Kategori
Renungan Renungankoe

Just want To Say,,, Give Me Strength GOD

Tuhan,
Kuatkan aku.
Aku tahu mungkin bagi sebagian orang itu sepele dan tidak menjadi masalah.
Tapi aku manusia biasa, aku rapuh.
Aku sudah berusaha, tapi sisi manusia biasaku ada saatnya mempunyai celah.
Satu kata sepele pun bisa memicu hatiku terluka.
Semua memang karena imanku yang masih jauh.
Sehingga aku masih mudah tersinggung, kecewa, rapuh, hancur …
Aku tahu, hati yang terluka ini membuat ragaku menjadi letih lesu.
Aku tahu ini tidak baik untukku.
Tapi aku belum sanggup menepisnya Tuhan.
Aku tetap berusaha tapi ampuni aku kalau aku masih terjatuh Tuhan.
Just want to say,,, give me strength GOD.”

By:Gassmom, saat rapuhku.

Iklan
Kategori
Renungankoe

Selalu Seperti Ini …

Selalu seperti ini.
Saat aku sibuk dengan kegiatan lain pasti banyak ide, pasti ada saja yang melintas di pikiranku.
Banyak yang ingin kutulis.
Tapi begitu aku sudah memiliki waktu luang dan ingin menuangkan yang di pikiranku, selalu semua itu buyar, menguap entah ke mana.
Aku hanya memandang layar di hadapanku tanpa menggerakkan jari untuk mengetikkan kalimat demi kalimat.

Dan bukan sekali ini saja ini terjadi.
Ini sudah kualami mulai kanak kanak dulu.
Dari kecil aku gemar membaca. Pikiranku selalu dipenuhi khayalan demi khayalan, cerita demi cerita.
Aku berniat akan menuangkannya menjadi sebuah tulisan. Tapi kelemahanku adalah suka menunda dan malas konsentrasi. Padahal menurut yang kubaca seharusnya seorang penulis itu begitu menemukan ide harus langsung membuat sebuah coretan atau minimal membuat kerangka apa yang akan dituliskannya.

Tapi aku tak pernah mau meluangkan waktu dan pikiran untuk itu. Sehingga sampai usiaku saat ini tak ada satupun tulisan yang berhasil kubuat.
Hanya diary zaman dahulu yang menumpuk dan itupun sekarang entah sudah di mana.

Saat ini ada keinginan untuk mencoba menulis tapi selalu seperti itu. Ide dan pemikiran itu selalu muncul disaat yang tidak tepat misalnya saat masak, cuci piring dan semua kegiatan rumah tangga yang mau tidak mau harus kulakukan karena aku seorang ibu yang mengerjakan semua sendiri murni tanpa asisten rumah tangga.
Dan disaat semua selesai aku sudah lelah, mengantuk dan benar- benar tidak bisa konsentrasi lagi.

Mungkin kalau ada yang membaca ini pasti akan mengatakan itu hanya sebuah alasan. Tapi itulah memang yang kualami terlepas dari apakah itu hanya alasan. Banyak yang ingin kutuliskan tapi saat ini hanya ini yang bisa kutuangkan.

Aku tahu semakin lama menunda pasti akan semakin terlambat dan aku tidak akan pernah menghasilkan apa-apa.
Mungkin hanya tulisan-tulisan tanpa arti seperti ini yang mampu aku buat.
Aku memang ingin tapi aku tahu saat ini aku terbatas. Bahkan kosakata pun kadang tak mampu kutemukan.
Tapi walaupun begitu aku tetap ingin.

Semoga.

