Kategori
movie Movie Review

Twenty Five Twenty One, Drakor Sarat Nilai-nilai Kehidupan

Jika mengubah tragedi menjadi komedi, maka hatimu akan merasa lebih baik

Tak bisa dipungkiri, tujuanku menonton drakor adalah untuk menyenangkan hati. Alasan serupa seperti yang diutarakan teman-teman lain. Pemainnya cantik dan ganteng dengan kisah kasih yang sangat manis serta membuat baper, sudahlah dinikmati saja.

Akan tetapi drakor yang satu ini menurutku sangat berbeda. Selain sekedar membuat baper, drama dengan 16 episode ini memberikan suatu hal yang luar biasa. Di sini tidak akan ditemukan kisah halu tetapi sebaliknya adalah realitas kehidupan. Ada kisah persahabatan, ada kisah perjuangan, serta pergumulan hidup dalam meraih mimpi bahkan parenting. Intinya menurutku, drama ini sarat dengan nilai-nilai kehidupan.

Awalnya aku menonton ini akibat gabut, sempat hampir tidak jadi menonton karena melihat sepertinya ini hanya cerita remaja. Akan tetapi tetap melanjutkan karena tidak ada tontonan lain.

Kisah diawali dengan setting masa kini, sudah suasana pandemi dengan wajib prokes. Seorang ibu mengantar anaknya ke pertandingan balet. Selepas mengantar, si ibu pun menonton secara virtual dari mobil. Akan tetapi ternyata si anak menyerah sebelum bertanding karena melihat saingannya yang cukup hebat.

Si anak tersebut adalah Kim Min Chae, putri dari Na Hee Do, seorang atlet anggar nasional yang semasa muda menjuarai berbagai kejuaraan internasional. Na Hee Do sangat menyayangkan kenapa putrinya bersikap begitu, walaupun dia tidak sepenuhnya memaksakan kehendak.

Kim Min Chae yang merasa galau pun, pergi dari rumah dan tinggal di rumah neneknya. Dia tidur di bekas kamar ibunya semasa muda. Di sana dia menemukan diary si ibu yang berkisah tentang kisah masa remajanya, sewaktu duduk di sekolah menengah.

Dari sini, cerita pun bergulir dengan setting tahun 1998. Bagaimana kehidupan seorang Na Hee do dalam meraih mimpi, bagaimana tantangan yang dia hadapi, kisah persahabatannya dan tentunya kisah cintanya dengan seorang laki-laki bernama Baek Yi Jin. Di mana Baek Yi Jin juga harus berjuang menaikkan taraf hidupnya setelah orangtuanya bangkrut dan meninggalkan banyak hutang. Seperti yang kita tahu, tahun 1998 adalah terjadinya krisis moneter yang melanda seluruh dunia, termasuk Korea Selatan. Termasuk menimpa orangtua dari Baek Yi Jin.

Banyak sekali hal menarik dengan muatan positif yang bisa diambil dari drama ini. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Seorang Na Hee Do, sewaktu kecil sudah menjuarai anggar dengan dukungan penuh dari ayahnya. Akan tetapi setelah ayahnya meninggal, tak ada lagi yang mendukung. Bahkan pelatih di sekolahnya selalu mematahkan semangat para atlet dengan kata-kata yang tidak layak, hingga akhirnya krisis moneter memaksa klub anggar sekolah mereka ditutup. Ibunya pun menyuruh supaya dia melupakan anggar. Akan tetapi dengan dengan segala kebulatan tekad, dia berhasil pindah dan bergabung dengan sekolah di mana anggar masih dipertahankan. Terutama klub anggar sekolah tersebut adalah tempat dimana Go You Rim, seorang atlet nasional sekaligus idolanya berada. Di sini, dia dilatih oleh pelatih yang selalu memberi semangat dan mengatakan mempercayainya. Suatu bukti bahwa dukungan serta rasa percaya dari orang lain sangat berperan untuk menggapai mimpi.
  • Motivasi dari ayah Na Hee Do yang kemudian diucapkan juga kepada putrinya bahwa kesuksesan itu tidak seperti lereng gunung yang melengkung ke puncak. Akan tetapi seperti anak tangga. Setiap kegagalan adalah anak tangga yang akan menghantar ke puncak keberhasilan.
  • Di drama ini, aku juga suka dengan orang tua Go You Rim yang sangat mendukung dan menghormati keputusan anaknya. Juga ketika ibu Go You Rim, tidak menganggap seorang yang telah mengalahkan anaknya adalah musuh, akan tetapi karena memang sudah begitu jalannya dan bahkan memeluk serta mengucapkan selamat.
  • Salut melihat perjuangan Go You Rim untuk keluarganya, bahkan ketika harus dihujat dan dianggap sebagai pengkhianat karena akhirnya mengganti kewarganegaraan menjadi atlet Rusia. Semua demi kedua orangtuanya yang harus membayar hutang-hutang mereka.
  • Sewaktu kecil Na Hee Do adalah sang juara, hal yang membuat Go You Rim mengidolakannya sekaligus takut berhadapan dengannya. Akan tetapi, segala sesuatu bisa terjadi. Setelah remaja, sebaliknya yang terjadi. Go Yu Rim sudah menjadi atlet nasional dan Na Hee Do begitu kagum serta mengidolakannya. Setelah mereka berada di tempat yang sama, malah saling membenci. Walaupun akhirnya mereka menjadi sahabat. Roda kehidupan memang selalu berputar. Tak ada yang abadi, seperti yang diucapkan Na Hee Do kepada putrinya, bahkan sewaktu putrinya bertanya tentang persahabatan masa remaja ibunya.
  • Hidup harus memilih, walaupun itu berat. Seperti ketika ibu Na Hee Do memilih pekerjaannya mengesampingkan persahabatan bahkan keluarga, semua demi masa depan. Demikian juga Back Yi Jin dengan karirnya sebagai reporter dan akhirnya menjadi pembaca berita papan atas seperti ibu Na Hee do semasa muda
  • Kata-kata yang diucapkan pelatih, yang membuat rasa percaya diri Na Hee Do kembali bangkit dan akhirnya menjadi juara nasional dan internasional. Yaitu, ketika tidak percaya kepada diri sendiri, ingatlah orang yang telah percaya kepadamu. Jangan mengecewakan yang telah mempercayai kita.
  • Kata-kata positif yang diberikan orang lain sangat besar peranannya untuk seorang yang rapuh dan nyaris putus asa. Ini juga dialami oleh Baek Yi Jin, yang akhirnya mampu bangkit untuk memperjuangkan hidup karena adanya dukungan semangat dari Na Hee Doo, bahkan ketika sebenarnya mereka terpisah jauh. Kata-kata tersebut antara lain:

