Kategori
pengalaman Renungan

Harus Instrospeksi Diri Lagi

Setiap manusia sepertinya mempunyai kecenderungan yang sama. Bisa memberi nasehat kepada orang lain tapi bukan untuk diri sendiri. Bisa membaca gestur tubuh yang tidak wajar dari orang lain tetapi nyatanya mengabaikan pertanda dari diri sendiri.

Hal itulah yang sering kulakukan. Terutama dalam hal menjaga kesehatan. Aku sudah bisa merasakan bahwa ada yang tak biasa dari tubuhku. Signal buruk untuk setiap hal sudah beberapa hari terjadi tetapi aku malah mengabaikannya.

Dan, akupun tumbang lagi. Vertigo melanda, bahkan untuk bangkit dari pembaringan pun aku seolah tak berdaya. Menggerakkan kepala membuat dunia serasa berputar. Satu hari penuh aku harus menghabiskan waktu di tempat tidur dan menutup mata. Beruntung aku bisa tertidur sehingga waktu tidak terasa begitu lambat.

Ini bukan pertama kali aku alami tetapi aku memang benar-benar tidak jera.

Dalam diam dan mata tertutup, aku merenungkan kembali aktifitas akhir-akhir ini. Dan ternyata yang lebih mengejutkan, aku menemukan kenyataan bahwa aku tidur hanya 3 jam setiap harinya. Bangun paling lama pukul 04.30 WIB, walaupun belum langsung bangkit dari tempat tidur. Mempersiapkan sarapan sekaligus makan siang, membersihkan rumah, menjemur cucian kemarin, membersihkan halaman dan berangkat bekerja. Menempuh perjalanan lebih kurang 15 menit dengan sepeda motor (dibonceng suami) melintasi udara dingin setiap pagi. Bekerja, walaupun mungkin jauh lebih ringan dari pekerjaanku dahulu tetapi pekerjaan kali ini mengharuskan kami bekerja di luar ruangan. Jam istirahat memang ada tetapi berhubung rumah jauh jadi aku tidak pulang seperti teman lain malah menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di suatu tempat atau melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Pulang ke rumah, istirahat sebentar dan beraktifitas kembali. Tak jarang memasak lagi bila ternyata stok siang tidak memadai untuk malam. Dan karena kebetulan mesin cuci rusak terpaksa aku juga mencuci manual.

Tanpa terasa waktu berjalan dan biasanya aku bisa tidur antara pukul 00- 01 bahkan kadang bisa diatasnya.

Sebenarnya satu hari sebelum tumbang aku sudah merasa agak pusing tetapi aku mengabaikannya dan tetap beraktifitas seperti biasa. Sampai keesokan harinya begitu bangun aku merasa dunia serasa berputar.

Sampai aku menulis ini pun, aku masih merasakan sensasi melayang yang tidak biasa apalagi kalau menunduk berlebihan. Tetapi sudah bisa beraktifitas lagi walaupun masih terbatas.

Mungkin akulah yang disebut, usia bertambah namun tetap tak bijaksana. Tetap tak bisa mengontrol aktifitas dan tetap tidak belajar dari hari yang lewat. Selalu mengabaikan peringatan demi peringatan yang muncul dari dalam diri.

Semoga dengan kejadian yang baru kualami aku bisa semakin introspeksi diri dan semakin bijak menetapkan prioritas dalam keseharianku dan yang pasti lebih perduli kepada kesehatan.

Gassmom-
Pematangsiantar, 150619

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

5 replies on “Harus Instrospeksi Diri Lagi”

wah saya termasuk orang yang jarang introspeksi diri nih kak, lebih sering menilai orang lain soalnya seru banget apalagi gosipin orang lain sama temen temen cewek hehehe 😀

Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s