-Gassmom-

Kategori
Renungankoe

Ketika Ego Terusik

Ego. Satu kata yang sering menghadirkan rasa tidak nyaman di hati.
Gegana, Seperti kata-kata lagu dangdut. Gelisah Galau Merana
Apalagi kalau suasana hati sedang tidak kondusif dalam menjalani kehidupan. Sedikit saja ego diusik hatipun langsung meradang.
Padahal seharusnya tidak boleh dibiarkan terjadi kalau ingin sejahtera lahir bathin. Tapi yang namanya manusia biasa terkadang tidak sanggup menghindari hal itu terjadi. Bahkan terkadang untuk hal yang sangat sepele.
Seperti malam ini, seseorang yang baru mengenalku dengan polosnya mengatakan kalau apa yang kukerjakan sudah lumayan untuk seorang pemula.
Dan, kebetulan seperti yang kubilang tadi, kepala ini juga sedang dipenuhi begitu banyak permasalahan jadi sewaktu mendengar ucapan itu spontan si ego di diriku pun terusik.
Hadirkan geram dan emosi.
Lebih kurang 2 jam aku tersiksa oleh rasaku sendiri.
Sampai kemudian sisi baik dari diriku muncul dan berkata,”Hei kamu, untuk apa sih kamu harus meradang karena mendengar ucapan dari seorang yang tidak mengenal baik dirimu???
Lagipula, untuk apa sih pengakuan dari orang lain???
Come on, move on.
Sedangkan seorang senior sudah angkat tangan karena kamu mampu mengerjakan yang bahkan dia saja tidak bisa.
Jadi kenapa hanya karena ucapan seorang biasa kamu menjadi seperti ini?”
Beruntung bagiku si sisi baik masih bersedia memperingatkan diriku.
Kalau tidak, ego yang akan berkuasa.
Dan bisa jadi selamanya aku menjadi antipati terhadap seseorang itu.
Dampaknya hatiku akan diliputi benci dan dendam.
Yang akan rugi adalah diriku sendiri, akan menjadi cepat tua dan jelek.
Oh,,, no aku masih ingin terlihat awet muda … he he he.
Thank you untuk jiwaku yang sudah bersedia move on, halau jauh ego yang terusik.
Abaikan semua yang tidak perlu dan tetap melangkah maju .

-Gassmom-

Kategori
Renungankoe

Doaku sore ini untuk anak-anakku

Kecanggihan internet sekarang ini membuat segala informasi dapat diketahui dengan cepat.
Semua berita ada dalam genggaman tanpa terkecuali. Berita yang indah maupun berita yang jauh dari kata baik yang nyata ada dimuka bumi ini.
Tidak hanya itu, bahkan hoax pun merajalela tanpa bisa dibendung.

Kejadian demi kejadian,,, setiap hari bisa diketahui. Kalau berita yang indah pasti kitapun akan dengan senang hati membacanya, kadang termotivasi dengan sesuatu yang menyenangkan.
Tapi sebaliknya bila itu berita yang buruk pengaruhnya juga besar. Tak jarang kecemasan dan ketakutan pun melanda setelah membaca berita yang tidak menyenangkan. Bencana, kejahatan, kecelakaan… semua memacu rasa khawatir berlebih. Sekarang ditambah lagi marak beredar kabar berita penculikan anak dari usia 1-12 tahun. Konon katanya ada komplotan yang mengorganisir, dimana ini adalah sindikat jual beli organ tubuh.

Sebagai seorang ibu dengan 4 anak yang masuk kategori umur itu ditambah lagi aku harus bekerja, mau tidak mau berita itu merasuk dalam jiwaku menghadirkan khawatir yang sangat tinggi. Kalau sudah begitu tak ada lagi yang bisa kulakukan selain berdoa serahkan khawatirku kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Biasanya lenyap walaupun masih meninggalkan bekas. Tapi bila ada lagi yang membicarakan hal itu seperti sore ini, disaat aku berada jauh dari mereka, mau tidak mau aku galau lagi.

Tapi aku tidak boleh berlarut-larut dalam khawatirku karena tidak ada untungnya juga malah rugi karena aku tidak bisa fokus nantinya.
Aku harus mampu menghalau khawatirku.
Sore ini yang bisa kulakukan adalah masuk kamar mandi, naikkan doa kepada Tuhan Yesusku yang Maha Pelindung.

