah kalau itu baru …” ujar Ibu Bintang sambil tertawa.

“Iya sih Bu. Tapi kami tetap segan juga koq.” ujarku lagi.

Dan kami pun melanjutkan perbincangan sampai akhirnya bubar karena sudah jam istirahat.

Itulah sekelumit cerita pada hari pertama puasa dari Kota Pematangsiantar yang mendapat peringkat ke tiga sebagai kota paling toleran se Indonesia.

Gassmom-
Pematangsiantar, 060519

Iklan
Kategori
Pematangsiantar Tentang Kotaku Pematangsiantar

Patung Dewi Kwan In di Pematangsiantar (Vihara Avalokitesvara)

Kota Pematangsiantar sudah dari dulu dikenal sebagai kota dengan toleransi umat beragama sangat tinggi. Di kota ini Mesjid, gereja dan kuil/ Vihara berdiri megah di mana-mana.

Patung Dewi Kwan in difoto dari Gedung Bakordik RSUD Djasamen

Patung Dewi Kwan in dari seberang Sungai Bah Bolon

Salah satu Vihara yang ada di Pematang Siantar adalah Vihara Avalokitesvara yang mana di Vihara tersebut terdapat Patung Dewi Kwan In. Merupakan patung Dewi Kwan In tertinggi di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Vihara ini merupakan salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi di PematangSiantar. Kebetulan lokasinya juga dekat pusat kota yaitu terletak di Jl. Pusuk Buhit, Kecamatan Siantar Timur, di tepi Sungai Bah Bolon.
Vihara terbuka untuk umum, umat beragama apapun boleh berkunjung. Tetapi kalau sudah sore dan waktunya mereka beribadah maka kita dipersilahkan pulang. Selain Patung Dewi Kwan In juga terdapat banyak patung lain. Tetapi yang lebih dikenal orang adalah Dewi Kwan In.

Karena foto-foto Patung Dewi Kwan In sudah banyak di mana-mana jadi foto Patung Dewi Kwan In kali ini saya ambil dari sudut yang berbeda yang jarang diambil orang. Difoto dari tingkat 2 Gedung Bakordik RSUD Djasamen yang berada di seberang Sungai Bah Bolon. Kalau ingin melihat foto-foto lain di Google pasti sudah banyak koq.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 220918

Sumber Foto :Dokumentasi Pribadi

Tulisan ini sudah pernah diunggah di PlukMe.

Kategori
Pematangsiantar Tentang Kotaku Pematangsiantar

Ternyata Kuil Hindu ada di Pematangsiantar ( Shri Mariamman Koil )

Kota Pematangsiantar adalah kota dengan sebutan kota toleransi karena di kota ini umat beragama yang berbeda bisa hidup rukun dan berdampingan. Bebas menjalankan ibadah tanpa ada intervensi dari pihak lain. Itu yang terjadi sampai saat ini dan semoga selalu seperti itu.

Di Kota Pematangsiantar ini Mesjid, gereja dan Vihara ada dimana-mana. Aku juga hampir tahu semua lokasinya.

Tapi ternyata ada yang tidak kutahu selama ini. Bahwa ternyata di kota kami ini Kuil Hindu juga ada. Dan ternyata bukan aku saja yang tidak tahu, banyak koq temanku yang tidak tahu. Padahal ternyata sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu, walaupun memang diresmikan secara resmi oleh Walikota Pematangsiantar pada tahun 2017 kemarin.

Gambar: Tata cara masuk Kuil

Aku juga mengetahui keberadaan kuil tersebut secara tidak sengaja. Sewaktu ada sesuatu dari kantor yang terpaksa harus kusampaikan sendiri kepada Pandita Kuil tersebut.

Kuil Hindu ini bernama Shri Mariamman Koil, berada di tepi Sungai Bah Bolon dekat pemakaman muslim yang di jl. Pane. Tetapi kalau belum tahu mungkin akan susah menemukan kuil ini karena jalan kesana bukan jalan besar tetapi gang dengan lebar +- 1 meter, gang tersebut berada persis di samping Gereja Penyebaran Injil (GPI) atau yang lebih sering disebut orang sebagai Gereja Pendeta Dion. Bangunan kuil berada di belakang bangunan lain di tempat yang agak rendah dari bangunan lain. Mereka memilih lokasi tersebut karena berada di tepi Sungai Bah bolon karena menurut Pandita, syarat berdiri kuil harus dekat aliran sungai karena sebelum ibadah jemaat wajib mencuci kaki terlebih dahulu di aliran sungai. Sewaktu kusinggung tentang air yang tidak jernih, menurut Bapak Pandita tidak menjadi masalah yang penting “air”, karena bagi mereka air itu adalah sumber kehidupan, manusia bisa hidup tanpa makan tetapi mustahil bisa hidup kalau tanpa minum, begitu kata Bapak Pandita.

