Kategori
Pematangsiantar

Mie Kuah Goyang Pajak Horas

Tinggal menghitung hari menuju lebaran. Suasana liburan pun sudah terasa di Kota Pematangsiantar. Sepertinya sudah banyak pemudik yang berdatangan. Bukan hanya yang merayakan lebaran tetapi yang lain juga memanfaatkan liburan yang lumayan panjang ini untuk pulang kampung. Banyak juga perantau yang memanfaatkan moment ini untuk melakukan pesta adat maupun pernikahan.

Seperti biasa kalau liburan begini, kuliner Pematangsiantar pasti padat pengunjung. Karena diserbu oleh para perantau yang biasanya membawa keluarga yang di Siantar turut serta bersantap di tempat makan.

Tak bisa dipungkiri kalau bagi komunitas pemakan segala seperti aku biasanya yang menjadi pilihan adalah Chinese food yang mengandung babi. Yang paling diminati itu dalam olahan mie. Kalau hari biasa saja tempat makan ini sudah padat apalagi liburan begini pasti membludak pengunjung. Jalan Bandung, jalan Cipto, jalan Merdeka dan Simpang Empat sudah bisa dipastikan padat.

Entahlah, olahan non halal ini memang sangat nikmat dan selalu menggugah selera. Rasa yang tidak bisa dilupakan. Yang berdomisili di Pematangsiantar saja tidak bosan-bosannya apalagi mereka para perantau.

Semua tempat yang kusebut di atas merupakan lokasi yang tak asing lagi, semua pasti sudah tahu karena menuju kesana juga gampang dan di sana sudah berjejer tempat makan dengan nuansa sama. Tergantung pengunjung memilih yang mana, tergantung selera.

Tetapi ada satu tempat makan non halal yang sampai sekarang tetap berada di tempat yang sama. Tidak memakai nama dan merubah apapun termasuk tidak buka cabang dimanapun. Padahal kalau soal rasa tidak kalah dari tempat- tempat elit tadi. Dulu sampai sekarang tetap berada di Pajak Horas.

Kalau anak kekinian mungkin sudah banyak yang tidak tahu. Tetapi kalau sempat sekali merasakan makan di sana pasti ketagihan dan tetap terbayang dengan rasanya. Makanya, walaupun berada di tengah pajak Horas Gedung 3 Lantai 1 yang pasti jauh dari kata asri dan menarik namun tempat makan ini selalu ramai setiap hari.

Kalau angkatan 90-an ke bawah pasti tahulah tempat makan tersebut. Mie Kuah Goyang atau lebih sering disebut Mie Goyang. Konon disebut begitu karena yang masak selalu bergoyang. Dan memang benar begitu adanya, bahu dan gerakan tukang masaknya pasti bergoyang lebih goyang dari tukang masak kebanyakan. Yang masak juga hanya satu orang dari dulu. Itu sebabnya kalau makan di sana agak lama juga menunggu. Tapi walaupun lama biasanya tidak menyurutkan niat untuk menikmati seporsi mie kuah yang sangat nikmat.

Ada satu yang unik juga di sana. Dari dulu-dulu, setiap kesana pasti tidak pernah ada air minum yang dingin, selalu panas seperti baru mendidih dan tidak sanggup meminumnya. Jadi mau tidak mau kalau mau minum harus memesan minuman botol yang tersedia di sana.

Mie Kuah Goyang Pajak Horas

Itu dia penampakan mie kuah goyang tersebut. Tidak terlalu banyak daging, hanya beberapa potong ditambah satu irisan hati, bakso dan udang. Kalau aku yang makan biasanya hanya perlu menambah merica tidak perlu yang lain karena rasanya sudah pas. Tetapi ada juga memang yang menambah cabe atau kecap, tergantung selera.

Harga untuk satu porsi mie kuah Goyang tersebut adalah Rp. 21.000,- dan harga minuman botol kecil biasanya Rp. 5000,-

Gassmom-
Pematangsiantar, 020619

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

8 replies on “Mie Kuah Goyang Pajak Horas”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s