“Ya Tuhan, berbagai berita itu telah membuatku tidak bisa untuk tidak khawatir.
Aku tidak bisa mencerna itu semua dengan pemikiranku sebagai manusia.
Aku serahkan segala khawatirku kepadaMu Tuhan.
Biarlah Engkau angkat dan buang itu semua dan ganti dengan pengharapan yang daripadaMu.
Anak-anakku saat ini yang tidak berada di dekatku,
yang tidak bisa kujaga dalam setiap jam kehidupan mereka,
aku serahkan kedalam tangan perlindunganMu.
Engkaulah yang menjaga dalam setiap detik hidup mereka dan setiap desah nafas mereka.
Biarlah Engkau tutup bungkus mereka dengan darahMu Tuhan.
Jauhkan mereka dari hal-hal tidak baik dari segala niat yang tidak baik,
Engkau luputkan mereka dari malapetaka.
Aku percaya Tuhan rancanganMu indah buat ke 4 anakku,
rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan.
Masa depan cerah daripada Engkau ada buat mereka.
Umur panjang ada ditangan kiri mereka dan kekayaan ditangan kanan mereka didalam Engkau.
Terpujilah namaMu Tuhan sekarang sampai selamanya.”

Amin.

Puji Tuhan, kuserahkan khawatirku kepada Tuhan dan aku tidak dilanda cemas lagi.
Walaupun sebagai manusia biasa itu tidak menutup kemungkinan khawatirku hadir kembali bila mendengar kabar-kabar tidak baik.
Terima kasih Tuhan untuk roh penghiburan yang Engkau berikan kepadaku sore ini.

-GASSMOM-

Kategori
Renungankoe

Hebatnya Aku

Melalui foto ini aku mau bercerita tentang hebatnya diriku malam ini.

Seperti biasa.
Kebiasaan emak-emak itu adalah penyayang. Termasuk sayang bila ada makanan terbuang.
Seperti malam ini, semua sudah selesai makan. Dan demi kewajiban sebagai ibu yang baik aku membereskan dapur. Ternyata masih ada sop plus daging sisa 1 mangkok lagi.
Dan rasa sayangku pun bicara. Akupun memutuskan mengeksekusi sop tersebut padahal perutku sudah sangat kenyang.
Kunyahan demi kunyahan pun berlangsung, potongan daging pun meluncur menuju lambungku,,, sampai entah bagaimana aku tiba-tiba teringat tentang perutku yang sudah super buncit.

Sontak, atas nama ingin langsing aku pun meletakkan mangkokku dan menguatkan hati menghilangkan rasa sayangku.

Hebat kan diriku???

Dan lebih hebatnya aku menghentikan kunyahan disaat dagingnya sudah ludes.😆😆😆

Pokoknya hebatlah diriku menambah centi demi centi kebuncitan di perutku ini.

Penyesalan hanya tinggal penyesalan, dan selalu muncul diakhir.

#ceritaku_malam_ini

#susahnya_mengecilkan_perut

#atas_nama_sayang

#panosalan_mando_naroh

-GASSMOM-

Kategori
Renungankoe

Resolusi 2017

Sebenarnya sudah terlambat sekali kalau menuliskan resolusi 2017 saat ini. karena sudah masuk pertengahan Februari. Tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak Sama sekali?

Apa sih Resolusi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, re-so-lu-si adalah sebuah putusan atau kebulatan pendapat supaya bisa tercapai di masa depan. Atau dengan kata lain harapan yang akan/ harus dicapai.

Dan akhirnya aku memutuskan bahwa resolusiku di 2017 adalah:

1. Lebih dekat dan lebih menyenangkan hati Tuhan.

Bagi sebagian orang ini mungkin kedengaran aneh karena itu adalah hal utama yang dari dulu dari hari kemarin wajib dilakukan.
Tapi bagiku ini tetap menjadi resolusiku di setiap tahun.
Karena aku belum bisa menjadi pribadi yang benar-benar dekat, berkenan dan menyenangkan Tuhan. Aku masih jauh. Mungkin karena faktor situasi kondisi (yang sebenarnya tidak bisa menjadi alasan). Dan tahun ini aku berharap aku bisa lebih lagi.

