Kategori
Daily Stories

Tidak Tahu Arah

Jangan hanya melihat hasil, tetapi lihat juga bagaimana proses untuk memperoleh hasil tersebut. Itu adalah kata-kata bijak yang sering diucapkan di mana-mana. Kali ini aku mengutip kata-kata tersebut dan menyelipkan di postingan ini. Sebagai pengingat untuk diri sendiri dalam hal yang berbeda.

Hal yang berbeda yang aku maksud adalah terkait sebuah perjalanan. Jadi aku mengingatkan diri supaya memperhatikan jalan dan gang yang aku lewati sebelum tiba di suatu tempat.

Aku memang adalah penumpang abadi, baik itu angkutan umum, ojek online maupun kendaraan teman. Hal ini karena aku tidak bisa membawa kendaraan sendiri. Sejauh ini tidak ada masalah dengan hal tersebut, bahkan aku cenderung menikmati. Karena dengan menjadi penumpang, bisa santai menikmati perjalanan dan terutama pikiran bisa mengembara kemana-mana. Pokoknya tidak perlu konsentrasi, juga tidak perlu memperhatikan arah dan lika liku yang dilalui. Karena untuk apa juga memperhatikan dan menghapal jalan, toh bukan aku yang membawa kendaraan.

Namun, pengalaman baru-baru ini menyadarkan aku betapa pentingnya memperhatikan arah dan lika liku perjalanan walaupun posisi bukan sebagai pengemudi.

Jadi ceritanya, beberapa minggu lalu ada tim dari perwakilan provinsi yang berkunjung ke daerah kami. Daerah pertama yang dikunjungi adalah wilayah kerja kami, selanjutnya satu kecamatan lain. Mereka datang ke tempat kami didampingi kepala bidang dari instansi.

Selesai dari tempat kami, tim bergerak ke tujuan satu lagi. Utusan bidang dari instansi sudah jalan duluan dengan kendaraan sendiri dan minta tolong ke aku untuk mendampingi tim karena beliau ada urusan mendadak yang tidak bisa diabaikan. Kalau hanya mendampingi tidak masalah, yang menjadi masalah adalah aku harus menjadi penunjuk jalan. Walaupun aku sudah beberapa kali ke daerah tujuan, seperti biasa tidak pernah memperhatikan jalanan yang dilalui karena dibonceng. Aku kelabakan dan akhirnya minta supir untuk pakai Google map dengan alasan kurang tahu jalan karena memang bukan wilayah kerjaku. Sudah pakai Google map pun ternyata masih bingung karena posisi persisnya tidak tertera karena harus turun dari mobil dan menyusuri gang.

Waduh, asli buat malu. Di kota sekecil ini saja pun aku tak bisa menjadi penunjuk jalan. Sudah dibantu Google map pun tapi belum bisa pas juga. Padahal aku sudah pernah ke sana, tapi tidak tahu arah. Benar-benar parah. Sebuah pelajaran telak untuk diriku, supaya jangan terlalu santai menjalani kehidupan dan perjalanan, sampai tidak tahu alur yang harus dilalui.

Gassmom, 171120

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

18 replies on “Tidak Tahu Arah”

Waktu awal masuk kerja dulu, saya belum bisa nyetir mobil. Kalau kemana-mana sama si bos, si bos yang nyetir.
Saya juga tipe pembonceng, tapi pas naik mobil berdua yang nyetir si bos, tidak nikmat bener itu rasanya… πŸ˜€

Pas kuliah dulu, bahkan ada temen yang menjuluki saya tas ransel, lha kalo pake motor selalu ada di belakang macam tas ransel…

Suka

saya senyum senyum sendiri membaca postingan ini, mom. mungkin karena seru saja dan tidak sadar kalo sudah sampai akhir cerita. hihii
noted banget untuk yang “cuma jadi penumpang.” karena resikonya juga ada kalo kalo seperti ini yaa, mom. haha

Disukai oleh 1 orang

Sama, aku juga gitu, belum bisa naik kendaraan. Tapi pas bonceng, justru malah enak melamun dan nggak merhatiin arah jalan. Kalau pas ditanya soal arah jalan, cuma bisa geleng-gelengπŸ˜…πŸ˜…

Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s