Kategori
Cerita Mini Cermin Renungan Tentang anakku tulisan Bebas

Baju Biru (Cerita mini Tentang Natal)

Acara sudah dimulai ketika kami tiba. Ruang gereja sudah penuh karena Natal Paud tahun ini ternyata disatukan dengan Natal anak sekolah Minggu jemaat gereja tempat PAUD berada.

Sambil mencari tempat duduk, aku melayangkan mata mencari kumpulan anak lelaki berbaju biru sesuai dress code yang tertera di surat undangan.

Tapi ternyata tidak seperti yang kubayangkan. Aku tidak menemukan baju biru disana. Yang ada barisan bocah lelaki memakai kemeja trendi dengan hanya sedikit goresan biru.

Terus terang sebagai orangtua aku agak terkejut dengan situasi itu. Mental orangtua di jiwaku down mendapatkan kenyataan bahwa anakku memiliki penampilan terburuk hari ini. Ya, Sachio datang hanya dengan kaos oblong warna biru sesuai dress code karena begitulah kebiasaan tahun-tahun sebelumnya.

Sepanjang acara aku mencoba menikmati ibadah dan hiburan yang disuguhkan anak-anak tapi aku tetap tidak bisa melepaskan pikiran dari baju Sachio. Aku menyesal mengapa tidak menuruti kata hati. Padahal sewaktu mengambil T shirt tersebut dari lemari aku sempat terpikir untuk mengganti baju Sachio dengan kemeja walaupun tidak biru tapi memiliki nuansa biru. Tapi aku mengurungkan niat mengingat surat dari PAUD untuk mengenakan baju biru. Dan sekarang Sachio harus merasa malu karena penampilannya tidak sebagus teman-temannya.

Acara berakhir dan akhirnya kami pulang. Di perjalanan pulang Sachio tak hentinya bercerita tentang suasana Natal tadi.

“Tapi Ma, ternyata hari ini Abang adalah pemenang. Teman Abang kalah semua.” Katanya dengan penuh semangat.

” O, ya? Menang apa Abang?”

“Iya dong Ma. Hari ini hanya Abang yang pas bajunya. Abang pakai baju biru seperti yang dibilang Miss. Teman Abang salah semua bajunya. Tadi mereka senang melihat Abang memakai baju biru dan mereka ingin punya baju seperti ini.”

“Waw, bagus dong kalau begitu. Berarti Abang adalah anak yang taat peraturan. Mengerjakan apa yang disuruh Miss.” sahutku sambil mengusap kepala Sachio.

Banyak lagi cerita Sachio tentang kemeriahan Natal tadi. Aku mendengarkan sambil dalam hati menertawakan diri sendiri. Menertawakan kebodohanku, betapa piciknya aku.

Selama ini aku selalu menanamkan kepada anak-anak bahwa makna Natal itu bukan sekedar baju baru dan bagus. Tetapi ternyata malah aku sendiri yang masih terjebak dalam pemahaman itu. Benar-benar picik pemikiranku. Dan hari ini Sachio menyadarkan aku akan makna Natal sesungguhnya.

-Gassmom-
Pematangsiantar, 181218

Pict. https://pin.it/3ilalrwszpkm3x

Iklan

Oleh Sondang Saragih

Semua baik, apa yang Tuhan perbuat dalam hidupku.
Everymoment Thank God.

2 replies on “Baju Biru (Cerita mini Tentang Natal)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s