Lokasi kuil tidak terlalu luas, kuil juga tidak termasuk besar. Menurut Bapak Pandita kalau ibadah yang dilakukan setiap hari Jumat, sebagian jemaat yang berjumlah sekitar 100 orang melakukan ibadah di halaman kuil. Walaupun tidak terlalu luas tetapi suasana disana cukup nyaman, angin berhembus dengan sejuk dan jauh dari hingar bingar kendaraan.

Gambar: Bagian luar Kuil

Gambar: Patung Dewa dan Dewi (Lupa namanya)

Gambar: Ruangan di dalam Kuil

Kami tidak terlalu lama berada di Kuil tersebut tetapi sempat juga mendokumentasikan Kuil walaupun hanya dengan modal kamera Gadgetku yang sudah tidak bagus lagi. Tetapi lumayanlah, jadi tahu tentang Kuil Hindu di Pematangsiantar dan semakin menguatkan sebutan kota toleransi bagi Kota ini.

-Gassmom-

Pematangsiantar, 220918

Sumber foto :Dokumentasi Pribadi

Kategori
Tentang Kotaku Pematangsiantar

Taman Hewan Pematangsiantar, Memberi Wisata dan EdukasiĀ 

Waktu kami masih kecil bapak kami termasuk orang yang rajin membawa kami pesiar.
Termasuk ke Taman Hewan Pematangsiantar yang dulu dikenal dengan sebutan Kebun Binatang.
Aku termasuk orang yang terkesan dengan pengalaman itu dan ingin meninggalkan kesan yang sama kepada anakku.

Karena itulah sejak anak sulungku berumur 1 tahun aku sudah rajin membawa dia ke taman hewan yang beralamat di jln Gunung Simanuk manuk itu.
Saat itu tiket masuk termasuk murah sekitar 8000an. Tetapi sejak tiket naik dan naik terus sampai sekarang tiket masuk taman hewan sudah Rp 25.000,- ditambah lagi anak sudah 4 dan masih ada yang bayi akhirnya aku mulai jarang membawa mereka ke sana, terakhir 2014.

Tapi Kamis kemarin aku membawa mereka lagi. Kami berempat, minus sibungsu yang ditinggal karena pasti akan capek menggendong dia. Tiket masuk masih 25ribu Rupiah untuk usia di atas 3 tahun.

Setelah membeli tiket di loket kemudian kita berikan kepada penjaga pintu masuk yang kemudian akan memakaikannya sebagai gelang di tangan kita.

Tiket masuk ke Taman Hewan Pematangsiantar

Kebaktian di Taman Hewan Pematangsiantar

Suasana tidak banyak berubah hanya fasilitas umum dan untuk anak semakin bertambah.
Sekarang sudah ada kids corner dekat tempat ular di sebelah kanan gerbang masuk. Area yang aman untuk bermain anak. Juga sudah ada wastafel umum untuk mencuci tangan serta fasilitas untuk olahraga ada 3 buah.
Tapi aku baru tahu kalau ternyata di sana boleh mengadakan kebaktian. Sewaktu kami baru sampai, ada rombongan ibu-ibu plus pendeta yang sedang mengadakan kebaktian. Setelah selesai kebaktian mereka melakukan acara bebas menikmati pemandangan yang ada.

area kids corner Taman hewan Pematangsiantar

area kids corner Taman hewan Pematangsiantar

sarana untuk olahraga

Moment ini kedua kali aku membawa anakku yang cowok ke sana tapi yang pertama kali dia masih bayi yang digendong dan belum tahu apa-apa.
Kalau kakak-kakaknya sudah puluhan kali aku bawa kesana jadi kali ini mereka lebih tertarik dengan permainan. Kali ini aku khusus mendampingi anakku yang cowok yang benar-benar antusias melihat hewan-hewan. Tak ada capeknya dia menjelajah. Semua membuat dia tertarik termasuk ikan walaupun sudah biasa tapi dia selalu antusias melihatnya. Mungkin itu bedanya anak laki-laki dibanding perempuan.

