Kategori
Sebuah Perjalanan

Cagar Alam Kawah Putih Dolok Tinggi Raja

Sebenarnya kami ke tempat ini bulan November kemarin. Entah kenapa tertunda terus menuliskannya.

Iklan
Kategori
Sebuah Perjalanan

Agrowisata: Melirik Ladang Nenas di SaranPadang, Simalungun

Minggu lalu dalam sebuah perjalanan menuju destinasi wisata Kawah Putih di mana kami memilih jalan lewat dari Seribudolok, kami juga melewati Saran Padang kecamatan Dolok Silau.

Kategori
Sebuah Perjalanan

Air Terjun Gibeon(Part 2)

Untuk ke 2 kali berkunjung kembali.
Tahun lalu hanya berdua dengan suami. Dan tahun ini bersama anak-anak minus si bungsu.

Kategori
Sebuah Perjalanan

Segarkan Mata, Segarkan Jiwa Dengan Yang Hijau Di Kebun Teh Sidamanik

Kalau di Bogor ada kebun teh yang terkenal dan sering jadi lokasi syuting FTV, Simalungun juga sebenarnya memiliki kebun teh yang luas dan layak menjadi destinasi wisata.

Kategori
Sebuah Perjalanan

Dolog Simarjarunjung Yang ┬áTak Seindah Dulu Lagi (menurutku)

“Dingat ma i dolog in, dolog Simarjarunjung in, manatap ma hita na dua … ” dst.

Itu merupakan bait dari lagu yang dinyanyikan Edi Silitonga yang menceritakan tentang kenangan sepasang muda mudi di dolog Simarjarunjung. Lagu ini cukup tenar dimasanya dikalangan etnis suku Batak Simalungun.

Gunung Simarjarunjung ataupun dalam bahasa Simalungun disebut dolog Simarjarunjung juga cukup tenar di area Kabupaten Simalungun kala itu. Dolog tempat manatap/memandang ke Danau Toba. Dulu juga dikenal sebagai tempat pemancar TVRI. Lengkap dengan hotel untuk tempat menginap.

Aku tak tahu mulai kapan, tapi waktu aku SD tahun 90-an sudah seperti itu. Kala itu objek wisata belum banyak, jadi para turis lokal menjadikan dolog Simarjarunjung sebagai salah satu tujuan untuk pesiar. Terlebih para muda mudi sering menjadikan tempat ini sebagai tempat rekreasi.

Sekarang, daerah wisata semakin banyak dikenal.
Semua berlomba mempercantik diri untuk menarik peminat. Karena sekarang rekreasi juga sepertinya menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat. Medsos turut berperan dalam hal ini. Pengunjung mengabadikan pose diri dengan pemandangan, upload di medsos dan otomatis dilihat orang lain yang nantinya tertarik juga melakukan hal serupa.
Hal ini membuat daerah terkait semakin semangat mempercantik destinasi wisata tersebut.

Tetapi ternyata, yang terjadi di dolog Simarjarunjung justru sebaliknya.
Baru-baru ini aku kesana, jangankan mempercantik. Yang dulu sudah indahpun tak bisa dipertahankan.
Menurutku lebih indah Simarjarunjung yang dulu. Bahkan entah bagaimana batas untuk memandang yang dulu adalah rumput-rumput/pepohonan sekarang malah diberi batas kawat berduri dan digarap jadi ladang. Membuat suasana makin runyam.

Entahlah, tak tahu siapa yang harus disalahkan dalam hal ini. Padahal mengingat jam terbang dolog Simarjarunjung yang sudah cukup lama, seharusnya Dolog Simarjarunjung harus bisa tampil lebih indah lebih maju dari pada daerah wisata yang baru muncul.
Tapi sepertinya yang terjadi adalah ”lalap i parlalapan” jalan ditempat bahkan semakin merosot.

Tapi yang sedikit membuat senang, sepertinya sudah ada masyarakat yang menyadari bahwa manusia sekarang haus rekreasi .
Sebelum sampai ke Dolog Simarjarunjung pemancar TVRI, sudah ada masyarakat desa tersebut yang membentuk lokasi panatapan sendiri. Lumayan juga untuk meramaikan suasana dan area pandang. Jalan kesana juga sudah bagus aspal hotmix. Makanya tak heran walaupun kami kesana hari biasa tapi ada juga beberapa rombongan mobil keluarga yang berkunjung.
Harapku mereka tidak merasakan yang kurasakan tapi biarlah keindahan alam yang mereka lihat dan membius mereka dengan panorama yang ada.


Sebagai masyarakat biasa dan yang tahunya hanya berkunjung, aku pribadi jelas tidak bisa berbuat apa-apa.
Tapi begitupun aku berharap semoga pengelola dan pemerintah setempat melirik ulang dolog Simarjarunjung dan kalau bisa membuatnya menjadi salah satu tujuan wisata yang layak dilirik di Simalungun.
Kalau di zaman dulu saja bisa maju kenapa di era sekarang tidak bisa lebih maju lagi?

