Serial Dilan Tuntas

Bulan ke 3 tahun 2019, akhirnya aku bisa menyelesaikan 3 novel seri Dilan dari Pidi Baiq. Memenuhi resolusi 2019 membaca lagi.

Ketika orang lain mungkin sudah menyelesaikannya beberapa tahun lalu bahkan jauh sebelum filmnya direncanakan dibuat. Apa daya, aku hanya bisa menyelesaikannya saat film keduanya sudah tayang lagi di bioskop. Benar-benar payah aktifitas membacaku saat ini. Walaupun tetap harus bersyukur, karena dibandingkan dengan tahun lalu ini termasuk sebagai peningkatan. Tahun lalu malah sepertinya aku tidak membaca. Benar-benar parah.

Terinspirasi dari beberapa blogger yang ku follow, aku juga berniat menulis review dari buku yang kubaca. Sebagai pemula, jelas aku sangat bingung mau menulis apa. Saking bingungnya sampai aku berniat membatalkan saja niatku tersebut. Namun ternyata tidak semudah itu membatalkan sebuah niat. Aku teringat dan teringat terus, sampai akhirnya aku memutuskan untuk mencoba menuliskannya. Apapun itu yang penting sudah mencoba, perkara hasil itu persoalan belakangan.

Sama dengan filmnya, membaca buku ini saja pun mampu membuat aku tersenyum dan tertawa membaca celoteh demi celoteh kocak ala Dilan. Dan sebagai generasi yang sempat juga merasakan nikmatnya hidup remaja tahun 90-an (pertengahan), membaca kisah Dilan ini mau tidak mau membuat kepingan demi kepingan nostalgia melintas dalam angan.

1. Dilan : dia adalah Dilanku tahun 1990

Kisah awal perkenalan Milea dan Dilan, pendekatan Dilan sampai mereka resmi pacaran. Diawali dari suatu pagi saat Dilan menyapa Milea si anak baru yang cantik. Bagaimana Dilan berusaha menarik perhatian Milea dengan perjuangan ala Dilan. Sampai akhirnya mereka dekat dan endingnya resmi pacaran yang diresmikan dengan mereka menandatangani sebuah surat yang diberi materai.

Awalnya Milea tidak tertarik kepada Dilan dimana Dilan adalah seorang siswa SMA yang suka usil, jahil, ketua geng motor. Tetapi dibalik sikap usil dan nyeleneh ala Dilan ternyata dia adalah siswa cerdas dan berprestasi yang selalu dapat peringkat tertinggi di kelasnya. Suatu perpaduan yang jarang ada tetapi itulah Dilan.

Judul Buku : Dilan : dia adalah Dilanku tahun 1990
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Tahun Terbit : Cetakan XIII, 2018
Jumlah Halaman : 332 halaman

2. Dilan : dia adalah Dilanku tahun 1991

Ini merupakan sekuel dari buku sebelumnya. Dibandingkan dengan buku sebelumnya dimana banyak moment romantis yang membuat baper, di buku ini banyak konflik yang terjadi. Adanya aksi tawuran dimana Dilan terlibat di dalamnya dan juga meninggalnya salah seorang sahabat Dilan sebagai korban salah sasaran, Dilan yang sempat dipenjara karena tawuran. Semua hal itu membuat Milea menjadi cemas. Dan sebagai orang yang sudah sayang, Milea pun tidak menginginkan hal buruk terjadi kepada orang yang disayang. Milea pun menginginkan Dilan tidak bergabung lagi dengan gengnya dan ternyata hal itu belum bisa Dilan penuhi. Milea pun mengancam akan putus bila Dilan tidak menuruti kata-katanya dan Milea pun memasang aksi diam.

Mendapati Milea bersikap seperti itu, Dilan pun menjauh dan akhirnya hubungan itu pun renggang karena tidak ada komunikasi. Ditambah lagi Dilan juga terpaksa pindah sekolah.

Waktu berlalu dan akhirnya Milea pun kuliah di Jakarta. Demikian juga Dilan melanjutkan kuliah di Bandung. Walaupun sudah berpisah namun Milea masih cinta tetapi tidak berhasil mendapat kabar tentang Dilan. Akhirnya mereka bertemu di sebuah kesempatan tetapi Milea sudah memiliki pacar. Demikian juga Dilan sudah memiliki pacar.

Bila buku pertama happy ending tetapi di buku kedua ternyata mereka tidak berjodoh. Bahkan semesta pun turut mendukung ketidak berjodohan itu. Di hari Milea bertemu kembali dengan Dilan sebenarnya mereka berada di lokasi yang berdekatan tetapi mereka tidak bertemu kembali padahal seandainya bertemu, malam itu Milea berniat mengungkapkan isi hatinya kembali.

Judul Buku : Dilan : dia adalah Dilanku tahun 1991
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Tahun Terbit : Cetakan XXXII, 2018
Jumlah Halaman : 344 halaman

3.Milea : Suara dari Dilan

Sebenarnya isi buku ini menceritakan apa yang ada di buku 1 dan 2. Bila di 2 buku sebelumnya kisah itu dari sudut pandang Milea. Di buku ini diceritakan oleh Dilan. Jadi menurutku seperti sebuah klarifikasi dan penguatan dari dua buku sebelumnya. Di sini Dilan bercerita tentang keluarga dan teman-temannya dan bagaimana perasaan dia. Meluruskan yang perlu diluruskan dan memberi penjelasan akan hal-hal yang mengakibatkan kesalahpahaman misalnya tentang siapa gadis dengan selendang biru yang mendampingi Dilan pada hari pemakaman ayah Dilan.

Judul Buku : Milea; Suara Dari Dilan
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Tahun Terbit : Cetakan XIV, 2018
Jumlah Halaman : 360 halaman

_______________________________________

Sebenarnya tulisan ini sudah kutulis Bulan Maret kemarin. Tapi entah bagaimana berhenti di tengah jalan dan seiring waktu akhirnya terlupakan. Hari ini ketemu kembali saat aku buka-buka konsep yang pernah kubuat. Akhirnya aku putuskan unggah ke blog walaupun apa adanya dan kesannya menggantung. Mau melanjutkan, sepertinya aku tidak tahu lagi menulis apa karena ini konsep 7 bulan lalu. Tapi daripada hanya menumpuk di konsep, biarlah aku unggah.

Gassmom-
Pematangsiantar, 241119

11 respons untuk ‘Serial Dilan Tuntas

  1. Ping-balik: Ganta – Ikatan Kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s