Kategori
Surat

Surat Untuk Kakak Sepupu (Letter-9)

Untuk Emmi.

Hallo eda, kalau dulu aku hanya memanggil dirimu dengan namamu saja walaupun sebenarnya usia kita terpaut 2 tahun dan aku lebih muda. Tapi sekarang karena kita sudah sama-sama dewasa jadi harus memanggil eda karena begitulah adatnya.

Padahal rasanya masih baru kita melewati masa kanak-kanak tapi sekarang kita sudah menjadi orangtua.

Waktu kanak-kanak pun sebenarnya kita jarang ketemu ya karena kalian tinggal di Rantauprapat sementara kami di kampung. Tetapi setiap tahun baru (kalau tak salah ingat) kalian pasti datang.

Eda, tau nggak?
Dulu, sewaktu kita masih anak-anak aku sebenarnya begitu iri kepadamu. Dirimu begitu cantik, putih mulus dan lemah lembut sementara diriku kebalikannya. Aku juga pernah merasa kesal dengan keberadaanmu sewaktu kita ke rumah Polu Mina, aku sangat kesal karena orang di kampung itu hanya tertarik kepada dirimu yang cantik. Dan aku diabaikan. Pokoknya, aku merasa sangat minder karena dirimu sangat jauh melebihi diriku. Dan rasa itu kupendam sendiri tanpa ada yang mengetahui.

Ketika akhirnya dirimu memutuskan melanjutkan sekolah menengah atas di sekolah pertanian yang ada di kampung kita, aku sebenarnya heran bagaimana dirimu bisa berminat ke sekolah pertanian dan harus berpisah jauh dari orangtua.Tetapi pikiranku hanya sebatas itu karena aku juga sudah mulai sibuk dengan duniaku sendiri. Saat itu kita sudah remaja dan dirimu juga sudah semakin cantik. Tapi saat itu aku tidak merasa iri lagi koq, rasa itu sudah berganti kagum. Dan aku juga tidak merasa terganggu lagi dengan dirimu yang lebih dari diriku karena aku merasa punya kelebihan lain he he he

Waktu berlalu, sepertinya dalam kurun waktu 20 tahun kita hanya sesekali bertemu, itu pun bila ada acara keluarga. Dan, tahu nggak saat ini tak ada rasa iri sedikitpun lagi. Namun keberadaanmu tetap membuatku tak habis pikir tentang kehidupan ini. Dulu dirimu adalah seorang yang manja dan keberadaan sebagai anak bungsu mendukung itu terjadi. Tapi saat ini aku sangat kagum melihat dirimu, bisa-bisanya sekarang tinggal di kampung dan bertani. Kalau melihat bagaimana dirimu dahulu, rasanya sangat mustahil bisa terjadi.

Padahal, asal tahu saja dirimu adalah salah satu alasan kenapa aku ingin tinggal di kota. Tetapi ternyata sekarang dirimu malah tinggal di kampung. Dari segi kehidupan ekonomi dirimu memang masih jauh di atas kehidupanku. Karena sebenarnya pendapatan petani di daerah kalian sudah cukup lumayan. Malah aku yang katanya punya seragam tetapi sebenarnya pendapatanku hanya cukup-cukup makan.

Yah, perjalanan kehidupan memang tidak ada yang bisa menebak. Demikian juga perjalanan kehidupan kita.

Oke deh, rasanya sampai di sini saja tulisan ini. Tujuanku menulis ini hanyalah ingin mengutarakan apa yang pernah kurasakan terhadapmu. Bahwa aku pernah iri, kagum dan terobsesi hanya karena dirimu. Dan sampai sekarang pun rasa kagum itu tetap ada.

Akhir kata, dimana pun kita berada biarlah Tuhan senantiasa melindungi dan memberkati keluarga kita. Kiranya kita sehat dan panjang umur selalu sehingga tetap dapat bertemu bila ada acara keluarga. Salam untuk semua keluarga di sana.

Syalom.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 210219

nb.
Tulisan ini sebagai tulisan hari ke 9 dalam rangka a letter challenge dengan tema surat kepada sepupu.
Pict. Pinterest

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s