-GASSMOM-

Kategori
Sebuah Perjalanan

Trip ke Taman Simalem Resort, Pearl of Lake Toba

Sebenarnya tidak semua setuju kami trip ke Taman Simalem.
Karena entah kenapa kebanyakan teman bila diajak liburan/jalan, sepertinya mindset mereka jalan-jalan itu identik dengan mandi-mandi dan berenang. Tapi setelah berunding lagi akhirnya semua setuju trip ke Taman Simalem.

Kami berangkat dari Pematangsiantar pkl 09.00 WIB. Tiba di lokasi pkl 11.30 WIB.
Taman Simalem ini berada di Kabupaten Karo, 8 km lagi dari Simpang Merek Situnggaling ke arah jalan menuju Sidikalang. Kalau dari Merek situnggaling, Taman Simalem berada di sisi sebelah kiri.

Gerbang masuk Taman Simalem
Lebih kurang 10 meter dari gerbang masuk terdapat pos Satpam sekaligus tempat pembayaran tiket masuk. Karena kami naik minibus kami membayar Rp 400ribu.

Tarif masuk taman Simalem.
Ternyata tarif masuk berbeda, tergantung kendaraan. Yang pasti tarif weekend lebih mahal dari hari biasa.

Setelah bayar, kami diberi peta dan keterangan tempat. Jadi kita tour sendiri dengan bantuan peta tersebut.

Peta, guide di taman Simalem

Ternyata Taman Simalem ini luas.
Kalau ke sini baiknya memang naik mobil atau sepeda motor. Karena kalau jalan kaki pasti capek dan tidak semua bisa dijalani

Taman Simalem dilengkapi fasilitas hotel, villa, lodge, cafe, lapangan golf, kolam pancing, agro tourism, camping ground, arena out bound dan banyak lagi fasilitas lainnya. Terutama ditujukan bagi tamu yang menginap yang bisa menginap sambil melakukan aktifitas liburan di fasilitas yang sudah disediakan.

Tapi karena kami hanya bertujuan untuk menikmati alam dan pesona Danau Toba yang katanya keren dari sana, jadi kami fokus hanya ke titik untuk memandang.

Ada banyak titik yang menyuguhkan panorama indah Danau Toba.

Yang paling tinggi adalah One Tree Hill, merupakan dataran tertinggi di sana. Yang membuat tempat itu unik, ada 1 bukit kecil disisakan di dataran yang sudah diratakan dan diatas bukit kecil itu tumbuh sebatang pohon. Dari sana kita puas memandang ke Panorama Danau Toba. Di depan mata disuguhi pemandangan Danau Toba yang indah sekali bagaikan lukisan,ya lukisan Sang Pencipta.
Memandang ke belakang tampak hutan hijau yang menyegarkan mata dan jiwa.
Bila berada di sana rasanya tak ada bosan, serasa tak ingin pulang.

One tree hill, satu pohon di atas bukit tempat memandang

Panorama Danau Toba yang indah bak lukisan, dipandang dari one tree hill

Hampir semua tempat kami jalani.
Sebenarnya ada satu tempat lagi yang ingin kami kunjungi yaitu air terjun kembar, tapi sebagian tidak setuju karena harus jalan kaki melintasi hutan .

Secara keseluruhan berwisata ke taman Simalem ini cukup menarik.
Panorama alam benar-benar memanjakan mata dan jiwa.
Recomended untuk rombongan keluarga yang hanya ingin bersantai menikmati alam, recomended untuk yang berjiwa petualang juga.

Berbagai sensasi dalam satu wadah, tergantung kita mau apa.

Kerennnn!!!

-Gassmom-

Kategori
Sebuah Perjalanan

Air Terjun Bukit Gibeon, Sibisa

Dalam perjalanan pulang dari Porsea kami menyempatkan diri untuk singgah di kawasan wisata rohani bukit Gibeon yang akhir-akhir ini nampaknya sedang booming menjadi daerah tujuan wisata bagi turis lokal.

Kategori
Sebuah Perjalanan

Trip Dengan Sepeda Motor Siantar-Porsea PP

Bagi sebagian orang mungkin sudah biasa ya, apalagi para teeneger yang notabene masih kuat secara fisik.
Diriku juga sewaktu muda, usia 20-an sering melakukan trip by motorcycle.
So,,, apa yang istimewa ya sehingga aku menuliskan ini?

Kategori
Sebuah Perjalanan

Hilangkan Lelah Dengan Mandi Air Belerang di Hot Spring Pangururan

Bila sudah berada di daerah Pangururan rasanya tidak sah kalau tidak mampir ke Pemandian Air Panas Hot Spring Pangururan.
Begitu juga dengan kami.
Setelah puas bermain dan menikmati pesona Danau Toba di destinasi wisata Pasir Putih Parbaba, kami juga melanjutkan perjalanan ke Pangururan tepatnya ke Hot Spring.

Kategori
Sebuah Perjalanan

Asyiknya Naik Banana Boat di Pasir Putih Parbaba

Bagi orang yang pintar berenang, naik banana boat di perairan mana saja pun sudah pasti menyenangkan. Karena tidak ada yang dicemaskan sewaktu diceburkan ke air dari banana boat.
Beda dengan orang yang sama sekali tidak tahu berenang. Pasti butuh persiapan nyali untuk itu.