Kategori
Daily Stories Sebuah Perjalanan

Bapak Di Sebelahku

Kemarin sore sepulang kerja, aku pulang ke kampung orangtua. Naik bus yang ku peroleh dengan susah payah karena penumpang yang membludak.

Di sebelahku duduk seorang bapak dengan kisaran usia 50-an. Bapak ini ternyata baru sampai dari Jakarta lewat jalan darat. Berangkat dari Jakarta hari Senin dan sampai di Pematangsiantar kemarin sore, Kamis tanggal 3 Januari 2020. Sepertinya dalam perjalanan menuju Sumatera, si bapak tidak update tentang perkembangan terkini. Tidak tahu berita dan mungkin juga tidak memiliki akses ke media sosial. Aku tidak ingin membuat sebuah penilaian tingkat ekonomi tetapi sekilas begitulah yang aku lihat. Ponsel si Bapak juga masih menggunakan Nokia tipe 3315.

Ternyata Bapak ini mengetahui Jakarta dilanda banjir justru setelah sampai di Pematangsiantar dan itupun dia ketahui secara tidak sengaja dari penumpang yang duduk di sebelahnya. Yang berucap, “bahwa bagaimanapun tetap harus bersyukur, kita di Siantar masih merayakan tahun baru dengan mulus. Sementara saudara kita di Jakarta masih berjuang melawan banjir.”

Si Bapak yang baru melalui perjalanan panjang pun terhenyak mendengar kabar Jakarta banjir. Bertanya kembali kepada si ibu tadi dan diterangkan secara panjang lebar oleh si ibu berdasarkan apa yang dia dapat dari media.

Bapak tersebut langsung berusaha menelepon keluarga yang di Jakarta dan ternyata tidak ada yang bisa dihubungi. Bapak tersebut mencoba menghubungi nomor lain yang ada di ponselnya yang bermukim di luar wilayah tempat dia tinggal. Kabar dari sana diperoleh bahwa kediaman si bapak memang banjir dengan ketinggian 1 meter. Aliran listrik ke daerah tersebut dipadamkan dan akses komunikasi ke sana pun susah. Bapak tersebut minta tolong mencari tahu apakah ada informasi tentang keluarganya. Tetapi jawaban dari yang ditelepon mengatakan tidak bisa melacak ke daerah tinggal bapak tersebut karena akses ke sana masih dilanda banjir.

Bapak tersebut benar-benar sedih dan suntuk. Sepanjang perjalanan berusaha menghubungi nomor yang ada di ponselnya. Itupun hanya 2 yang menjawab dengan jawaban yang belum sesuai harapan.

Aku yang duduk di sebelah bapak tersebut hanya menyimak tanpa berani bertanya. Sedih rasanya bila berada di posisi bapak tersebut. Dia pulang sendiri ke Sumatera karena ada urusan dan ternyata belum sampai ke tujuan sudah mendapat berita buruk tersebut. Kabar yang diperoleh pun tak memberikan kepastian. Mau tak mau perjalanan harus dilanjutkan. Sampai di tempat tujuan, si bapak pun turun dari bus dengan langkah lesu.

Sedih melihatnya tapi tak mampu berbuat apapun. Hanya sebuah doa singkat aku panjatkan dalam hati, semoga bapak tersebut diberikan kekuatan jiwa dan fisik, semoga keluarga yang ditinggal di Jakarta dalam keadaan selamat.

Gassmom-
Siloting, 030120

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

10 replies on “Bapak Di Sebelahku”

Aamiin. Smg keluarga si Bapak baik-baik saja di Jakarta. Kalau dari luar memang sepertinya seluruh Jakarta mengalami musibah banjir.

Btw, kok kita sama ya, Ito. Tulisanku yang baru juga berhubungan dengan Bus. Bedanya aku menulis tentang si Ibu penjual tiket Bus. 😀

Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s