Jika mengubah tragedi menjadi komedi, maka hatimu akan merasa lebih baik

Na Hee Do

Jangan khawatir, semua mengalami kesulitan saat masih muda. Itu lebih baik daripada hidup sulit saat usia 60 tahun

Na Hee Do

Zaman telah merenggut segalanya darimu, tapi jangan menyerah atas kebahagiaanmu

Na Hee Do

Waktu mengambil segalanya darimu, jadi kau tidak boleh menyerah untuk mendapatkan kebahagiaan

Na Hee Do

Drama yang sangat menarik dan sekaligus membuat penasaran. Kebetulan aku menonton ini sewaktu masih on going, jadi tentunya selalu ada penasaran dengan apa yang terjadi dengan tokoh-tokohnya di masa depan mereka. Apalagi karena menggunakan alur maju mundur, membuat rasa penasaran semakin kuat. Hal ini juga yang membuat banyak teori konspirasi yang berkembang sewaktu menunggu episode berikutnya. Terutama tentang bagaimana kisah cinta Baek Yi Jin dan Na Hee Do, melihat begitu kuatnya hubungan emosional di antara mereka. Penonton tidak rela kalau sampai mereka tidak bersatu, akan tetapi keberadaan anak dari Na Hee Do menimbulkan rasa ragu.

Teori yang dikembangkan penonton pun lucu-lucu, apalagi para pembuat konten. Ada yang membuat teori bahwa nantinya Baek Yi Jin akan meninggal karena kelelahan bekerja. Ada yang mengatakan bahwa mereka jadi menikah. Tetapi karena Baek Yi Jin kemungkinan besar anak angkat, jadi sebenarnya marganya adalah Kim, yang menjadi marga anak Na Hee Do. Ada juga yang membuat teori kalau mereka menikah di luar negeri dan Baek Yi Jin mengganti nama supaya tidak mengganggu privasi Na Hee Do sebagai atlet nasional yang menjadi juara internasional. Ada juga yang mengatakan bahwa anak itu adalah anak angkat. Banyak teori pokoknya.

Terlepas dari semua teori itu, drama ini sangat menarik dan layak tonton. Tidak sekedar kisah manis namun banyak hal yang bisa dipetik terkait kehidupan. Para pemerannya juga keren. Hanya, aku sendiri kurang suka dengan pemeran Na Hee Do dewasa setelah menjadi ibu. Rasanya sangat berbeda dengan pemeran mudanya yang begitu energik dan menarik. Maunya pemeran remaja saja yang didandani dengan lebih dewasa, tidak harus mengganti orang.

Drama ini berakhir pada episode 16 dengan tetap meninggalkan rasa penasaran penonton, akan siapa pasangan masing-masing. Serta bagaimana kisah sahabat yang lain. Namun, yang pasti tujuan cerita berakhir sukses, yaitu Kim Min Chae memperoleh rasa percaya dirinya kembali dan akan kembali menggeluti balet. Dia juga bertekad akan menuliskan kisahnya sendiri yang pasti akan lebih seru dari kisah si Ibu, sang juara anggar internasional.

Bagi yang ingin bernostalgia tentang masa-masa tahun 90-an, drama ini sangat recommended. Karena seperti biasa, drakor selalu dikemas dengan totalitas, termasuk situasi tahun 1998-2000. Jadi di drama ini bisa ditemukan adegan telepon koin, pager, telepon monophonic, komputer besar dengan fasilitas untuk chating menggunakan nama samaran, warnet yang penuh dengan orang main game dan banyak hal lain yang terjadi pada tahun-tahun tersebut.

Twenty five Twenty one

Judul : Twenty Five Twenty One

Genre : Friendship, romance, youth
Tayang: 12 Februari 2022 (16 episode)
Pemeran : Nam Joo Yuk (Baek Yi Jin), Kim Tae Ri (Na Hee Doo), Bona (Go Yoo Rim), Choi Hyun Wook, Moon Ji Wong, Ji Seung Wan

Gassmom, 1 Mei 2022

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s