Cagar Alam Kawah Putih Dolok Tinggi Raja

Sebenarnya kami ke tempat ini bulan November kemarin. Entah kenapa tertunda terus menuliskannya.

Karena (katanya) jalan terdekat yaitu dari Tebingtinggi rusak parah, kami memutuskan lewat jalur Seribudolok. Jalan memang bagus tapi perjalanan menjadi sangat jauh karena start kami adalah Pematangsiantar. Dari Pematangsiantar ke Seribudolok saja sudah makan waktu lebih kurang 2 jam, dari Seribudolok ke lokasi lebih kurang 1,5 jam. Jadi kalau start dari Pematangsiantar kami jadinya lebih lama di jalan.

Sebenarnya ada satu jalan alternatif lagi kalau dari Raya tepatnya dari Sirpang Pangalbuan. Namun jalan dari sana juga parah, lain hal kalau naik sepeda motor masih bisa ditempuh.

Di Seribudolok kita masuk ke jalan Saranpadang. Kalau dari Pematangsiantar, Simpangnya ada di sebelah kanan.

Perjalanan panjang pun dimulai. Untungnya pemandangan sepanjang jalan sangat bagus dan asri. Pemandangan pegunungan dan lahan pertanian yang hijau. Kami sempat berhenti di salah satu ladang nenas yang kebetulan sedang panen. Setelah itu melewati persawahan kemudian perkebunan karet.

Pemandangan di perjalanan

Perjalanan yang ditempuh melalui 3 kabupaten yaitu Simalungun, Serdang Bedagai dan Deli Serdang. Jalan bagus sudah hotmix, hanya mendekati lokasi kawah terdapat jalanan berbatu.

Karena kami kesana hari Jumat, tidak ada pengunjung lainnya. Tiba di lokasi, terlebih dahulu kami makan di sebuah pondok yang ada disana sekaligus parkir mobil disana. Tak berapa lama datang 3 orang anak muda setempat dan kami ajak gabung makan.

Selesai makan kami pun menuju lokasi kawah putih bersama ketiga anak muda tadi. Untuk dapat menikmati indahnya kawah putih kita harus berjalan kaki dengan kondisi jalan tanah dan agak curam. Harus ekstra hati-hati apalagi sewaktu kami sampai disana hujan sedang turun deras (untung tak berapa lama hujan berhenti dan hari cerah kembali) jadi jalan agak licin. Untuk melihat kondisi jalan bisa dilihat disini dan disini.

Memasuki kawah putih, yang kita lihat adalah hamparan bukit kapur putih yang terbentuk dari proses panas bumi yang mengandung belerang. Sekilas nampak seperti salju.

Begitu memasuki area langsung tercium aroma belerang dan hawa panas yang menerpa.

Di puncak tertinggi bukit kapur tersebut terdapat air panas yang menggelegak mendidih. Benar-benar luar biasa. Di Indonesia hanya ada 2 yang seperti itu, satu di Bandung dan satu lagi Kawah Putih Dolok Tinggi Raja. Tetapi menurut temanku yang sudah pernah ke Bandung, kawah putih Dolok Tinggi Raja ini jauh lebih menakjubkan, hanya sayang tidak dikelola dengan baik bahkan nyaris terlupakan.

Benar-benar takjub dan puas bisa sampai ke destinasi wisata unik seperti itu. Semakin kagum dan takjub akan kebesaran Sang Pencipta.

Sayangnya, walaupun kawah putih Dolok Tinggi Raja sangat menakjubkan namun tetap tidak bisa mendongkrak datangnya wisatawan untuk menikmati pesona itu. Entah salah dimana, tetapi dari tahun ke tahun hanya begitu saja tanpa perkembangan bahkan cenderung diabaikan dan semakin tidak terurus. Entah, apakah itu hanya menurut penilaian pribadiku saja karena kami juga kebetulan kesana hari biasa jadi seolah tidak ada aktifitas disana.

Sebagai orang biasa hanya berharap ada yang melirik dan tergerak hatinya untuk mengelola sehingga destinasi indah itu dapat membagikan pesona ke pengunjung yang datang.

Berikut beberapa dokumentasi kami selama disana.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 311218

Pict. pribadi

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s