Kategori
buku Buku Saya

Romantika Generasi Sandwich

Beberapa waktu yang lalu, aku pernah menulis tentang apa itu generasi sandwich. Alasan menulis karena aku berencana turut serta dalam proyek antologi dengan tema generasi sandwich, di mana Ibu Belinda Gunawan turut juga di dalamnya. Bahkan ternyata ide dengan tema ini berasal dari beliau.

Kini, antologi tersebut telah jadi dan bukunya juga sudah tiba di pelukan. Buku berjudul Romantika Generasi Sandwich dengan cover depan menggambarkan sepasang suami istri dengan kakek nenek di satu sisi dan anak di sisi satu lagi. Hal tersebut sebagai gambaran nyata dari generasi sandwich yaitu generasi yang berada di tengah di antara orang tua dan anak-anak mereka.

Sejumlah 34 penulis menjadi kontributor dalam buku ini, termasuk aku sendiri dengan cerpen berjudul Tak Ada yang Sia-sia. Berkisah tentang sepasang suami istri dengan satu anak remaja yang tinggal di sebuah desa dengan latar belakang budaya Batak. Mereka terpaksa kembali ke kampung halaman untuk mendampingi orangtua perempuan dari sang suami.

Buku ini sangat menarik menurutku, karena menyuguhkan kisah-kisah pelik seputar generasi sandwich. Semakin menarik karena dituturkan melalui cerita, latar belakang, detail dan gaya unik dari masing-masing penulis.

Buku ini telah tuntas aku baca. Hampir di setiap cerita aku merasa sangat terharu bahkan meneteskan air mata. Tak bisa dipungkiri, kisah-kisah generasi sandwich ini sangat lekat dengan kehidupan dalam masyarakat kita. Apalagi bila ditambah dengan keterbatasan secara finansial, maka situasi menjadi semakin pelik.

Seperti biasa bila ada kutipan yang menarik maka sayang bila tidak dituliskan di sini. Ada beberapa yang sempat aku tandai, antara lain:

  1. “… Seperti air mengalir dari hulu ke hilir, kewajibanku adalah memenuhi kebutuhanmu, sedangkan kewajibanmu tertuju pada anakmu.” (hal. 5; Mengalir ke Hilir; Belinda Gunawan)
  2. Jika kamu tulus memberi untuk orang tuamu, niscaya semua masalahmu akan diringankan Tuhan.” (hal. 12; Warisan Papa; Maria Y. Eflianti)
  3. “Hiduplah untuk saat ini, hiduplah dengan kenyataan yang ada. Dalam hidup selalu ada pasang dan surut. Anggap saja saat ini sedang surut. Bekerja keraslah untuk mencapai masa pasang kalian.” (hal. 40; Aku, Mungki Bercerita; Indah Wibowo)
  4. Kasih sayang ibu yang kuat seyogyanya membuat sang anak terbang saat ditinggal, bukan terjatuh. (hal. 61; Mama Queen Bee; Yudiati Kuniko)
  5. Aku semakin percaya, ketika kita berkeinginan melakukan hal baik kepada orang lain, Tuhan juga sedang melakukan hal baik bagi kita. … Aku percaya rencana yang menyertakan Tuhan, pastinya akan diberi kelancaran. (hal. 195; My Parents Wedding Anniversary; Cynthia Wibowo)
  6. Meski begitu, aku percaya bahwa apa yang ada telah menjadi takdir untuk diperankan pasti seimbang dengan kekuatan yang Tuhan berikan. (hal. 201; Peran Kehidupan; Ans)
Romantika Generasi Sandwich
Cover belakang, ada nama-nama kontributor.

Judul Buku : Romantika Generasi Sandwich
Penulis : Belinda Gunawan dkk
Penerbit : CV Elfa Mediatama
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Maret 2022
Jumlah Halaman : 242 halaman

Gassmom, 13 April 2022

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

3 replies on “Romantika Generasi Sandwich”

Wah keren sekali Bu Sondang, ada namanya di situ.
Aku suka dengan hukum tabur tuai ini:
“Aku semakin percaya, ketika kita berkeinginan melakukan hal baik kepada orang lain, Tuhan juga sedang melakukan hal baik bagi kita.”.
Keren ih

Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s