Kategori
story of my life

Runtuhnya Ego

[Jagalah stamina, Kam. Banyak istirahat. Jangan banyak pikiran dalam hidup ini. Jalani saja dengan bersyukur, Dek.]

Demikian isi chat WA dari seorang teman ketika dia bertanya perihal “kurang sehat” yang membuat aku terpaksa izin tidak masuk kerja selama beberapa hari.

Deg, serasa ada yang menohok ketika aku membaca chat darinya. Entah kenapa, ada bagian jiwa yang menolak perkataannya. Ego dan pembenaran diri yang tiba-tiba menguasai. Kesombongan rohani yang tak beralasan serta tak sudi bila direndahkan.

Soal stamina dan istirahat, bisa jadi benar. Akhir-akhir ini, aku begitu sembrono dengan pola makan dan pola tidur. Segalanya menjadi begitu buruk, insomnia kembali mendera tanpa aku berusaha mengatasi. Menurutku, inilah alasan paling kuat yang membuat aku drop dan benar-benar membutuhkan istirahat.

Akan tetapi, banyak pikiran atau kurang bersyukur? Hmm, mengapa tiba-tiba kata-kata itu tercetus ya?

Aku sempat kurang terima. Ada penolakan yang bergelora. Menurutku selama ini aku tidak terlalu ambil pusing dengan apapun. Bahkan dibandingkan mereka yang sama posisi denganku, menurutku malahan aku yang paling santai dengan pergolakan yang selalu terjadi dari bawah. Sejauh ini segala konflik teratasi dengan baik tanpa harus berkeluh kesah ria seperti yang lain.

Terus, katanya jalani saja dengan bersyukur. Menurutku, aku adalah orang yang paling bersyukur dengan apapun. Jadi apa alasannya menuliskan pesan itu untukku?

Benar-benar saat itu, ada ego yang memberontak. Untuk sesaat, aku terpaku membaca pesan itu. Sampai akhirnya hati kecilku berkata, bersyukurlah ada yang mengingatkan begitu. Lagipula yang mengingatkan, dari segi usia dan pengalaman sudah lebih banyak mencicipi asam garam kehidupan dibandingkan dengan diriku.

[Iya, Kak. Makasih, Kak.] balasku sambil menyertakan emoji tertawa dan jempol.

[Nanti aku bawa dirimu dalam doa, tentang kesehatan. Biar Tuhan Yesus memulihkan Kam.] balasnya kemudian.

Wah, asli membacanya aku tiba-tiba mau menangis. Raksasa ego dalam diri mendadak terkulai lemas, runtuh berganti dengan penyesalan dan kesadaran diri. Mendadak aku merasa bersyukur, ada malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan untukku. Mengingatkan diri yang sebenarnya lemah.

Aku boleh mengaku menjalani semua dengan santai tanpa mau ambil pusing, namun buktinya kecamuk pikiran bawah sadar begitu riuh. Bahkan saat tidur pun otak ini seakan tak bisa diajak istirahat. Aku memang tidak berkeluh kesah ria seperti yang lain, akan tetapi di balik diamku ternyata penuh dengan dialog alam bawah sadar. Terus berpikir dan berpikir bila ada hal yang belum tuntas.

Aku boleh mengatakan aku tidak kurang bersyukur, namun buktinya aku masih sering tercenung dengan keterbatasan diri, dalam keadaan kehidupan.

Akhir-akhir ini juga rasanya aku begitu jauh dari Tuhan, terlena dengan kesibukan demi kesibukan yang tak jelas. Ah, ternyata pesan WA yang dia kirim untukku benar adanya, begitulah diriku saat ini.

[Terima kasih, Kak.] balasku singkat disertai emoji dua tangan yang bertangkup.

Terima kasih untuk perhatiannya yang begitu tulus. Terima kasih untuk Tuhan yang telah mengingatkan aku melalui dia.




Gassmom, 21/06/21

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

4 replies on “Runtuhnya Ego”

Terima kasih unk tulisannya krn akhir akhir ini saya juga merasakan kalau memang lelah dan capek secara mental harus kita akui benar adanya terjadi di dunia kerja yang tak ada tanda tanda istirahatnya

Disukai oleh 1 orang

Honestly, not sure if this is a dialogue between two people, or if it’s between you and your brain, but I love it. Very intriguing, with valid points said, just great, lol.

Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s