2. Menjadi pribadi yang lebih baik.

Sama seperti yang pertama setiap tahun ini juga tetap menjadi resolusiku. Sebagai manusia biasa aku selalu tidak luput dari ego dan emosi. Harapanku di 2017 aku bisa menjadi seorang istri, mama, anak, ASN/perawat yang lebih baik. Mengatasi segala ego dan emosiku yang kerap meledak tidak menentu terlebih kepada anak-anakku. Menjadi mama yang bisa mengayomi dan memberi kasih sayang, mengajarkan mereka tentang kasih Tuhan.

3. Memberi hati dan waktu ke urusan adat dan keluarga.

Ini juga sampai sekarang masih sekedar resolusi tanpa hasil memuaskan bagiku.Bisa jadi juga memang karena situasi dan kondisi ( yang katanya tetap tidak bisa dijadikan alasan). Mungkin aku tetap belum bisa maksimal tapi kalau bisa dan ada waktu aku akan mengikutinya dan belajar alur demi alur yang sampai sekarang masih membingungkan bagiku.

4. Lebih giat menabung

Walaupun mungkin hanya sedikit (karena pengeluaran yang banyak padahal pemasukan pas-pasan) tapi aku akan berusaha menabung untuk masa depan anak-anakku. Berapapun itu yang pasti lebih baik sedikit daripada tidak ada sama sekali. Setiap anak aku buat tabungan sendiri dengan target minimal yang tidak aku sebutkan disini.

5. Mengurangi berat badan.

Aku tidak tahu pasti berapa BBku sekarang, tapi yang pasti perutku sangat buncit, semua baju yang dulu longgar sekarang ketat. Entah kenapa bisa begitu padahal sepertinya pola dan porsi makanku tidak berubah. Tapi itulah kenyataannya. Dan aku harus bisa mengurangi ukuran perut ini, karena benar-benar mengganggu rasa nyaman di body dan di hati. Tahun depan celana yang sudah ketat harus bisa dipakai lagi.

6. Berkarya/menghasilkan sesuatu

Sebenarnya banyak yang ingin kulakukan dan ingin kupelajari untuk menghasilkan sebuah karya. Tapi tahun ini aku fokus ke yang sudah aku bisa saja. Salah satunya crossstik/kristik. Membuat untukku dan untuk siapa yang mau. Target tahun ini aku harus membuat minimal 5 karya kristik, ukuran tidak masalah yang penting finish.

7. Be blessed to be Blessing

Sebenarnya ini bukan resolusi. Tetapi aku ingin membuat ini menjadi sebuah motto yang kuyakini akan menjadi tujuan hidupku di dunia ini. ”Diberkati untuk menjadi berkat”. Aku rindu dapat menjadi saluran berkat buat sesama. Lebih banyak berbagi itu salah satunya. Mungkin bukan materi berlimpah yang bisa kuberikan tapi aku yakin aku mempunyai potensi untuk menjadi berkat buat orang lain melalui apa yang ada padaku. Kiranya Tuhan mampukan .

Itulah urutan resolusiku untuk tahun 2017. Beberapa bukan resolusi baru tapi mengulang resolusi yang lalu. Tapi tidak ada salahnya khan mengulang resolusi yang lama. Ibarat sebuah grafik kalau di tahun lalu mungkin pencapaian hanya di angka 1, semoga tahun ini grafik meningkat ke angka 2 atau syukur kalau lebih. Kalau bisa jangan sampai menurun.

Secara logika semua resolusi itu memang harus diperjuangkan dan mencapai hasil maksimal di akhir tahun nanti. Tapi sebagai manusia biasa, kita hanya bisa berencana dan berupaya. Berharap semua terwujud. Berdoa untuk keberhasilan si resolusi. Dan bagaimanapun hasilnya nanti tetap harus optimis.

-Gassmom-

Kategori
Renungan Renungankoe story of my life

Hanya Tentang Sebuah Foto

Hidup adalah misteri,