Kategori
celoteh anak Daily Stories

Selamat Jalan, Paska

Masih sekitar pukul 6 pagi. Belum ada kesibukan berarti di Jalan Mawar, ketika bunyi sirene ambulans terdengar memecah kesunyian pagi. Semakin lama semakin kuat, ternyata berakhir di jalan belakang rumah kami.

Anak-anak yang awalnya masih santai, bahkan ada yang masih berbaring malas-malasan di tempat tidur tiba-tiba tersentak bangun. Sonia si sulung, spontan membuka handphone. Mereka punya grup sendiri yang selalu kepo bila ada kejadian di komplek perumahan.

Paska sudah meninggal,” Dengan ekspresi setengah shock dia memberi kabar kepada adik-adiknya.

“Ya, woi. Paska sudah meninggal. Itu ambulans yang membawa dia.” Raja, anak tetangga depan rumah pun sudah muncul di depan pintu dengan air mata berlinang.

Tiba-tiba Sachio yang berdiri di pintu menangis tersedu-sedu. Aku yang kaget mendengar tangisannya, sempat mau marah kepada Sarah yang baru saja menjauh dari Sachio. Berpikir ada keusilan dia lakukan yang membuat adiknya menangis. Karena memang tidak ada berbuat apa-apa, Sarah pun menyangkal.

“Eh, kamu kenapa?” Aku pun mendesak dia, apa alasannya tiba-tiba menangis tersedu begitu.

“Abang sedih karena si Paska meninggal ….” jawabnya dengan suara tangis yang semakin kuat.

Oalah, kirain kenapa. Ya, sudahlah. Memang sudah waktunya. Kita hanya bisa berdoa, supaya keluarganya tabah.” Aku pun menghibur dan memeluknya. Anak lelaki yang satu ini memang agak peka dan gampang melow dibanding saudarinya yang yang lain. Padahal dia lelaki sendiri.

Sarah yang tidak terima dipersalahkan atas menangisnya Sachio pun mendekat sembari berkata, “Koq, kau pula yang menangis? Tak usah menangis. Lagipula Paska pernah koq jahat samamu, cakap kotor juga mau.”

Bukannya diam, Sachio malah semakin tersedu. “Nggak apa-apa dia jahat samaku. Nggak apa-apa cakap kotor. Asalkan jangan meninggal. Hu hu hu …. “

Akhirnya aku pun memanfaatkan momen menangisnya untuk memeluk sembari memberi nasehat panjang lebar berkaitan dengan kecelakaan yang menimpa Paska.

Tak berapa lama, anak yang lain pun berdatangan. Mereka saling bercerita tentang kejadian tersebut dengan wajah sendu dan air mata berlinang. Hanya sebentar mereka berkumpul karena harus bersiap mengikuti pembelajaran daring di rumah masing-masing. Sebelum berpisah mereka membuat kesepakatan untuk melayat ke rumah Paska pada sore hari.


***

Pukul 4 sore, anak-anak sudah heboh mau melayat. Mereka juga mengambil inisiatif mengumpulkan sedikit dari uang jajan mereka untuk diberikan kepada keluarga Paska.

Kami sebagai orangtua tidak berani melarang mereka pergi, mengingat kedekatan anak-anak dengan Paska. Hampir setiap hari Paska datang ke Jalan Mawar, berbaur dengan anak-anak. Semua punya kenangan masing-masing, baik itu kenangan manis maupun buruk yang saat ini menjadi cerita tiada habisnya di antara anak-anak.
Namun begitu, kami mewajibkan mereka memakai masker dan membawa hand sanitizer. Kami juga turut mendampingi ke sana. Ada 4 orang emak-emak termasuk diriku yang mendampingi mereka melayat.

***

Sesampainya di sana, anak-anak masih menunggu giliran untuk masuk. Karena sedang ada acara juga di dalam rumah. Mereka menunggu dengan tertib bahkan nyaris tidak ada kasak kusuk seperti biasa. Mungkin mereka semakin merasakan kesedihan yang kian dalam.

Menunggu giliran masuk
Pict. Gassmom


Begitu acara sebelumnya berakhir, kami langsung masuk ke dalam. Orang tua Paska pun menangis menyaksikan kedatangan teman-teman anaknya.

Diawali dengan kata pembuka dari salah satu orangtua, anak-anak pun kami berikan kesempatan mengucapkan kata perpisahan. Rata-rata mereka mengucapkan sepatah dua patah kata. Akan tetapi ketika giliran Sachio, bukannya berbicara malah menangis tersedu-sedu lagi—-hmm, dasar deh anak lelakiku ini.—-

Selamat jalan, Paska. Kiranya keluarga yang engkau tinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.


Gassmom, 21/07/2021

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

2 replies on “Selamat Jalan, Paska”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s