Kategori
Daily Stories Kampung KB

Tradisi Menyapu Jalan yang Dilalui Keranda Jenazah

Ada waktu bersuka, ada waktunya berduka. Begitulah kehidupan, suka dan duka selalu datang silih berganti. Semua pasti mengalami, hanya perkara waktu yang membuatnya berbeda.

Kemarin malam, aku menuliskan tentang sukacita. Begitu aku selesai menuliskan pos tersebut, masuk pesan WhatsApp dari teman yang mengabarkan bahwa suami dari seorang kader kami telah berpulang. Beberapa waktu belakangan ini, almarhum memang berada dalam kondisi sakit. Kemarin siang, si ibu juga menelpon minta izin tidak bisa datang ke sebuah pertemuan karena kondisi suaminya semakin drop dan dirawat di rumah. Ternyata tadi malam sudah berpulang.

Berhubung si ibu adalah kader kami dan termasuk kader yang terbaik, maka tidak enak rasanya jika kami tidak melayat. Kami tiba di rumah duka pukul 10 pagi dan ternyata sudah akan dikebumikan. Ketika kami tiba, sudah berlangsung acara kata-kata penghiburan dari saudara, pemerintah setempat, serta serikat tolong menolong. Tak berapa lama, jenazah pun dibawa ke mesjid dan kemudian dibawa ke pemakaman.

Kami pun beranjak pulang ketika jenazah sudah dibawa ke mesjid.

Pada momen melayat kali ini, aku melihat sebuah tradisi yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Kebetulan kader kami ini dan suaminya berasal dari Suku Jawa. Walaupun sudah Pujakesuma alias putera Jawa kelahiran Sumatera.

Sewaktu keranda sudah digotong menuju mesjid dan penggotong bersiap melangkah, doa-doa pun dibacakan. Begitu lantunan doa berhenti, terdengar suara sapu lidi menyapu tanah.

Awalnya aku tidak memperhatikan. Akan tetapi mendengar suara sapu lidi beradu dengan tanah, aku pun penasaran dan mencari sumber suara. Ternyata istri dari mendiang yang memegang sapu lidi dan menyapukan ke jalan yang akan dilalui keranda jenazah. Setelah selesai disapu, doa dibacakan kembali. Setelah doa berhenti, si istri menyapu lagi. Kalau tidak salah, sampai 3 kali hal tersebut berlangsung.

Sebenarnya aku sudah sering melayat ke tempat duka dari etnis Jawa yang beragama Muslim. Akan tetapi, mungkin selama ini aku tidak memperhatikan. Jadi baru kali ini aku melihat tradisi seperti itu. Karena penasaran, aku pun bertanya kepada temanku. Katanya itu adalah tradisi dari masyarakat Jawa. Menyapu jalan yang akan dilalui tersebut bertujuan supaya jalan yang akan dilalui almarhum menuju akhirat itu bersih.

Menyapu jalan yang akan dilalui keranda jenazah.
Pict. Gassmom

Gassmom, 09/09/2021

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s