O iya, satu lagi yang membuat aku senang membawa anak pada hari biasa adalah mereka lebih fokus ke hewan dibanding permainan lain. Karena kalau hari libur dan minggu semua fasilitas permainan akan dibuka termasuk wahana bermain anak di mana di sana ada beragam permainan seperti komedi putar, mandi bola, kereta api dan banyak lagi. Semua harus membeli tiket untuk setiap permainan. Belum lagi nanti pasti mereka minta naik perahu yang di kolam bawah. Jadi bagiku berkinjung pada hari biasa juga untuk menghemat pengeluaran untuk permainan. Paling nanti mengeluarkan duit untuk membeli es krim Walss he he he…

Tapi terlepas dari hematnya aku, (hmm …) membawa anak ke Taman Hewan itu tidak ada ruginya bahkan sangat bermanfaat. Dengan hanya membayar Rp 25.000,- sudah melihat, mengenal berbagai macam hewan di Taman Hewan yang merupakan terlengkap di Sumatera Utara itu.
Juga untuk menambah pengetahuan. Pikiran juga segar karena melihat pemandangan yang hijau dan sejuk dari Pepohonan. Kita bebas sampai berapa jam yang kita mau berada di sana.

O iya, Taman hewan buka mulai pkl 08. 00-17. 00 WIB.

Pokoknya Taman Hewan Pematangsiantar recomended untuk semua kalangan.

Berikut beberapa foto hewan yang ada di Taman Hewan Pematangsiantar.

Gassmom-

Kategori
Tentang Kotaku Pematangsiantar

Kasuari Cafe & Resto,,,Tempat Nongkrong Yang Natural dan Nyaman

Di era selfi sekarang, cafe bukanlah hal yang asing lagi.
Cafe sudah bertaburan di mana-mana dan sudah menjadi gaya hidup orang kebanyakan. Nongkrong di cafe, cekrek-cekrek alias foto-foto kemudian diupload di medsos.

Begitu juga halnya di kota kami tercinta, Pematangsiantar.
Cafe sudah menjamur di mana-mana. Dengan mengusung gaya kekinian cafe pun eksis menjadi peluang bisnis bagi yang punya modal dan kemauan.

Tapi di tulisan ini aku bukan mau membahas cafe-cafe itu.
Hanya mau menuliskan tentang satu cafe yang baru-baru ini aku kunjungi. Aku tertarik dengan konsep yang diusung. Yaitu Kasuari cafe & Resto yang beralamat di jalan Kasuari no.8 Pematangsiantar.
Tidak seperti cafe kebanyakan, cafe ini mengusung gaya bersahabat dengan alam.

Natural, damai, sejuk, bersih dan nyaman, itu kesan yang aku dapat.
Suasana tersebut otomatis membuat pengunjung betah di sana.

Pintu masuk ke Kasuari cafe &resto yang sudah menyuguhkan pemandangan natural

Kolam yang berisi ratusan ekor ikan

Tempat nongkrong dibuat bentuk joglo tapi lumayan luas juga dengan gaya lesehan.
Di tengah cafe terdapat kolam ikan yang lumayan luas penuh dengan ikan. Jadi selain nongkrong kita juga disuguhi pemandangan kolam ikan yang sudah pasti menghadirkan damai dan sejuk di hati.
Kalau mau, juga bisa memberi makan ikan-ikan itu karena mereka juga menyediakan makanan ikan yang bisa kita beli untuk diberi ke ikan.

Musik yang diputar juga musik lembut dan memberi damai. Kemarin sempat juga aku dengar diputar gending jawa.

Cocok juga untuk tempat nongkrong dengan keluarga. Selain joglo lumayan luas, tersedia juga tempat bermain untuk anak walaupun masih sebatas ayunan.

Tempat bermain anak

Bila ingin membuat party juga bisa karena ada ruang luas yang bisa dipakai untuk party .

O, iya …dari tadi aku hanya membicarakan tempat.
Padahal kalau ke cafe pasti yang dicari makanan juga. Tapi makanannya juga mantap koq, lengkap, enak dan harga juga terjangkau seperti kebanyakan cafe yang lain.

Jadi menurutku Kasuari Cafe &Resto ini recomended untuk dikunjungi.
Apalagi kalau suasana hati gundah gulana, ini benar-benar cafe yang cocok untuk menenangkan jiwa.

GASSMOM-
Pematangsiantar, 21 Oktober 2016