Kategori
Anak celoteh anak Tentang anakku

Mama Suka Menonton TV?

Mama baru saja tiba di rumah sepulang jalan sore. Seperti biasa, santai dulu di teras depan sekedar melepas lelah dan mengeringkan keringat.

Tak berapa lama terdengar suara tawa cekikikan dari dalam rumah. Sepertinya ada sesuatu yang seru, membuat anak-anak tertawa-tawa begitu.
Setelah tawa mereka berhenti, satu persatu berpencar dengan kesibukan masing-masing. Ada yang bermain dengan temannya, ada yang sekedar keluar memantau suasana senja.

Sarah, si anak kedua datang ke teras dan duduk di depan mama. Memandang mama seolah ada sesuatu yang ingin disampaikan, namun karena mama masih sibuk dengan ponsel, dia pun ragu.

“Ma ….” Sarah pun memanggil dengan nada ragu.

“Apa?” sahut mama dengan nada khas orang Batak, tanpa melepaskan pandangannya dari ponsel di tangan.

“Mmm …. Sebenarnya, Mama suka nonton TV atau nggak?” Akhirnya Sarah bertanya juga.

“Maksudnya?”

“Nggak lho, itu …. Mama selalu bilang kalau tak suka nonton TV.”

“Terus, kenapa?” Mama balik bertanya.

“Nggak apa-apa lho, Ma. Tadi Kak Sonia cerita, kalau ternyata Mama suka juga nonton. Tadi pagi Mama menonton FTV. Katanya suaranya kuat pula itu dan tidak boleh diganti. Betul itu, Ma?”

“Hmmm ….”

“Jadi betul?” Sarah masih penasaran.

“Hmmm ….”

“Berarti betul kata Kak Sonia. Tadi pagi Mama nonton dan memasang suaranya kuat.” Sarah berseru girang, antara tidak percaya tetapi kenyataannya mama mengiyakan.

Selama ini, mama memang mengatakan tidak suka dan tidak pernah sama sekali menonton TV. Mama juga bisa marah kalau ada yang menonton TV tanpa mengingat waktu. Mama juga akan segera menyuruh memelankan bila suara televisi terdengar kuat. Anak-anak tidak boleh sembarangan menonton bila masih ada tugas yang belum selesai.

Selama ini, anak-anak mengira kecerewetan mama itu karena tidak mempunyai minat yang sama dengan mereka. Padahal semua adalah untuk kebaikan mereka juga. Sebenarnya Mama juga pernah berada pada masa menyukai menonton TV, semua FTV wajib ditonton.

Akan tetapi, sebagai seorang dengan kecerewetan yang kadang kebablasan, bagaimanapun mama harus “jaim” alias jaga image. Bagaimana mau membatasi orang lain bila ternyata dirinya juga begitu? Bagaimana mau melarang anak-anak menonton film dan tayangan untuk 13 atau 17 tahun ke atas, bila ternyata menontonnya juga? Begitulah resiko seorang mama, yang harus melupakan apa yang pernah disukai demi kebaikan bersama. Lagipula zaman sudah canggih, kalau ingin menonton juga bisa dari ponsel, tidak harus di televisi.

Memang hari ini mama berangkat kerja agak siang. Sonia, si sulung juga di rumah karena libur sekolah. Kebetulan dia menonton FTV, jadilah mama juga ikut menonton dan ternyata mengikuti dengan sangat antusias. Karena kebetulan duduk di dapur, maka mama menyuruh Sonia menguatkan volume suara.

“Hmmm ….Eh, apa maksud kalian ini? Kalian menggosipkan Mama kalian sendiri, ya?” kata Mama pura-pura marah.

Akan tetapi Sarah malah tertawa cekikikan melihatnya.
“Nggak lho, Ma …. Aneh aja. Kata Mama tidak suka nonton TV, tapi ternyata tadi pagi Mama nonton sampai selesai.” ujar Sarah sambil berlari menjauh menuju kandang ayam. Memasukkan anak ayam ke kandang adalah kesibukannya pada sore hari.

Gassmom, 20 April 2022

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s