Semua Karena Doa

Pengumuman hasil ujian CPNS sudah keluar. Seleksi CPNS tahun ini lain dari tahun sebelumnya karena terdiri dari beberapa tahap. Banyak yang kukenal yang gagal, bahkan tahap awal pun sudah gagal. Tapi ada juga yang kukenal yang dalam 1 keluarga ada 2 orang yang lolos. Tadi pagi aku dapat kabar kalau putri dari teman satu kantor lolos lagi di Nias. Beberapa hari yang lalu sudah keluar pengumuman kalau putranya juga lolos di Dolok Sanggul. Benar-benar kabar yang sangat menggembirakan.

Mendengar itu, sebagai teman akupun turut senang dan teringat kisahku juga.
Kali ini aku ingin menceritakan kisahku sewaktu melamar CPNS. Aku memasukkan lamaran CPNS pada tahun 2004, merupakan penerimaaan CPNS pertama pada era pemerintahan Bapak Presiden SBY.

Kala itu sedang marak-maraknya gerakan basmi korupsi dan sudah dipastikan tidak boleh ada suap segala macam pada penerimaan formasi pemerintahan.

Sebenarnya, saat itu aku tidak ingin melamar karena mendengar dari mulut ke mulut bahwa selama ini penerimaan CPNS identik dengan uang yang nominalnya tidak sedikit dan kebetulan juga saat itu aku sudah berstatus pegawai tetap di sebuah instansi swasta. Namun kedua orang tua mendesak dengan alasan era SBY semua akan murni sesuai instruksi Pak SBY.

Demi menuruti petuah orangtua aku pun memasukkan berkas. Saat itu proses pengajuan berkas masih manual belum secanggih sekarang. Namun pada fase berkas pun panitia sudah sangat ketat dalam proses seleksi. Semua memang benar-benar mematuhi peraturan karena takut ada sanksi yang tidak diinginkan.

Setelah proses pemberkasan, akan mengikuti ujian tulisan dengan sistem pemeriksaan komputer. Dan, saat itu untuk pertama kali Psikotest menjadi salah satu bahan ujian.

Termotivasi dengan janji murni, maka banyak sekali pelamar yang menguji nasib. Termasuk teman-temanku semua mencoba.

Melihat situasi tersebut, mau tidak mau timbul juga gejolak ingin bersaing di hati, keinginan untuk memenangkan pertandingan. Lagipula sudah kepalang basah jadi harus benar-benar berjuang.

Saat itu aku berpikir, kalau semua peserta pasti akan berusaha keras. Terbukti dari teman-temanku yang kulihat belajar tiada henti. Kemana-mana membawa dan membahas contoh soal. Aku malas membawa seperti itu, tapi kalau mereka diskusi aku mencuri dengar dan menyerap apa yang mereka diskusikan.

Melihat situasi tersebut, aku pun membuat suatu perenungan di hati. Apa yang harus aku lakukan supaya aku bisa lulus.

Pertama: Belajar.
walaupun tidak sekeras mereka pasti aku belajar juga. Kebanyakan sih aku mencuri dengar dan tinggal memperdalam karena yang dibahas juga sebagian besar sudah dipelajari di bangku sekolah.

Kedua: Berdoa.
Aku memutuskan bahwa jalan satu-satunya supaya menang adalah dengan berdoa. Tetapi kalau berdoa, yang lain juga pasti tidak kalah keras doanya dibandingkan aku. Apalagi, siapalah diri ini dibanding yang lain, hanya manusia biasa yang masih jauh dari yang Tuhan harapkan.

Jadi apa dong?
Akupun berpikir terus. Dan, akhirnya aku memutuskan bahwa berdoa tetap menjadi satu-satunya cara. Tetapi cara berdoa harus beda dari biasa. Aku memutuskan akan meminta dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, berdoa dengan sungguh. Aku membuat jadwal doa dini hari. Aku sengaja bangun dan memanjatkan permohonanku dikeheningan subuh.

Dan, aku juga harus memohon bantuan doa orang lain. Dan mulailah, aku mengirim SMS kepada semua kontak di HP (saat itu, aplikasi yang ada hanya SMS). Aku berusaha memenangkan hati Tuhan untuk menolongku dengan cara berbeda. Setiap ada balasan Oke, aku mengimani dan mengaminkan bahwa mereka sudah mendoakan aku dengan tulus.

Dan, Puji Tuhan seiring dengan semua itu, dalam tenggang waktu menjelang ujian, aku merasakan kenyamanan. Tadi sudah kutuliskan kalau untuk ujian umum tidak terlalu mempelajari lagi karena sudah dipelajari di sekolah. Yang tidak aku mengerti dan tidak tahu bahkan baru dengar adalah psikotest.

Tetapi Puji Tuhan (semua karena Tuhan), entah bagaimana aku seolah dituntun bahwa aku harus mempelajari psikotest. Aku juga seolah dituntun menuju toko yang menjual buku soal-soal psikotest. Aku juga seolah dituntun memilih buku yang akan kubeli. Bukan buku tebal, mahal dan terlengkap tapi hanya sebuah buku sederhana dengan harga tak lebih dari 30ribu.

Akupun mengerjakan semua soal-soal di buku itu sesuai instruksi. Itulah pertama kali aku tahu dan memgerjakan soal psikotest.

Hari ujian pun tiba, doa pun masih tetap dipanjatkan. Dan Puji Tuhan, aku bisa mengerjakan soal ujian tanpa kesulitan berarti. Soal psikotest lumayan banyak tapi Puji Tuhan, semua mirip dengan apa yang ku pelajari dari buku yang kubeli.

Selesai ujian, hati sudah plong. Tinggal menanti pengumuman. Aku tetap dengan pola doaku tetapi aku mengatakan kepada Tuhan, semua terserah kepada Tuhan. Bahwa apapun itu nanti hasilnya itulah yang terbaik untukku, karena aku percaya semua baik adanya apapun yang Tuhan beri.

Penghujung Desember 2004, pengumuman di surat kabar dan Puji Tuhan, aku lulus dan benar-benar Murni tanpa uang sepeserpun.

Tahun ini, 13 tahun lebih sudah aku menjalani masa kedinasan. Dan aku tetap percaya bahwa aku menang CPNS semata-mata karena kemurahan Tuhan oleh karena kekuatan doa, juga doa orang-orang yang kuminta berdoa kepadaku.

Itulah sedikit kisahku ketika mencoba testing CPNS.

Maaf, kalau cerita ini membosankan. Aku bercerita bukan bermaksud apa-apa, hanya sekedar berbagi kisah, siapa tahu berguna bagi orang lain. Seandainya tidak berguna pun, hitung-hitung aku menyalurkan hasrat menulisku.

Selamat kepada yang telah lolos CPNS tahun ini, kiranya melalui berkat baru dapat menjadi saluran berkat untuk masyarakat, untuk Bangsa dan Negara Indonesia tercinta.

Kepada yang belum lolos tahun ini, tetap semangat. Panjatkan doa dan tetap berusaha. Tiada yang mustahil kalau Tuhan sudah berkehendak. Tetap yakin bahwa Tuhan selalu beri yang terbaik dan semua akan indah pada waktunya.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 090119

Pict. Pinterest

Iklan

10 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s