Kategori
Surat

Surat Untuk Ibu (Letter-13)

Hallo Ma,
Sehat do nassiam kan? Hanami pe sehat do, pahoppu nassiam pe sehat do homa haganup.

Sama seperti surat untuk Bapak kemarin, sebenarnya aku merasa lucu juga kalau harus berbahasa Indonesia tapi tak apalah he he he

Dan, sama seperti surat kepada Bapak kemarin, di sini aku juga akan berterima kasih kepada Mama yang telah membesarkan kami tanpa kenal lelah. Dan yang paling utama tak bosan-bosannya berdoa untuk kami. Kalau mendengar lagu yang dinyanyikan Nikita yang berjudul ”Di doa Ibuku namaku disebut”, menurutku isi lagu itu yang menceritakan bagaimana ibunya berdoa, persis seperti itulah Mama yang kukenal.

Sampai dewasa kini dan memiliki 4 anak (juga), aku tahu kalau Mama tetap selalu mendoakan kami. Apabila berhasil lepas dari sesuatu yang tidak baik, aku juga yakin karena ada doa Mama yang selalu menyertai. Kami bisa ada seperti sekarang juga karena doa Mama. Mungkin doa untukku adalah doa yang paling banyak Mama panjatkan ya? Pertama karena aku paling besar. Dan kedua karena aku (agak) suka membangkang dibandingkan dengan adik-adik. Mungkin aku yang paling sering membuat hati Mama susah ya? he he he

Aku juga salut melihat Mama, dibandingkan tinggal di kampung dan bertani, menurutku Mama itu sangat modren dan rajin. Aku sendiri sampai saat ini tak bisa melakukan apa yang dulu Mama lakukan. Mama itu sangat rajin merawat diri, setiap pagi selalu melakukan gerakan senam yang sekarang aku tahu kalau itu adalah gerakan yoga. Dulu juga Mama rajin sekali mandi rempah dan mandi uap. Semua diramu sendiri. Mama juga rajin luluran. Dan aku sendiri, sampai saat ini belum pernah melakukan semua itu.

Benar-benar salut melihat Mama dan aku kalah jauh dalam hal merawat diri. Aku tak habis pikir sampai saat ini. Koq bisalah ya, Mama yang tinggal di kampung dan pekerjaan sehari-hari juga ke ladang tapi bisa serajin itu?

Sebenarnya banyak yang ingin kuutarakan tapi rasanya lebih bagus nanti kita cerita langsung waktu kita ketemu atau melalui telepon.

Kini Mama sudah 62 tahun, sudah tidak muda lagi. Harapanku Mama sehat dan panjang umur dan tetaplah menjadi pendoa yang setia buat kami anak-anak Mama dan keluarga yang rindu Mama doakan.

Sampai disini dulu surat ini Ma.

Syalom, Tuhan memberkati kita.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 280219

Ps.
Tulisan ini sebagai tulisan ke 13 dalam rangka a Letter challenge. Seharusnya tulisan ini tayang kemarin tapi karena kesibukan pada siang hari membuat aku ketiduran tadi malam. Jadilah malam ini baru terealisasi.

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s