Kategori
pengalaman story of my life

Aku Memilih Abu-Abu

“Tidak bisa begitu Kak. Kakak harus membuat pilihan. Kalau kakak begini, itu abu-abu namanya.” desaknya sambil menyodorkan kertas yang sudah penuh tanda tangan itu ke hadapanku.

“Oh, ya?” ujarku dan berlalu masuk ke ruang perawatan. Beruntung bagiku, bed side monitor seorang pasien memberi tanda alarm jadi ada alasan meninggalkan sang aktivis dan melanjutkan pelayananku sesuai bidangku di keperawatan.

Kejadian tersebut sudah lama berlalu, lebih kurang 3 tahun yang lalu kalau tidak salah. Dan akhirnya aku tidak pernah menandatangani surat pernyataan tersebut. Surat yang berisi lebih separuh tanda tangan pegawai yang mengajukan supaya direktur saat itu harus mundur karena dianggap tidak memberikan kesejahteraan dan kemajuan.

Surat itu diikuti dengan rapat demi rapat dan diikuti dengan demo demi demo. Dan tak ada satupun yang kuikuti. Aku datang seperti biasa menunaikan kewajiban sesuai tupoksi dan mengabaikan kegiatan demi kegiatan tersebut. Cibiran memang ada tapi aku sudah menanamkan prinsip kalau aku tidak akan ikut-ikutan dan tidak akan pro kepada satu pihak pun. Aku sudah cukup belajar dari pengalaman saat rumah sakit tempat suami mengabdi mengalami hal serupa. Pecah menjadi dua kubu karena perseteruan antar pemegang saham. Dan akhirnya ada menang ada kalah dan ada yang dirugikan. Karena mereka swasta, resiko lebih berat dan mengakibatkan kubu yang kalah harus resign.

Kalau di tempatku mungkin tidak akan terjadi hal seperti itu karena instansi pemerintahan. Tapi walaupun begitu aku tetap dengan tekadku untuk tidak pro kepada satu pihak. Walaupun katanya itu adalah suara para pegawai yang merasa kesejahteraannya terabaikan tetapi tidak membuatku harus langsung kontra kepada sang pemimpin. Bagaimanapun, sudah banyak yang beliau perbuat untuk kemajuan Rumah Sakit, bukan setahun dua tahun tetapi 10 tahun. Beliau mengangkat instansi tersebut dari keterpurukan. Dan bila ternyata pada tahun ke 10 terjadi hal seperti itu, haruskah langsung kontra dan melupakan semua kebaikan yang telah diperbuat?

Sampai akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil walaupun sang pemimpin bukan mundur atau diturunkan malah mendapat promosi yang lebih tinggi bahkan ke jenjang provinsi.

Pemimpin pun kosong dan harus ada pelantikan. Dan jadilah sesuai kehendak para aktivis, kabinet pun berganti. Pimpinan dan jajarannya dipegang oleh para aktivis.

**

“Beruntung dirimu sudah tidak di sana lagi. Jauhlah … bla bla bla … ” dan banyak cerita lagi yang disampaikan temanku waktu kami ketemu dua hari yang lalu.

Sebenarnya miris dan sedih mendengarnya. Tapi yah, begitulah. Banyak hal yang bisa dipelajari dalam kasus ini, salah satunya adalah “orang yang banyak protes dengan kebijakan dan kinerja manajemen dan memaparkan teori demi teori yang harusnya begini begitu tetapi saat berada di posisi yang sama belum tentu bisa lebih bagus atau paling tidak menyamai bahkan bisa jadi semakin memburuk.”

Gassmom-
Pematangsiantar, 010619

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

2 replies on “Aku Memilih Abu-Abu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s