Kategori
Surat

Surat Untuk Diriku Sendiri (Letter-14)

Hallo diriku …

Diriku yang … hmm apa ya? Aku juga terkadang bingung dengan diriku sendiri apalagi orang lain ya? He he he

Namun, walaupun mungkin membingungkan tetapi tetaplah menjadi diri sendiri. Tak usah memaksakan diri menjadi seperti orang lain. Aku tahu selama ini bisa dan teruslah seperti itu.

Tetaplah bersyukur untuk setiap situasi dan kondisi apapun itu. Sebab sesungguhnya itulah kunci kebahagiaan dalam hidup. Tak ada guna menghabiskan waktu dengan keluh kesah tiada arti tapi tetaplah berjalan walaupun mungkin tidak tahu bagaimana perjalanan dan apa yang akan dihadapi. Yakinlah selalu bahwa semua baik adanya, karena rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera yang mendatangkan kebaikan bukan rancangan kecelakaan. Tanamkan selalu dan jangan pernah lupakan karena itu merupakan sumber kekuatan pada saat perjalanan tidak semulus yang diharapkan.

Diriku, ada beberapa permintaan untukmu.

Satu, please jangan terlalu malas untuk belajar. Tidak ada orang yang tak bisa, semua pasti bisa kalau belajar.
Jadi, please … tolong jangan membiarkan diri hanya menyesuaikan diri dengan situasi. Hanya bersantai dan mengikuti kemana air mengalir. Tapi belajarlah dan cari ilmu, baik itu tentang tugas pokok dan fungsi dalam pekerjaan ataupun segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan. Masak kamu senang dengan kondisi isi kepala yang terus begitu-begitu saja tak ada peningkatan?

Kedua, tolong tingkatkan rasa percaya diri itu. Banyak orang yang sebenarnya biasa tapi menjadi sukses karena percaya diri dan berani tampil. Sementara, di usia sudah setua ini tapi dirimu masih sering mengalami krisis percaya diri … wah, sungguh miris rasanya. Jadi, come on dong … harus lebih percaya diri.

Ketiga, berusahalah menjadi orangtua yang lebih baik dan lebih kalem terhadap anak-anak. Ini zaman milenial you know? Katanya mengasuh anak zaman dahulu berbeda dengan zaman sekarang. Jadi, tolong … berusahalah menjadi Mama yang baik dan bijaksana, minta hikmat kepada Tuhan.

Keempat, jaga kesehatan. Kurangi minum kopi hitam pekat itu, jangan suka telat atau malah tidak makan siang, jangan selalu suka mandi terlalu malam dan jangan suka tidur terlalu larut malam. Ingat, usia tak muda lagi. Jadi, ya … tahu sendirilah.

O, iya satu lagi. Kurangi memakai gadget apalagi sampai larut malam. Ingat, mata sudah minus … mau sampai minus berapa nanti mata itu. Belum lagi nanti sering sakit kepala .

Wah, wah … kenapa malah menjadi suatu ajang peraturan ya? he he he Tapi, bagaimana pun semua itu perlu untuk diingatkan selalu kepadamu diriku. Demi kebaikan, demi masa depan.

O, iya hampir lupa. Aku tahu kamu pernah mempunyai banyak mimpi. Diantara mimpi itu sebenarnya sudah banyak yang terwujud. Tetapi oleh karena berbagai alasan, banyak mimpi juga yang sudah berusaha untuk dikubur dalam-dalam.
Dan aku hanya mau bilang, teruslah bermimpi dan tak perlu bersusah payah mengubur mimpi yang pernah ada. Tak usah terlalu terbeban untuk memikirkan bagaimana sebuah mimpi bisa terwujud. Yakin saja, kalau mimpi itu pantas untukmu maka seluruh semesta dan segenap unsurnya akan saling bekerjasama untuk mewujudkan mimpi itu. Jadi teruslah bermimpi karena bermimpi juga membuat hidup lebih berwarna.

Oke diriku, sekian suratku untukmu. Sebenarnya masih terlalu sedikit dan masih banyak lagi yang ingin kutuliskan tetapi karena ini sudah larut malam jadi untuk kali ini biarlah sampai di sini saja.

Syalom diriku.

Kiranya Tuhan memberkati berlimpah-limpah ,,, ditambahkan hikmat, diberikan umur panjang dan kesehatan.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 010319

Ps.
Tulisan ini sebagai tulisan pamungkas dalam a Letter challenge.
Puji Tuhan, tantangan sudah berhasil dilewati dengan baik dan sesuai dengan urutan tema yang ditentukan.
Kepada Ade Surya Tawalapi, Thank you so much karena telah mengadakan challenge ini.
Sukses selalu untuk kita.

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

2 replies on “Surat Untuk Diriku Sendiri (Letter-14)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s