Kategori
celoteh anak

Sean Ingin Makan Itu

Hari ini perayaan Idul Adha bagi umat Muslim. Takbir berkumandang dari mesjid komplek sejak kemarin malam dan pagi pun sudah berkumandang sejak pukul 4 subuh.

Sedari kemarin, anak-anak sudah ramai membicarakan tentang hari raya kurban ini. Di sela-sela waktu bermain, mereka juga sibuk membahas dan menebak hewan apa saja dan kira-kira berapa yang akan dikurbankan. Karena biasanya sebelum pandemi, anak-anak non muslim pun turut berbondong-bondong ke mesjid menyaksikan eksekusi dari hewan yang menjadi kurban. Termasuk juga di antaranya anak-anak Gass Family.

Berhubung karena pandemi, kami menyarankan supaya anak-anak tidak usah ke sana. Mereka pun bermain di halaman. Aku dan si bungsu, Sean duduk melipir di dapur sambil menemani dia sarapan. Seperti biasa kami pun ngobrol ngalur ngidul karena si bocah yang satu ini selalu memiliki topik untuk dipertanyakan dan diceritakan.

“Ma, sebenarnya Adek ingin makan itu, lho.” ujarnya pelan ketika dia sudah selesai makan.

“Lho, makan apa? Bukannya kamu sudah selesai makan?” Aku pun balik bertanya.

” Itu, yang dipotong di mesjid ….” Dia menjawab sembari cengengesan.

Bah, mana bisa? Itu untuk yang beragama Islam. Kita bukan ….”

“Iya, Adek tahu. Tapi Adek pengen.” jawabnya lagi.

“Oh, kalau memang pengen. Coba telepon Bou. Siapa tahu mereka mau menjemputmu. Jadi kamu bisa makan daging kurban di rumah Bou.” Aku pun memberi solusi kepadanya.

“Iya sih. Tapi sepertinya di rumah Bou juga tidak ada. Bou kan tidak miskin. Bou kan kaya. Berarti nggak dapat ….” Dia menjelaskan dengan mimik serius.

Bah, darimana pula Adek tahu itu?”

“Teman-teman Adek yang bilang.”

“Oh. Tapi di rumah Bou juga akan ada daging. Semua yang beragama Islam, hari ini merayakan hari raya kurban. Jadi mereka memasak daging di rumah mereka.”

“Ooo, nantilah Adek tanya, Ma.” ujarnya dan bergegas ke halaman menemui kakaknya.

***

Kira-kira satu jam kemudian, ponsel Papa berdering. Ternyata Bou menelepon, memberitahu akan menjemput Sean seperti biasa bila hari libur. Mereka senang bermain dengan Sean karena anaknya ramai, tidak pemalu.

Tak berapa lama, mereka pun tiba. Menjemput Sean serta mengantar makanan hari raya untuk kami.


Gassmom, 20/07/2021


Cat. Bou : panggilan untuk saudara perempuan bapak ( Bahasa Batak Simalungun)

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s